
"Kenapa sayang, ada apa "
"Lebih baik kita pulang bee kayaknya gak akan bener deh "
Sena menganggukan kepalanya dan segera menggenggam tangan istrinya dan pergi dari kerumunan itu, dari kegelapan itu, Sani sama sekali tak kena pisau yang dipegang oleh Mira.
Siapa orang yang terkena tusuk disini, Mira yang memang salah sasaran hanya diam saja menatap orang yang sudah dirinya lukai, tadi orang itu menerobos dan membuat Mira salah sasaran, tubuh Sani terhalang oleh laki laki ini.
Mira mendongakan kepalanya dan melihat orang itu, ternyata orang yang sudah dirinya tusuk adalah Arzan, Mira segera mundur dan melihat Arzan yang masih memegang pisau diperutnya.
Mira tau itu Arzan meskipun dia memakai topeng, dia sangat tau perawakan laki laki yang dirinya cintai, setelah keluar dari kerumunan Mira segera berlari dan melihat tangannya yang berdarah, Mira berlari ke kamar dan segera mencuci tangannya dengan tubuh yang bergetar.
"Kenapa malah Arzan yang tertusuk bagaimana ini, aku harus bagaimana, kenapa bisa begini kenapa bisa salah sasaran, bagaimana ini, aku harus bagaimana "
Mira sudah pusing harus melakukan apa, Mira dengan cepat pergi dari kamar mandi dan meninggalkan pesta topeng ini, dirinya harus kemana, apakah harus pulang kerumah atau kemana.
Keluarganya tak ada yang tahu kan dirinya pergi kemana lebih baik pulang saja kerumah, ya lebih baik pulang kerumah pasti semuanya akan aman.
Mira dengan cepat memberhentikan taksi dan masuk kedalam mobil dengan wajah yang sudah sangat ketakutan, wajahnya begitu pucat "maaf nona apakah kau baik baik saja " tanya pak supir.
Mira melihat sekilas dan menggelengkan kepalanya " ya aku baik-baik saja, kau tidak usah menghiraukanku ku kau fokus saja untuk menyetir, aku baik-baik saja dan tidak sedang terjadi apa-apa"
Pak supir tak kembali bertanya, Mira terus saja memilin milin tangannya pikirannya sudah sangat kacau bagaimana ini, apa yang harus dirinya lakukan, apakah harus menuduh Sani lagi, itu tak akan mungkin kan, dirinya tak akan mungkin melakukan itu lagi, sedangkan Sani tadi sedang dengan seseorang, tidak mungkin dirinya memfitnahnya dengan tiba tiba, ada saksi mata yang melihat kalau Sani tak melakukan apa apa.
__ADS_1
Setelah sampai depan rumah Mira segera turun dan memberikan uangnya bahkan Mira tak mengambil kembaliannya dia langsung saja berjalan kearah belakang rumah, dan segera mengambil tangga yang selalu dipakai untuk membenarkan genting.
Mira dengan perlahan lahan naik dan segera masuk kedalam kamarnya, Mira menutup jendela dan Menganti pakainya juga, "aku harus membuang pakaian ini, jangan sampai ada sidik jadi atau bercak darah di pakaian ini.
Mira membuang pakaiannya ke tong sampah dan menggantinya mengunakan baju tidur dan membaringkan dirinya, bagaimana ini laki laki yang dirinya cintai malah tertusuk harus melakukan apa dirinya tak mungkin kan dirinya menyerahkan diri.
Bagaimana sekarang keadaan Arzan apakah dia akan hidup atau mati " bodoh kau Mira kenapa kau bisa salah sasaran, bagaimana ini bagaimana keadaan Arzan apakah dia baik baik saja huff aku harus tahu keadaannya tapi bagaimana aku tak bisa melakukan apa apa "
Mira membuka ponselnya namun masih belum ada berita apa apa, "apakah Arzan melihatku, apakah dia mengenaliku bagaimana ini, aku begitu takut sekali, Arzan maafkan aku ,sungguh aku minta maaf aku tak sengaja Zan maafkan aku"
**
Arzan yang diperutnya ada pisau dia berjalan dengan tertatih tatih, padanya sudah buram, bahkan perutnya seperti mati rasa saja. Dengan penglihatan yang makin tak karuan Arzan mencoba mencari teman temannya.
Rizki dan juga Alvaro yang mendengar banyak orang yang berteriak segera menghampiri kearah sana dan menerobosnya ternyata ada temanya Arzan yang terbaring, mereka berdua segera menghampiri Arzan dan melihat darah yang begitu banyak " panggil ambulans panggil ambulans bukannya pada teriak woy " teriak Rizki
Alvaro yang melihat teman teman malah diam saja dan memfoto langsung menelfon ambulans dan setalah itu melihat teman temannya.
"Heh kalian ini kalau ada yang kesakitan gini ada yang kecelakaan kayak gini seharusnya dibantu bukannya pelangga pelonggo, malah foto fidio sana sini, bubar kalian semua bubur jangan ada disini lagi, kenapa semuanya bubar "
"Biasa aja kali Alvaro gak usah marah marah kita juga mau telfon ambulan kok "
"Ya tapi kalian panggil ambulansnya kalau orangnya udah mati, udah tahu orang lagi butuh bantuan seharusnya kalian tuh cepet-cepat telepon ambulance malah ini kayak gini dulu, perasaan kalian di mana kalau sekarang kalian lagi ada di posisi ini gimana udah sekarang bubar semua kalau kalian semua emang nggak mau bantuin atau mau cari solusi mendingan kalian pergi jangan ada di sini dan buat jadi sumpek bukannya telepon ambulans atau apa kek ini malah difoto di video kayak gini, dasar orang-orang gak punya otak untuk apa kalian di sekolahin"
__ADS_1
Alvaro yang sudah mengeluarkan unek uneknya kembali melihat keadaan Arzan kenapa ambulans lama sekali, namun tak lama kemudian datang juga ambulans, segera dibawa Arzan kedalam ambulans.
Arzan pun dengan Alvaro ikut masuk, mereka begitu takut mereka takut Arzan kenapa napa Rizki segera melihat kearah Alvaro yang wajahnya begitu panik " Al apakah disekolah kita ada pembunuh bagaimana ini, kenapa bisa alvaro kenapa bisa ada yang tusuk Arzan siapa sebenarnya yang melakukannya "
"Gue juga gak tau Ki, gue gak tahu siapa yang lakuin ini,padahal Arzan gak pernah punya musuh, dia gak pernah bermasalah sama siapa pun, bahkan pertemanannya gak luas, dia cuman sama kita aja kan "
Rizki menjambak rambutnya dan melihat Arzan temannya Arzan yang sedang ditangani, "Huff kenapa sih, siapa awas aja sampai orang itu ketemu sama gue, bakal habis dia berani-beraninya dia lakuin ini sama Arzan, lihat aja gue nggak akan pernah ampunin dia udah keterlaluan banget ini sampai tusuk orang emangnya apaan sate ditusuk-tusuk"
Mereka berdua diam dan segera menatap Arzan, mereka berdua terus saja berdoa, Alvaro yang baru ingat kalau Sani belum ketemu segera mengeluarkan ponselnya dan menelfon Sani.
"San kamu dimana "
"Aku di rumah tadi aku langsung pulang karena tiba-tiba mati lampu dan aku juga nggak temuin kalian semua makanya aku langsung pulang aja takutnya terjadi apa-apa"
"Syukur deh kalau kamu udah di rumah. Arzan San Arzan ketusuk kamu bisa kan ke rumah sakit sekarang"
"Apaa kenapa bisa "
"Aku juga gak tau, kamu kesini ya nanti aku kirim alamatnya kita juga ini masih dijalan "
"Iya aku kesana sekarang "
Sambungan pun terputus.
__ADS_1