
Sani dan juga Alvaro sudah ada di dalam kantin. Bahkan mereka berdua sudah duduk, Sani melihat sekitar dan langsung menatap Alvaro yang sedang asyik memainkan ponselnya "mereka pada lihatin kita mending aku duduk temlat lain aja ya. Aku nggak mau nanti cari masalah sama Bella"
"Udah lo diem aja gue udah bilang kan kalau nanti ada yang tiba-tiba datang ke sini dan marah-marah sama lo gue yang jawab, kalau lagi kerjain tugas sama gue jadi tenang aja"
"Ini neng Sani, aa Alvaro baksonya "
"Makasih mang " ucap Sani masih dengan melihat kearah sekitarnya.
"Udah gue bilang kan biarin aja mereka mau lihatin kita gimana pun udah cepet makan susah banget lo gue suruh makan, lo mau gue suapin gitu biar mereka lebih-lebih curiga lagi dan lebih lihatin lo gitu"
"Gak mau"
"Ya udah turutin apa kata-kata gue, lo makan sekarang jangan diem aja, cepetan makan yang banyak "
Suni segera mengangguk kan kepalanya dan memakan baksonya dengan perlahan, meskipun mukanya sangat merah sekali karena malu dilihat semua orang, kenapa sih seperti ini padahal dirinya tidak melakukan apa-apa, hanya makan berdua aja dengan Alvaro.
Mira yang tak jauh ada ditempatnya Sani hanya diam saja, Mira langsung melihat kearah Arzan yang ada disampingnya " mereka bisa satu tempat duduk kayak gitu dan tanpa ada pertengkaran, apa sih sebenarnya yang Alvaro rencananya sampai-sampai dia mau banget deket sama Sani"
"Nah itu yang aku pikirin juga Mira, tapi Sani udah aku kasih tahu dia tidak mau mendengarkan kata-kataku sama sekali, dia itu mau kena apa sama Bella, dia itu kayaknya emang mau dimarahin sama Bella, deket-deket sama Alvaro ya neskipun mereka satu kelompok kan biasanya mereka nggak kayak gitu , Alvaro tuh suka enggak-engganan gitu kan kalau kerja kelompok sama Sani, dia juga jarang kan kerjainnya kadang suka Sani aja yang kerjain"
__ADS_1
"Nah itu Zan bener banget, makanya aku juga aneh waktu lihat Alvaro mau kerjain tugasnya barang-barang sama Sani dan tanpa risih sedikitpun aneh kan, perubahan yang begitu cepat dan drastis banget dia selama hampir 3 tahun benci sama Sani dan bully terus tapi sekarang dalam waktu beberapa bulan karena sering berkelompok dia jadi baik banget sama Sani"
"Hemm iya juga ya, kita lihat aja nanti apa yang akan dilakukan Alvaro Mir, kita lihat Sani akan sadar kapan kalau Alvaro itu lagi mainin dia aja "
"Hemm iya"
Baru juga mereka selesai berbicara, Bella langsung datang dan mengebrak meja Alvaro dan juga Sani.
"Lo berani makan di meja yang ada pacar gue, sebenarnya apa sih mau lo Sani dan kamu juga sayang kenapa kamu mau aja duduk sama dia" wajah Bella sudah sangat merah sekali saat Bella akan mengambil mangkok bakso Sani dan akan menyiramkannya pada Sani, Alvaro langsung menangkap mangkoknya.
"Lepasin tangan aku Alvaro, kamu ini apa-apaan sih kamu ini berubah banget semenjak satu kelompok terus sama Sani , kalian tuh sejak kapan deket sih, sejak kapan coba "
Alvaro langsung menyimpan mangkoknya sedangkan Sani langsung bangkit saja, dirinya jadi serba salahkan " lebih baik lo pindah Sani jangan ada di sini " bentak Bella
Tanpa banyak bicara Sani langsung mengambil mangkok baksonya dan akan berjalan, namun Alvaro langsung memegang tangan Sani.
"Lo mau ke mana Sani gue nggak nyuruh lo pergi ke mana-mana, tugas kita belum selesai dan kita harus rencanain tugas kita ini yang udah hancur sama Bella, dan kita harus susun dari awal lagi lo nggak boleh kemana-mana duduk di sini, ini perintah dari gue"
Sani menjadi binggung, makin binggung saja, apa yang harus dirinya lakukan. Bella yang melihat itu langsung melepaskan tangan Alvaro dari Sani.
__ADS_1
"Kalau aja kamu tadi pagi nggak rusak kerjaan aku sama Sani, mungkin kita nggak akan kerja kelompok dan nggak akan makan bareng buat bahas semuanya, ini juga gara-gara kamu bel kalau aja kamu nggak rusak semuanya ini nggak akan terjadi"
"Siapa yang bilang orang ini perempuan ini yang bilang kalau aku yang rusak. Aku kan udah bilang sama dia kalau dia itu jalannya terlalu tengah sekarang malah nyalangin orang lagi"
"Udahlah gak usah bahas tentang ini, pokoknya aku harus bahas tugas aku sama Sani sekarang juga, kamu bisa ngerti kan ini tugas kelompok kalo kamu mau komplain sama gurunya aja, kenapa aku selalu di satu kelompokin sama Sani, jadi kamu gak usah marah-marah sama Sani ini udah guru yang ngatur"
"Tetap aja kalian tuh kerja kelompok terlalu dekat. Biasanya kalau kerja kelompok kamu nggak aktif kayak gini kalau sama Sani kan, sekarang tiba-tiba beda kayak gini apa sih yang sebenarnya kalian lakukan berdua, apa sekarang kamu mulai suka sama Sani gitu, sampai-sampai kamu mau satu tempat duduk sama dia biasanya kamu ilfil banget sama dia"
"Apa kamu nggak malu ditontonin sama banyak orang, aku bilang stop ya stop, aku bilang aku mau kerjain tugas sama Sani, ayo San bawa makanan lo kita makan di tempat lain dan bahas pekerjaan kita di tempat lain juga, kalau di sini kita nggak akan fokus untuk bahas semuanya, karena kita harus cepat-cepat waktu tinggal 5 hari lagi kita harus selesaikan proyek itu secepatnya jangan sampai ada yang ngancurin lagi"
Sani langsung pergi terlibih dahulu disusul Alvaro yang juga membawa makannya, sedangkan Bella hanya diam melihat kepergian mereka.
Lalu Bella menyapu pandangannya "apa kalian liat liat gue, kalau lagi makan ya makan gak usah lihat gue lagi marah-marah, kalian semua gak berguna "
Bella langsung pergi di ikuti oleh Rizki "huuhh apaan sih, si Bella marah marah sama kita, yang salah siapa yany dimarahin siapa dasar perempuan gila ya dia " ucap salah satu perempuan
"Udah jangan banyak ngomong nanti dia kembali lagi dan marah marah lagi, ga takut emang nanti disiram pake bakso, panas lo disiram pake bakso" ucap Mira
Perempuan itu langsung diam dan kembali memakan makanannya kembali
__ADS_1