
"Lihatlah Sena dengan keadaan anakmu dia ingin menikahi perempuan yang sedang hamil, apakah dia sadar apakah dia waras ingin menikahi Bella yang jelas-jelas sudah hamil oleh laki-laki lain. Seharusnya kau atur dia seharusnya kau beri paham dia jangan sampai dia menikah dengan Bella. mamih tidak akan rela dan jika tidak ingin kejadian lagi seperti dulu maka kau harus larang Alvaro untuk tidak menikahi Bella, mamih tidak mau tau itu "
"Sudah mih biar nanti Sena yang berbicara dengan Alvaro lebih baik mamih istirahat saja, jangan memikirkan tentang ini biar nanti Sena bicara biarkan sekarang Alvaro berpikir dengan jernih dulu dia sedang emosi, biarkan dia memikirkan kata katanya"
"Pokoknya mamih tidak mau tahu Alvaro tidak boleh bersama Bella jika sampai itu terjadi mami akan melakukan sesuatu pada Bella, ingat itu mami tidak akan pernah main-main dengan kata kata mamih ini "
Mamihnya Sena langsung pergi meninggalkan mereka semua, Sani menatap suaminya "bagaimana ini bee harus bagaimana apakah kita tak akan mendukung Alvaro kasian dia, dia untuk pertama kali lagi bertemu dengan Bella "
"Keadaannya sangat rumit sayang kita nggak bisa ambil keputusan gitu aja, kita nggak bisa sekarang tiba-tiba lamar Bella dengan keadaan yang masih mengandung nggak mungkin, kamu tahu sendiri kan gimana ibuku dia tidak akan menyerah untuk melakukan apa yang dirinya mau, bisa jadi dia akan melakukan apa yang pernah dulu dia lakukan "
"Tapi_"
"Udah sayang ayo kamu istirahat sekarang aja ya nggak usah pikirin itu, biar aku yang pikirin semuanya gimana jalannya ayo kamu harus tidur sekarang, kamu jangan sampai kecapean yah, inget kamu lagi hamil sayang "
Sani menganggukan kepalanya suaminya menuntun tangannya masuk kedalam kamar, dirinya juga akan memikirkan bagaimana nanti dengan Bella.
***
Alvaro mencoba untuk menghubungi Bella tapi tak ada terus dirinya menghubungi Rizki tak diangkat juga, bagaimana sekarang dengan keadaan Bella kenapa Rizki susah sekali dihubungi.
__ADS_1
"Kemana sih Rizki di telpon kayak gini gak ada ist ah "
Alvaro langsung saja menghubungi Arzan siapa tahu dia ada dirumah sakit.
"Kenapa Al "
"Dimana lo "
"Dirumah Anggia lagi apel biasa "
"Lo gak dirumah sakit "
"Ya nggak ada masalah gue cuman mau nanya keadaan Bella sekarang gimana, soalnya gue nggak ada di rumah sakit gue udah pulang ke rumah, Rizki gak bisa dihubungi"
"Hemm gitu ya, sorry gue nggak bisa tunggu Bella soalnya ada kuis kemarin tuh kan dan gue juga harus hafalin semuanya, makanya gue fokus dulu sama kuliah gue coba deh lo datang aja ke rumah sakit siapa tahu Rizki tidur Bella juga lagi tidur, makanya mereka susah dihubungin"
"Iya deh gue nanti kesana "
"Oke hati hati ya, gue mau tanya satu hal sama lo, beneran mau kejar Bella lagi sedangkan dia udah cinta tuh sama mantan suaminya. Udahlah jangan nyakitin diri sendiri lebih baik lo mundur aja di dunia ini tuh banyak perempuan bukan dia aja dan juga yang mirip Bella juga ada carilah yang lain"
__ADS_1
"Kenapa sih lo kayaknya nggak mau gitu gue sama Bella, gue itu lagi berusaha buat kejar dia dan dapatin hatinya lagi, seharusnya lo sebagai sahabat tuh dukung gue bukannya kayak gini dan lo tahu kan gimana hubungan gue sama Bella lu tahu kan segimana sayangnya gue sama dia, mau keadaannya bagaimanapun gue akan terima"
"Ya bukannya gue nggak dukung lo tapi kan sekarang Bella udah punya kehidupan yang lain dia aja udah ngandung maksudnya susahlah buat lo dapetin hati Bellanya lagi, di saat Bella udah terima keadaan mantan suaminya. Mungkin mereka setelah anak itu lahir akan menikah lagi dan lo juga harus pikirin gimana tanggapan keluarga lo apa mereka terima dengan keadaan lo yang menikahi Bella udah punya tiga anak, menurut gue nenek lu nggak akan pernah nerima itu Al"
"Iya gue tahu gue tahu semua konsekuensinya kalau nenek gue nggak akan pernah terima dengan keadaan Bella, tapi lo seharusnya sebagai sahabat dukung gue dong Zan gue juga kayak gini kan buat masa depan gue, lo emangnya nggak sayang sama Bella gimana kalau nanti Bella nikah lagi sama laki-laki itu malah dikurung dan enggak bisa ketemu lagi sama kita"
"Iya gue selalu dukung lo tapi lo juga harus pikirin dulu keluarga lo Al , lo jangan gegabah kejar Bella tanpa ada restu dari orang tua lo, apalagi nenek lo itu maunya perfect gak mau ada cacat sedikitpun, apalagi kalau udah tahu Bella hamil dan lo nanti yang nanggung semuanya pasti dia akan musuhin Bella kasihan juga sama Bellanya"
"Gue juga tadi udah bicara sama nenek gue dan ya lo tau sendiri jawabannya apa, dia menolak gue di sini serba salah banget dan lo tahu Sani sekarang adalah ibu tiri gue , kejutan yang sangat mengejutkan saat gue pulang papih gue udah punya istri dan istrinya itu temen gue sendiri"
"Apa lu nggak salah ngomong, jadi selama ini yang Sani sebut suami itu papih lo, kok bisa sih kapan mereka nikah kok kita nggak tahu gila sih terus lo gimana terima dengan keadaan itu"
"Ya mau gimana lagi gue harus terima itu demi kebahagiaan papih gue, gue nggak bisa egois sekarang gue harus lebih dewasa lagi mungkin mereka berdua udah jodoh makanya mereka menikah ya udahlah biarin yang terpenting sekarang gue harus bisa dapetin Bella, gue juga perlahan-lahan akan menerima Sani mungkin sekarang agak canggung tapi mungkin nanti udah lama kelamaan gue nggak akan canggung lagi sama dia , gue juga aneh kan panggil Sani dengan kata ibu tapi gue harus panggil dia dengan sebutan Ibu karena sekarang dia adalah ibu sambung gue dan Sani juga lagi hamil sekarang"
"Info yang begitu mengejutkan, gue sampai kaget tahu nggak sih dengar kalau Sani nikah sama ayah lo, gila banget sih ini terus yang tahu siapa aja"
"Ya mungkin keluarganya coba lu tanya pacar lo Anggia masa dia nggak tahu adiknya nikah sama papi gue, pasti dia ada dong lo kan sekarang lagi sama Anggi tanya aja sama dia pasti dia tahu"
"Gitu ya oke deh nanti gue coba tanya sama dia soalnya gue udah pernah nanya tapi dia bilang bukan sama papi lo nikahnya eh ternyata sekarang bener sama papi lo, ya udahlah gue mau belajar dulu lo pikirin dulu ya semuanya jangan ambil keputusan dengan gegabah pikirin dulu keluarga loh ya"
__ADS_1
"Iya Zan"