Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Menyamar menjadi paman


__ADS_3

Sena sudah sudah memakai pakaian santainya, Bella yang melihat calon mertuanya melonggo, ternyata lebih ganteng bapaknya ya kalau pake baju santai, kalau pake baju kantor akan terlihat garang dan sangat menyeramkan sekali.


Alvaro langsung mengusap wajah pacarnya "Bell kamu mau macem macem ya sama aku, "


"Engga kok sayang " sambil tersenyum malu


Sena menghampiri anaknya " Papi mau pergi dulu kamu baik-baik di sini ya awas jangan lakuin apa-apa sama Bella , kalau engga papih akan kirim kamu keluar negri dan kamu sekolah disana saja. Jangan pulang malam ya Bel, khawatir kalian kan masih muda muda dan takutnya nanti melakukan hal yang aneh aneh lagi "


"Iya papih tenang aja aku juga gak akan lakuin apa-apa kok papih yang tenang. Emang papih mau ke mana sih udah kayak gini Kayak anak muda aja. Gak biasannya Papih pakai baju kayak gini mau ketemu sama pacar Papih ya siapa jangan bilang Sani"


"Tidak Papi tidak ingin bertemu dengan siapa-siapa, papih hanya ingin jalan-jalan jenuh di rumah karena kan papih juga sudah beres pekerjaannya, kamu nih papi ini tidak punya pacar dan tidak mungkin dengan Sani sudah ya Papi berangkat dulu hati-hati di rumah. Alvaro papih percaya sama kamu , kamu tidak akan melakukan apa-apa pada Bella jika itu sampai terjadi Jangan harap papih akan memaafkanmu"


"Iya pih siap siap, tenang aja "


Setelah sang ayah pergi Alvaro segera menyentil telinga sang kasih "kamu ini ya kalau lihat yang ganteng-ganteng itu mata gak kedip ingat itu calon mertua kamu, nanti kalau kamu udah nikah sama aku kamu mau curi-curi pandang juga sama papi aku"


"Sakit ayangg, gak lah gak mungkin curi-curi pandang terus sama Papi kamu, ya cuman aku aneh aja kok bisa ya papih kamu berubah jadi sangat tampan setelah menganti pakaiannya dan aku tak percaya kalau dia mempunyai anak seumur kamu "


"Iya Iya aku tahu papih aku lebih tampan lebih berwibawa dan segalanya aku tahu terus kau mau selingkuh gitu sama papi aku, iya kamu mau ya "


"Ya gak akan dong ayang aku gak akan mungkin selingkuh, kamu ini gimana sih belum tentu juga papih kamu mau kan sama aku , udah ya jangan berpikir yang aneh-aneh aku tuh ya cuman mengaguminya saja, wajar dong namanya juga perempuan kalau lihat cowok ganteng itu suka Oh my God gitu kan histeris, kamu juga kalau lihat yang lebih bening dari aku pasti kayak gitu"


"Gak akan aku gak akan kayak gitu tenang sayang aku tidak mungkin berpaling pada perempuan lain, udah yu jangan malah berantem, ayo kita main aja keluar "

__ADS_1


"Yaudah yu sayangg kita pergi sekarang jalan jalan "


Alvaro langsung merangkul pacarnya dan langsung keluar rumah masuk kedalam mobil dan pergi.


**


Sedangkan Sena masih saja menelfon Sani, namun sama sekali tak diangkat, mau diangkat gimana nomornya gak aktif.


"Kamu udah mau mulai main-main ya sama aku ya San, aku kasih kamu ponsel untuk kita lebih gampang berkomunikasi ini malah susah banget dia gak aktif sebenarnya pergi ke mana sama Arzan "


Sena terus saja menjalankam mobilnya dan berhenti didepan gangnya kontrakan Sani, Sena langsung memarkirkan mobilnya ditempat biasa , lalu segera masuk kedalam gang itu.


Namun saat sudah sampai dedepan rumah kontrakan Sani, Sena sama sekali tak bisa masuk karena di kunci, berarti dia belum pulang, namun tiba tiba ada yang menghampirinya.


"Saninya belum pulang bapak ini siapanya, kok sering kesini ya, apa bapak kerabatnya"


"Oh gitu ya pak maaf kami cuman takut aja nanti Sani malah melakukan apa-apa kan, jadi ya gimana kan warga itu suka curiga gitu pak, pantesan ya wajah Bapak sama Sani mirip banget gitu ternyata emang saudaraan ya"


"Tenang aja Sani gak akan mungkin ngelakuin apa-apa saya kan yang sering ke sini, masa pamannya sendiri mau lakuin apa-apa sama saudaranya sendiri kan gak mungkin, ibu-ibu gak usah khawatir Sani itu anak baik gak mungkin dia macam-macam di sini dia juga sekolahnya dekat dari sini makanya ngontrak di sini, gak tinggal di rumah , dia tuh pengen mandiri ya gimana anak muda kan kita sebagai orang tua itu sulit buat bilangin dia"


"Iya juga ya pak ya udah makasih maaf ya saya tanya-tanya kayak gini, ini juga agar ibu-ibu yang lain gak bilang yang aneh-aneh gitu makanya saya datangin bapak dan konfirmasi sebenarnya bapak itu siapanya Sani "


"Iya tenang saja bu, oh ya bu ini yang punya kontrakan siapa "

__ADS_1


"Kebetulan saya pak "


"Apa ada duplikatnya, soalnya tadi saya janjian sama Sani, tapi ternyata dia masih ada tugas disekolahnya "


"Ada pak, sebentar ya saya akan ambilkan dulu, sebentar "


"Baik bu "


Sena langsung mengeluarkan ponselnya dan megaca " masa sih wajahku mirip sama Sani apa kita berdua jodoh ya, padahal aku tadi cuman ngarang aja sebagai paman Sani, beneran gak sih mirip tapi ya udah sih gak papa kalau beneran mirip Alhamdulillah kan beneran jodoh nantinya meskipun beda usia"


Saat melihat ibu ibu itu kembali lagi Sena segera menyimpan ponselnya kedalam sakunya lagi dan mengambil kunci yang diberikan tadi.


"Makasih ya bu "


"Iya sama sama pak, saya permisi "


"Iya "


Sena segera membuka rumah kontrakan itu, dan saat dibuka sangat bersih, ternyata dia suka beres beres, karena yang dirinya tau, anak yang seumuran Sani itu suka malas dan kalau disuruh beres beres akan sulit.


Sena mendudukan bokongnya dan memainkan permainan di ponselnya sambil menunggu Sani pulang, awas saja kalau pulang malam, tak akan dirinya maafkan Sani.


Entahlah rasannya beda saat mencintai Sonia dan juga Sani, saat dirinya mengejar Sonia tak mengebu ngebu seperti ini, malahan biasa biasa saja, acuh tak acuh dan kadang kadang dirinya tak terlalu perhatian.

__ADS_1


Namun dengan Sani dirinya ngebet sekali, padahal baru kenal beberapa bulan tapi rasannya begitu beda seperti sudah kenal dari lama saja gitu, ya begitulah rasanya sangat berbeda.


Apakah karena baru kali ini ya dirinya bisa tertarik kembali pada seorang perempuan.


__ADS_2