
Sani yang sedang fokus melihat ponselnya tiba-tiba saja dikagetkan dengan seseorang yang duduk di sampingnya ternyata yang duduk adalah Arzan "San gimana kamu happy kan di sana jalan-jalan sama Alvaro dan juga Rizki kamu nggak diapa-apain kan sama mereka berdua kamu baik-baik aja kan"
"Seperti apa yang aku katakan waktu ditelepon aku baik-baik aja kok Zan lebih baik kamu duduk sama Mira ya ayo"
Sani langsung membawa tas Arzan dan menyimpannya di kursi sebelah Mira, Mira hanya menatapnya sekilas dan kembali fokus pada ponselnya sedangkan Sani kembali duduk di tempat duduknya, tapi Arzan masih saja duduk di situ "udah kamu pindah duduk sama Mira. Kalau kamu nggak mau pindah ya udah aku aja yang pindah"
Sani langsung bangkit sambil membawa tasnya tapi Arzan memegangnya, dengan cepat Sani melepaskan pegangan itu, " nggak usah biar aku aja pindah dan duduk sama Mira kamu tenang aja, kamu diancam ya sama dia buat nggak deketin aku lagi atau respon semua ucapan aku"
"Nggak ada sangkut pautnya sama Mira nggak ada , ini aku sendiri yang mau, lebih baik kamu jaga pacar kamu ya Mira jangan sia-siain dia, aku tahu kalian pacaran pokoknya jaga dia terus ya Zan aku nggak mau hubungan kalian hancur cuman gara-gara aku, aku nggak mau ada yang cemburu nantinya. Ini emang kemauan aku sendiri tanpa siapapun yang meminta"
"Oke tapi kalau ketahuan kamu disuruh sama Mira aku akan jauhin Mira untuk selamanya ingat itu kata-kata aku"
Sani hanya diam saja, dan Arzan langsung pergi kemeja Mira dan duduk disana, namun Arzan malah menjauhkan kursinya, dia duduk di ujung sekali saking tidak maunya dekat dengan Mira.
"Zan kenapa duduknya jauh jauh "
"Gimana gue aja emangnya salah kalau gue duduk jauh-jauh sama lo nggak kan, jadi gak usah banyak bicara "
"Kamu kok bicaranya kasar banget sih sama aku Zan. Kenapa sih apa gara-gara Mami aku ya yang marahin kamu dan tampar kamu, aku udah tahu ceritanya dari Bibi maafin kelakuan Mami aku, dia tuh emang kadang-kadang kayak gitu . Kamu jangan ikutan marah sama aku dong kan yang ngelakuin itu juga Mami aku bukan aku"
"Iya yang lakuin itu Mami kamu tapi sumber masalahnya adalah kamu sendiri. Kalau aja kamu nggak minum obat sampai overdosis mungkin semua ini nggak akan terjadi, aku sampai dimaki-maki sama ibu kamu kalau kamu ada di posisi aku kayak gimana udahlah aku nggak mau bahas itu lagi"
__ADS_1
Arzan langsung mengeluarkan ponselnya dan memainkan ponselnya, dirinya tak mau berbicara terlalu banyak dengan Mira.
**
Sekarang mereka semua sedang makan siang bahkan Sani sedang duduk sendirian, Alvaro dan juga Rizki katanya mereka sedang ada latihan basket dulu sedangkan Mira juga dia memisahkan diri.
Saat dirinya sedang memakan sandwich dan meminum jus mangganya tiba-tiba saja jusnya itu direbut dan ditumpahkan ke rambutnya"lo tuh nggak pantes minum yang kayak gini pantasnya tuh diguyurin kayak gini lo tuh udah buat hubungan gue sama Alvaro kacau tau gak sih "
Sani melihat ke arah sandwichnya yang sudah berantakan dan juga minuman yang sudah berhamburan, ini dibuatkan oleh orang tercintanya dan sekarang Bella menumpahkannya.
Sani segera bangkit dan berjalan ke arah meja yang ada di sebelahnya lalu mengambil jus orang itu dan menyiramkannya ke wajah Bella sekaligus. Sampai-sampai Bella menganga melihat Sani yang membalas perbuatannya . Sekarang dirinya tidak akan kalah oleh siapapun dirinya tidak mau ditindas lagi oleh siapapun itu.
"Kau " teriak Bella
"Kau harus mengganti pakaianku lihat semuanya kotor kau ini kurang ajar sekali ya"
"Aku harus menggantinya lalu apakah kau tidak mengganti pakaianku yang kotor olehmu juga jadi siapa yang memulainya kau kan ,jika kau tidak mau dibalas seperti ini kau jangan melakukan itu pada orang lain, kau selalu saja menindasku Bella dari dulu sampai sekarang. Itu salah dirimu sendiri kenapa Alvaro meninggalkanmu kau pikirkan kenapa Alvaro bisa meninggalmu jangan hanya bisa menyalahkan orang lain saja"
"Kauuu ya "
Bella langsung menjambak rambut Suni, dan Suni pun melakukan itu dia tidak mau kalah makanan yang sudah dibuatkan oleh om Sena hancur gara-gara Bella dan dirinya harus membalas semuanya pada Bella perempuan yang selalu saja mengganggunya.
__ADS_1
Sedangkan Alvaro Rizki dan juga Arzan yang akan pergi ke kantin melihat orang-orang sedang berlari Alvaro segera memberhentikan salah satu orang itu "kenapa berlari ke kantin. Memangnya di kantin ada apa. Apa ada makanan yang aneh di sana"
"Tidak kami ingin melihat Bella dan juga Sani yang sedang bertengkar mereka sedang bertengkar di sana, ini untuk pertama kalinya Sani membalas Bella "
Mereka bertiga segera berlari ke arah kantin dengan cepat dan benar mereka sudah dikerubungi oleh banyak orang Sani dan Bella sedang berjambak-jambakan bahkan sampai ada tampar-tamparan.
Alvaro dan juga Arzan segera menghampiri mereka dan memisahkannya, sedangkan Rizki marah bersorak-sorak "ayo Sani semangat ayo jambak terus rambut Bella jangan kalah. Ayo harus berani kalau mau jadi teman aku sama Alvaro harus berani lawan orang yang udah bully kamu ayo cepat berani Sann semangat Sann "
Alvaro sampai harus memangku Sani supaya melepaskan jambakannya dari Bella, dan Arzan pun menarik tangan Bella untuk tidak terus menjambak rambut Sani.
"Lepasin Arzan lo tuh nggak tahu masalah gue sama Sani. Jadi lo lepasin gue, dia udah rebut pacar gue "
"Eh kalau bicara tuh ya yang bener aku nggak pernah rebut Alvaro dari kamu. Kamunya aja yang nggak becus jadi pacar makanya jadi pacar tuh jangan mau menang sendiri, udah diputusin baru tahu rasa kan"
"Lo makin berani yang sama gue hah, sini lo "
"Apa kenapa aku harus gak berani sama kamu, ayo sini maju "
Tiba tiba saja " Ada apa ini kenapa kalian berkerumunan seperti ini kalian berdua bertengkar pergi ke ruang BK sekarang Sani, Bella "ucap Bu Sesil yang tiba-tiba saja datang ke kantin.
Kalau tak ada yang melaporkannya bu Sesil tak akan kemari, Alvaro melepaskan Sani dan menuntunya pergi keruangan BK, sedangkan Bella yang melihat itu begitu kesal, harusnya dirinya yang digandeng seperti itu bukan Sani.
__ADS_1
Dan tanpa mereka sadari ada yang tersenyum senang Sani dibawa keruang BK, tadi dirinya yang melaporkannya.