Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Untung saja ada Arzan


__ADS_3

Anggia menatap Mira yang menyiramnya dan Anggia yang kesal langsung menjambak rambutnya, "Akhh Anggia lepaskan, sakit rambutku "


"Kau makannya jangan main-main denganku tiba-tiba menyiramku, memangnya aku ini apa sampai-sampai kau menyiramku dengan minuman manis itu, kau ini punya tatakrama tidak, untuk apa kau kuliah di Jepang tapi kau tidak sopan pada orang lain, ini yang harus aku berikan padamu, pada perempuan pembohong"


"Hey sudah sudah kenapa malah jadi berantem Anggia lepaskan dia adalah customer, lepas Anggia "


Anggia dengan cepat melepaskan tarikan tangannya, dan menatap teman teman yang menatapnya seperti biasa Mira melakukan drama dia menangis dan merasa kalau dirinya yang tersakiti.


"Kenapa kalian mempekerjakan perempuan kasar seperti ini, seharusnya dia tidak menjadi pekerja, seharusnya kalian pecat perempuan ini lihatlah dia menjambahku, dia bukan perempuan baik dia tak baik "


"Kau jangan mengada ngada Mira kau yang pertama menyiram aku dengan minumanmu, kenapa kau tiba-tiba menyalahkanku aku ini marah karena kau dengan seenaknya menyiramku dan aku juga tidak suka kau semena-mena seperti itu, kau jangan terlalu banyak drama kau itu dulu saja sudah drama memfitnah Sani sekarang kau ingin drama denganku juga, kau ini sebenarnya pulang ke Indonesia hanya untuk membuat drama ini saja"


"Lihat-lihat dia begitu kasar padaku, aku tidak drama maksudmu apa yang aku lakukan pada Sani, aku tak melakukan apa apa pada Sani, aku ini temannya aku ini sahabatnya Sani mana bisa aku setega itu pada Sani, kau ini jangan menganda-ngada ya mentang-mentang kau kakaknya Sani jadi seenaknya. Tapi tetap saja aku yang lebih dulu mengenal Sani aku yang selalu ada untuknya bukan kamu"


"Sudah sudah jangan bertengkar minta maaf Anggia "

__ADS_1


Anggia tidak menjawab dia diam saja menatap Mira tapi kalau dia tidak minta maaf pekerjaannya bagaimana, dirinya masih membutuhkan pekerjaan ini. Dirinya belum mau dipecat karena kehidupannya masih panjang, kuliahnya pun belum selesai. Baiklah untuk kali ini dirinya harus merendah dan meminta maaf meskipun bukan dirinya yang salah di sini.


"Aku minta maaf atas apa yang telah aku lakukan Mira!"


"Aku akan memaafkanmu bila kau memutuskan Arzan, karena dia pacarku kau sudah menjadi orang ketiga dalam hubungan kami berdua kau harus memutuskannya, aku minta itu padamu putuskan pacarku "


Banyak yang bisik-bisik membicarakan Anggia, mereka semua percaya kalau Anggia merebut Arzan laki-laki yang selalu mengantar jemputnya. Anggia hanya diam dia menunggu Arzan untuk datang kemari semoga saja Arzan kembali lagi dan bisa membelanya di sini orang-orang sudah menghujatnya, bahkan berteriak kalau dirinya pelakor padahal kan Mira dan juga Arzan belum menikah tapi kenapa tiba-tiba dirinya yang disebut pelakor.


"Kalian semua ini salah paham, kalian semua tidak tahu awal ceritanya, aku ini bukan pelakor memangnya mereka berdua sudah menikah sampai-sampai kalian berbicara kalau aku ini pelakor "teriak Anggia yang kesal


"Ada apa ini" Anggia yang melihat Arzan segera mendekatinya dan memegang tangannya


Mira juga sama dia langsung mendekati Arzan dan menggenggam tangan Arzan namun dengan cepat Arzan melepaskannya "apa-apaan kamu Mira tiba-tiba pegang tanganku, inget di sini ada Anggia pacarku kamu jangan semena-mena ya meskipun nanti nggak ada pacarku Anggi ya kamu nggak boleh kayak gini"


semua orang diam mereka diam menunggu pembicaraan mereka bertiga seperti sedang main film saja mereka bertiga ini.

__ADS_1


"Ada apa ini sebenarnya kenapa kalian berkerumun seperti ini ada apa Anggia apa yang terjadi"


"Dia bilang kau berpacaran dengan Mira, apakah benar kau menjadikan aku pacar kedua"


"Kau percaya pada dia Anggia, dia itu pembohong Mira itu pembuat drama dan pembuat kacau dia itu berbohong mana mungkin aku sudah punya pacar lalu memacari mu juga tidak mungkin, aku sama sekali tidak mencintai Mira dan aku sama sekali tidak mengejarnya malahan dia yang mengejar-ngejar aku sampai-sampai aku dimarahi oleh orang tuanya. Padahal dia yang salah bukan aku kau jangan percaya padanya. Semua yang dia katakan itu bohong semuanya bohong kalian semua yang ada di sini percaya dengan perempuan ular ini, perempuan yang sudah mencelakai temannya sendiri apakah kalian akan percaya dengan perempuan seperti ini, jadi lebih baik kalian bubar dan jangan menyalahkan Anggia lagi karena bukan dia yang salah ayo bubar bubar jangan membuat malu"


Mira yang malu membawa tasnya dan akan menarik tangan Arzan namun lagi-lagi Arzan menepisnya "Ada apa denganmu Mira sebenarnya. Sudah aku bilang aku tidak akan pernah mencintaimu sampai kapanpun"


"Apakah kau tak menghargai perjuanganku selama ini yang terus mengejarmu melakukan apapun supaya bisa bersamamu, tapi kau malah berpacaran dengan perempuan ini apa karena dia kakaknya Sani, iya apakah kau menganggapnya Sani "


"Tidak aku mau memacari Anggia bukan karena dia kakaknya Sani karena aku memang mencintainya kenapa memangnya, apakah tidak boleh aku bersama kakaknya Sani Anggia, hati tidak bisa menentukan akan jatuh pada siapa dan hatiku jatuh pada Anggia tidak ada yang pernah tahu kan, jadi tolong kau jangan pernah usik kami berdua lagi dan jangan membuat ulah bersama Anggi ya karena sampai kapanpun aku tidak akan mau bersamamu Mira hatiku tidak bisa menerimamu dan mau dipaksa pun tidak akan pernah bisa"


"Tapi aku mencintaimu Arzan, kenapa kau sangat sulit membuka hatimu untukku apa kurangnya aku, apakah aku tidak baik aku sudah baik aku tidak melakukan kejahatan, aku tidak melukai Sani lalu apalagi yang harus aku lakukan aku tidak melakukan apa-apa lagi"


"Sudah ya aku sudah lelah selalu saja membahas hal ini denganmu, apakah tidak ada pembicaraan lain selain ini, aku lelah terus saja membicarakan hal yang tidak penting tentang perasaanmu tentang rasa cintamu aku tidak bisa memaksakan hal itu, aku tidak bisa sudahlah jangan membuat kerusuhan di sini, ini tempat usaha bukan tempat bertengkar. Lebih baik kau pulang dari sini kalau tidak mau ya sudah ayo Anggia kita saja yang pergi dari tempat ini, karena kalau sampai kita terus meladeni perempuan ini kita sama gilanya saja"

__ADS_1


Arzan menarik Anggia keluar cafe, Mira hanya diam menatap kepergian 2 manusia yang sudah menyakitinya dengan kata-katanya yang begitu kasar, oke Arzan belum pernah melihat dirinya yang sebenarnya kita lihat kita hancurkan hubungan mereka berdua, sampai mereka tidak akan bisa bersama lagi ya mereka tidak akan bisa bersama lagi.


__ADS_2