Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Kalian gak tau perasaan gue


__ADS_3

Sena dan juga Fatimah turun ke bawah saat melihat ke arah sana Sena tidak melihat Suni sama sekali, dia mencari keseluru arah namun tidak ada bahkan tasnya pun tak ada di sana, ke mana sebenarnya dia padahal dirinya akan mengantarkan Sani pulang ke rumahnya namun tidak ada.


Sena langsung berjalan dan tak menghiraukan anaknya dan juga teman-temannya yang lain serta asistennya pula, dia mencari ke arah luar dan tidak ada sepatu Sani, ternyata dia sudah pulang


"Kenapa dia pulang, dengan siapa dia pulang aku harus segera menelponnya ya aku harus segera menelponnya ada ada saja dia ini "


Tanpa banyak bicara lagi Sena langsung menelpon Sani dan pada panggilan pertama teleponnya langsung diangkat.


"Di mana kau kenapa tiba-tiba kau tak ada aku tidak menyuruh mu pulang, kemana kau ada di mana sekarang aku akan menjemput mu "


"Apa sih om aku udah pulang kok sama Arzan ini aku baru aja pergi dari rumah , udah tenang aja aku pulang kok sama Arzan om gak usah khawatir "


"Saya gak suruh kamu pulang lalu kenapa kamu tiba-tiba pulang turun sekarang dan share loc di mana lokasi kamu sekarang saya akan menyusul ke sana"


"Gak bisa om aku pulang aja sama Arzan, udah om gak usah anterin aku, aku bisa pulang sendiri kok kenapa sih om gotot banget aku bisa pulang sendiri .Lebih baik perhatiin aja Alvaro nanti dia malah pikir yang aneh-aneh lagi kalau aku sama Om punya hubungan, aku gak mau sampai itu terjadi ya"


"Turun sekarang saya akan ke sana dijemput kamu, tidak ada bantahan sedikit pun"


Sani langsung saja mematikan sambungannya, Arzan yang dari tadi menyimak langsung bertanya " kenapa om Sena kok kayaknya khawatir banget sama kamu. Apa kalian punya hubungan spesial sampai-sampai kamu waktu itu gak mau pura-pura pacaran sama aku, apa takut om Sena marah apa kalian punya hubungan"


"Enggak kok aku gak punya hubungan apa-apa sama om Sena, ya aku cuman kenal aja dia semenjak dia tolongin aku ya gini deh kita selalu ngobrol gitu aja sih, gak ada hubungan apa apa dan gak ada sangkut pautnya tentang pacaran pura-pura kita"


"Aku kira karena hal itu kamu gak mau pura-pura jadi pacar aku, kalau kayak gitu syukur deh kalau kamu gak ada hubungan sama om Sena, kalau kalian ada hubungan entahlah aku harus respon bagaimana dan juga bagaimana dengan Alvaro, pasti dia akan sangat marah dan dia kana marah sama kamu "


"Iya aku tahu kok aku gak akan mungkin kok sama Om Sena karena itu gak akan pernah terjadi sampai kapan pun, aku tidak akan mungkin bersamanya jadi kau tidak usah berpikir yang aneh-aneh ya. Aku tidak mungkin bersama om Sena aku hanya menganggapnya sebagai teman mungkin umur kita yang berbeda namun aku bisalah menganggap sebagai teman"

__ADS_1


" Baiklah teman kalian teman ya"


Sani hanya menggangguk saja dan kembali memainkan ponselnya banyak sekali pesan dari om Sena, Sani langsung mematikan ponselnya saja.


"San kita main dulu yu ke timezone"


"Boleh ayo aja aku juga jenuh dirumah dan gak ada tugas lagi ini kan, tunggu apa kita gak akan kemaleman pulang "


"Gak akan San "


**


Sena melihat ponselnya ternyata sambungannya dimatikan Sena langsung masuk kedalam rumah dan masuk kedalam kamar sampai sampai Alvaro binggung dengan sang ayah.


"Gak saya bawa mobil, dan saya bisa pulang sendiri kamu pulang aja sendiri jangan ajak ajak saya "


Fatimah segera berjalan namun Rizki menghadangnya sampai sampai Fatimah tidak punya jalan "udahlah tan dianterin aja sama Rizki kasian dia, dan mobil tante simpen aja disini " saran Alvaro.


"Varo mana mungkin, tante tidak mau diantar sama anak tengil ini, lebih baik tante pulang sendiri buat apa tante bawa mobil tapi akhirnya malah dianterin sama anak ini, udah awas Rizki saya mau lewat "


Bella menarik seragam Rizki namun sulit banget " Gak aku gak akan pergi sebelum tante mau pulang sama aku, aku gak mau pergi, ayo tante ayo "


Fatimah yang tak mau meladeni anak tengil ini akhirnya duduk di kursi dan memainkan ponselnya, biarkan saja anak itu berdiri, namun dia mempunyai ide.


"Rizki kamu mau saya pulang sama kamu "

__ADS_1


"Iya mau dong kak, apa yang kakak minta akan aku turuti apa kakak ayo sebutkan apa yang kakak ingin "


"Ambilkan minum doong haus tapi pengen jus tapi yah gak mau air putih "


"Siap bos "


Rizki dengan semangat segera berjalan kearah dapur, Fatimah langsung berdiri dan terbirit birit pergi meninggalkan rumah tuannya, bahkan Alvaro dan juga Bella mereka hanya diam saja tak memberhentikannya sama sekali.


"Kak jusnya pake gula jangan " Namun tak ada siapa siapa


"Mana kak Fatimah "


"Pulanglah mana mungkin dia mau sama lo udah lah Rizki jangan kejar-kejar tante Fatimah dia itu berumur dia itu pantasnya jadi Kakak lo bukannya jadi istri lo, udah Jangan berharap lebih, lebih baik lo cari yang seumuran aja kayak gue sama Bella kan seumuran kita. Carilah di sekolah banyak yang cantik kok kenapa sih ribet banget mau sama tante Fatimah "


"Gue tahu di sekolah banyak perempuan yang cantik yang lebih modis yang lebih keren, tapi gak tahu hati gue tuh udah terikat banget sama kak Fatimah jadi gue gak bisa deh buat lepasin dia, banyak banget kenangan yang kita lalui bersama saat dulu dia sama kakak gue pacaran. Jadi rasanya gue udah cocok aja sama dia, dan kenal dia juga "


"Jadi lo mau sama mantan kakak lo gitu ayolah meskipun banyak kenangan kan itu kenangannya sama kak lo bukan sama lo Rizki, berarti itu bukan kenangana lo sama tante Fatimah dong "


"Tetep aja Alvaro pokoknya ada kenangan antara gue dan kak fatimah yang mereka semua gak tahu, gue tu awalnya cuman pengen tanggung jawab atas kakak gue yang gitu aja kabur tapi malah makin ke sini gue mau cinta gue sama kak fatimah ,padahal kan waktu itu gue cuman mau bertanggung jawab atas kesalahan kakak gue , meskipun ya gue gak bisa nikahi dia waktu itu karena gue juga kan masih kecil smp mungkin ya"


"Gila ah udah lupain aja yang salah kakak lo bukan lo Rizki sadar "tegur Bella


"Kalian gak tau gimana perasaan gue, lebih baik gue pulang "


Rizki mengambil tasnnya dan meninggalkan rumah Ini

__ADS_1


__ADS_2