
Sani dengan terburu buru segera membuka pintu dan langsung berteriak "akhhh om ngapain sih ngagetin pagi pagi udah kerumah "
"Lihat deh saya udah pasang lampu buat kamu "
Sani segera mendongakan kepalanya dan tersenyum pada Sena, "omm gak salah pasang lampu kristal disini, haha lucu ya om lihat butuh satu dua tiga empat_"
"Sepuluh lampun "
"Nah om tau kan ini akan menambah pembayaran listrik aku loh, om gimanasih gak salah ya, ini banyak banget om "
"Sudah ayo saya antar ke sekolah tak usah memikirkan tentang pembayaran listrik "
Sena mengusur Sani dan membawannya kearah mobil, dan tanpa mereka sadari ada yang memfoto mereka berdua.
**
"Geaa "
"Apa sih kak Sonia aku mau kerja ada apa lagi "
"Awas kamu jangan lupa mata matai Sena "
"Kenapa sih kakak gak temuin dia aja, dia kan mantan suami kakak, apa kakak tak mau gitu bertemu dengan Alvaro anak kakak sendiri "
"Ya mau tapi sulit Sena pasti tak akan mengizinkannya Gea, kau tau aku harus mengyingkirkan anak kecil itu terlebih dahulu, agar Sena mau kembali dengan ku "
__ADS_1
"Kenapa kakak dulu malah meninggalkan Sena cuman gara gara laki laki lain, kenapa kak padahal dia udah rela tinggalin hartanya kekuasannya demi kakak lalu kenapa balasan kakak seperti ini, setelah kakak dicampakan oleh laki laki itu, kakak kembali dan ingin kembali pada Sena dan anak kakak "
"Diam lah kamu anak kecil dan tak tau apa apa, hidup itu bukan tentang cinta saja tapi butuh harta, aku butuh uang dan tak butuh cinta, Sena terlalu naif makannya seperti itu "
"Lalu setelah Sena mendapatkan semuanya kakak ingin hartanya begitu "
"Iyalah aku masih punya hak, karena anak ku Alvaro ada disana aku ibunya, ibu kandungnya "
"Gak habis fikir aku sama kakak, jadi ragu aku untuk membantu kakak "
Gea langsung pergi meninggalkan kakaknya Sonia, kesal sekali melihat dia yang seperti itu, kenapa dari dulu fikirannya hanya harta saja dan harta, demi harta dia bisa meninggalkan anak dan juga suaminya.
Kenapa dirinya dulu tak pernah menemui Sena dan juga Alvaro karena dirinya dan ibunya tak tau kalau kak Sonia sudah menikah, ibunya yang adik dari ibu kak Sonia sama sekali tak diberitahu.
Dirinya tahu setelah dirinya tinggal bersama kak Sonia dan menceritakan semuanya, awalnya kakaknya itu menceritakan kalau Senalah yang meninggalkannya ternyata kakaknya lah yang meninggalkannya.
Sonia yang akan mengejar adiknya tak jadi, dia melihat ponselnya dan mendapat pesan dari orang suruhannya, dan dia mengirimkan sebuah foto dimana Sena mengandeng Sani, ya didekat sebuah gang.
"Akhh sial sial aku harus menyingkirkan anak kecil itu, awas saja "
**
"Udah om sampai sini aja jangan sampai sekolah yang ada malah ketahuan sama anak anak yang lain udah ya om "
"Beneran gak mau saya anterin sampai sekolah, saya gak masalah loh nganterin kamu sampai sekolah saya banyak alesan buat bisa nganter kamu kesana "
__ADS_1
"Gak usah om aku bisa sendiri dan aku gak mau jadi masalah, aku pergi dulu om, makasih ya om udah anterin aku dan untuk lampu mending di copot aja om aku gak akan mampu bayar listrik "
"Udah udah sana kesekolah saya udah bilangkan jangan fikirkan tentang lampu cepat sana kamu mau telat "
"Iya iya deh om, gimana om aja lah "
Sani segera keluar dan berjalan kearah sekolah, bahkan dirinya memakai masker karena takut ketahuan oleh teman temannya yang lain.
**
"Liat kan Alva apa kata aku kalau ayah kamu itu sama Sani terus, aku benerkan gak bohong parah banget kan s Sani "
Alvaro tak menjawab dia langsung menjalankan mobilnya kearah sekolah sedangkan Bella tersenyum senang akhrinya dirinya bisa membuktikan pada Alvaro kalau ayahnya juga suka bersama Sani, habislah Sani sekarang.
Pasti Alvaro akan makin membenci Sani, ya pasti "sayang kenapa kamu diam aja apakah kamu masih tak percaya sama aku, aku udah kasih bukti loh sama kamu, terus kamu kenapa diem aja "
"Gak aku percaya kok, cuman masih kaget aja kenapa papih bisa lakuin itu "
"Terus sekarang apa yang akan kamu lakukan pada Sani, aku akan siap membantunya "
"Tak ada aku akan berbicara dengan papih "
"Hah kenapa begitu, kau sudah lihat kan kebenarannya tapi kenapa kau malah akan bertanya pada ayah mu kenapa tak langsung labrak Sani, kenapa Al kenapa padahal aku susah susah loh nunjukin sama kamu"
"Udah ini urusan keluarga aku jadi kamu gak usah ikut campur "
__ADS_1
Bella menghembuskan nafas kasar, percuma dong dirinya melakukan itu kalau pada akhirnya begini, tak ada gunanya sama sekali, dasar Alvaro untuk apa coba tadi cape cape ngikutin kalau akhirnya kayak gini.