
Bella yang baru pulang langkahnya diberhentikan oleh seseorang "kamu kenapa Bell, tangan kamu kok banyak cakaran kayak gitu, dan muka kamu juga merah "
Bella langsung mengalihkan pandangannya dan menatap orang yang tadi berbicara pada dirinya. " lo nggak usah peduli deh sama gue, mau muka gue gimana, mau banyak cakaran ataupun apapun itu lo nggak usah ikut campur"
"Kakak cuman nanya aja de, kenapa kamu malah jawabnnya kasar kayak gitu, kakak khawatir sama kamu "
"Udah bicaranya gue nggak perlu dikhawatirin sama lo, jadi jangan sok khawatir yang ada lo khawatiran aja diri lo yang kayak gini, lo yang memprihatinkan di sini bukan gue gara-gara lo hidup gue tuh jadi hancur tahu nggak, bahkan Mami sama papi nggak ada tuh perhatian sama gue dia tuh cuman fokus aja ngurus lo yang udah buat mereka kecewa, tapi mereka masih aja bisa sayang sama lo dan urus lo sampai sekarang, lo itu udah dewasa seharusnya lo bisa urus diri lo sendiri tanpa harus tergantung sama papi ataupun mami"
"Bella " teriak seorang wanita lainnya
"Kenapa Mami mau marah sama Bella. Emang kenyataan kan kalau dia tuh cuman jadi beban keluarga aja, dia itu udah kecewain keluarga kita mih, tapi Mami sama papi masih terima dia di sini, seharusnya dia tuh diusir dari rumah ini bukannya masih disini, dan sekarang kenapa aku sih yang jadi kena getahnya apa-apa aku dikekang, aku dimarahi tapi dia nggak pernah tuh dimarahin bahkan membuat kesalahan besar kayak gitu cuman dimarahin sekali aja terus dia disayang-sayang. Apakah aku harus lakuin apa yang pernah dia lakuin dulu. Apakah aku harus ulangi kelakuan dia lagi supaya kalian sayang sama aku dan juga perhatiin aku sama seperti kalian perhatiin perempuan gagal itu"
__ADS_1
Plak mamihnya menambar Bella cukup keras "Kamu kalau bicara dijaga Bella dia adalah kakak kamu, kamu jangan seperti itu, kamu seharusnya hormat sama dia bukannya malah bicara kayak gitu, mau bagaimanapun masa lalunya kamu tetap harus menghormati kakakmu, dia lebih tua darimu"
"Mami bahkan berani main tangan sama aku cuman gara-gara bela dia aja, pernah nggak Mami bela aku di depan Papi nggak pernah kan. Tapi kalau tentang masalah perempuan Ini mami pasti bela aja apapun kesalahannya, mau kesalahan dia sebesar apapun mami pasti akan bela terus dia menerus aku ini sebenarnya anak kalian bukan sih, apa aku cuma anak pungut aja sampai kalian beda-bedain aku sama Serena"
"Udah cepat sekarang kamu masuk kamar. Jangan banyak bicara Bella kamu ini tidak tahu apa-apa masuk kamar sekarang juga"
"Tuh kan masalah itu aja nggak bisa jawab. Berarti bener kan aku hanya anak pungut sampai-sampai kalian bedain aku sama Serena, setiap serena yang salah selalu saja aku yang menjadi pelampiasan kalian, semua ini tak adil tak ada yang pernah adil padaku, kalian hanya mementingkan Serena Serena dan Serena lihat saja jika nanti aku sudah dewasa dan sudah bekerja aku tidak akan membutuhkan kalian lagi. Aku sama sekali tidak akan mengurus kalian urus saja kalian oleh Serena dia kan anak kesayangan kalian"
Setelah mengatakan itu Bella langsung pergi kekamarnya dan menutup pintunya " Mih Serena minta tolong Mami jangan terlalu keras sama Bella, bisa kan Mami sama papi seperti dulu lagi. Kasihan Bella terkekang kayak gitu, bukannya dia akan menjadi anak yang baik malah dia akan menjadi anak pembangkang mih. Tolong jangan beda-bedakan aku dengan Bella aku baik-baik saja dan aku tidak akan pernah melakukan kesalahan yang sama lagi jadi Mami tidak harus memantauku 24 jam, mami dan Papi juga harus mementingkan Bella dia juga perlu kasih sayang dan dia juga perlu perhatian Mami jangan pilih kasih seperti ini ya "
"Iya aku tahu aku salah dan aku sudah mengecewakan kalian berdua, tapi setidaknya jangan mengekang Bella dia tidak tahu apa-apa dan dia tidak terlibat dalam masalahku dulu tentang masa laluku dia tidak terlibat. Jangan membuat Bella malah menjadi perempuan yang tidak punya aturan. Tetap saja kalian harus memberikan kasih sayang padanya aku ya aku, Bella ya Bella kami berdua beda jadi Mami tidak usah takut kalau Bella akan melakukan hal yang sama sepertiku , sudah terlihat kan watak kami saja berbeda. Jadi aku yakin Bella tidak akan melakukan itu"
__ADS_1
"Watak tidak akan menjamin, kalian kan kakak adik pasti punya kesamaan "
Saat Serena akan menjawab dia malah melihat sang adik yang turun membawa koper, Serena langsung mencegatnya ditannga "kamu mau kemana "
"Gimana gue dong mau kemana pun, itu bukan urusan lo, jadi minggir dan jangan halangi jalan gue, jangan sok perhatian dan sok peduli sama gue, gue udah bilang kan lo adalah biang kerok dari semua masalah ini awas jangan halangin jalan gue ah "
Bella bahkan sampai mendorong kakaknya sampau tersungkur sedang mamihnya langsung menolong anak sulungnya "Bella kamu keterlaluan ya "
"Dianya aja yang lebay cuma didorong sedikit langsung jatuh aja, dia itu banyak banget drama dari dulu sampai sekarang, Mami nggak tahu aja drama dia tuh banyak banget stok dramanya, jadi mamih jangan tertipu sama dia "
"Bella kamu sudah keterlaluan ya, sekarang juga kamu pergi dari rumah ini dan jangan pernah kembali lagi ke sini, kamu ini dasar anak pembangkang tidak tahu diri sudah di sekolah kan oleh orang tua tapi tidak mau mendengarkan apa kata-kata orang tua, bisanya hanya saja menjawab dan menjawab sana kamu hidup sendirian di dunia ini. Kamu tidak akan bisa hidup tanpa kami, pergi sana "
__ADS_1
"Tanpa mamih usir pun aku akan pergi, aku sadar diri dan aku tak akan ada disini lagi, aku pun tak sudi tinggal disini muak aku hidup bersama orang seperti kalian ini, sangat muak sekali aku "
Bella kembali menyeret kopernya dan pergi dari dalam rumahnya.