
Sani menembak nembak kan gelembungnya kearah suaminya Sena sambil tersenyum senang lalu mengelilingi Sena mereka tertawa sama sama, "ayo dong bee keluarin balon balonnya, jangan didiemin terus kamu baik deh bawa aku ketempat ini aku suka "
Sena dengan patuh melakukan apa yang istrinya suruh, dia menyemprotkannya kearah istrinya mereka akhirnya saling tembak tembakan gelembung, sampai sampai Sena mengejarnya.
"Sudah sudah sayang, lebih baik sekarang kita berfoto ayo sayang kau disana ya diam disana, biar aku memfoto kan nya "
Sani mengangguk dan memberikan pistol pistolan itu kearah suaminya lalu Sani segera duduk dan bergaya, suaminya segera memfotonya mengunakan kamera yang dia bawa.
"Nah bagus sayang, ganti lagi gayanya sayang ganti lagi "
Sani kembali lagi menganti gayanya lalu lagi dan lagi, Sena mundur terus mundur " sayang gayanya seperti tak melihat ke kamera "
"Ok "
Sani segera melakukannya saat Sena akan mencekrek tiba tiba dirinya terpeleset dan kamera itu masuk kedalam sungai yang airnya cukup deras, ya memang mereka sekarang sedang Adi disebuah sungai yang di pinggirnya banyak bunga bunga yang bermekaran.
Sani yang tak mendengar suaminya mengatakan sudah langsung mengalihkan padannya dan menatap suaminya yang sedang menatap kearah sungai " bee kenapa "
"Kameranya sayang "
Sani mengerutkan keningnya dan segera bangkit, Sena langsung mendekati istrinya sebelum istrinya datang padanya.
Sena membawa istrinya duduk lagi dan memeluk tangannya " kenapa kameranya bee ada apa "
__ADS_1
"Kameranya masuk kedalam sana "
"Apa kenapa bisa masuk, di sana kan banyak foto-foto kita kenapa bisa jatuh ke dalam air bee, padahal banyak banget kenangan kita kenapa bisa jatuh bee"
"Akan aku ambil "
Sani langsung menarik tangan suaminya yang sudah bangkit lalu tertawa " tidak usah bee aku hanya bercanda sudahlah tak apa, kita bisa mengambil foto lagi nanti, tak usah mengambil kamera itu, dimana pun kita nanti kita bisa mengambil fotonya benarkan "
"Kau ini membuatku takut saja sayang, kukira kau akan membiarkan suami ganteng mu ini masuk kedalam air yang begitu dingin " sambil mencubit hidung sang istri.
"Hehehe aku kan hanya bercanda, bee ada yang ingin aku tanyakan, sesuatu yang pribadi kau harus menjawabnya dengan jujur jangan ada yang disembunyikan bee kau harus menjawabnya tak boleh tidak "
"Apa sayang "
Sani melihat kearah wajah Sena dan kembali menatap kearah air yang mengalir dengan begitu deras.
"Tidak setelah aku bercerai dengan Sonia, aku sama sekali tidak mencari perempuan lain bahkan aku hanya fokus bekerja, aku gila kerja pokoknya aku harus membuktikan pada semua orang kalau aku ini bisa kalau aku ini mampu sukses tanpa kedua orang tua ku dan aku juga ingin membuktikan pada Sonia kalau aku bisa berdiri tanpanya, kalau aku tidak berpegang teguh padanya dan aku bisa membuat diriku sukses tanpa dia disampingku dan aku juga mampu mengurus Alvaro sendirian tanpa dirinya. Dan pada kenyataannya aku bisakah aku mampu membuktikan pada Sonia dan keluargaku kalau aku mampu "
"Begitu ya tekadmu begitu bagus kau tidak tergantung pada perempuan tapi aku ingin bertanya lagi apakah aku dengan mbak Sonia sama, ya aku hanya ingin sekedar tahu saja bee"
"Tidaklah sayang kau dan Sonia sangat berbeda sangat berbeda dari sikap sifat pokoknya dari semua segi apapun kalian tidak bisa dibandingkan, kalian sangat berbeda. Tak ada kesamaan diantara kalian berdua sayang "
"Apakah kau lebih mencintaiku atau mencintai mba Sonia" kembali Sani menanyakan itu, entah kenapa setelah bertemu dengan mba Sonia kemarin malam tiba tiba saja dirinya menjadi merasa tak pantas hidup dengan Sena, mba Sonia begitu cantik tinggil langsung. Sedangkan dirinya tak begitu tinggi seperti mba Sonia bahkan wajah saja pas pasan.
__ADS_1
"Aku mencintai kalian dalam waktu yang berbeda, dari tahun yang berbeda dan dari masa yang berbeda. Maka kau bisa menyimpulkan sayang "
Sani tersenyum mendengar kata kata Sena ya pasti lah Sena pernah mencintai istrinya tapi diwaktu yang berbeda seperti apa yang suaminya katakan.
"Lalu kau sejak kapan mencintaiku, emm mungkin sangat terlalu pribadi tapi aku ingin tahu bee, aku masih penasaran kenapa kau bisa suka padaku "
"Sejak kau datang ke bandara dan memberikanku makan, tapi tidak saat kau dirumah sakit, bukan bukan sebelum itu sebelum kau ditabrak oleh Alvaro tidak tidak sebelum itu juga entahlah intinya saat melihat dirimu aku tertarik padamu dan aku suka padamu Sani, aku begitu menyukai ku dari sikap mu, dari parasmu dari segala hal yang ada didalam dirimu aku suka, aku suka dirimu yang mandiri dan juga baik pada keluarga dan mau jadi tulang punggung "
"Benarkah pertama kau melihat diriku kau langsung suka padaku, padahal aku hanyalah seorang anak kecil yang masih berumur belasan tahun dan bisa dicintai oleh orang sematang dirimu. Apakah kau yakin apakah kau tidak sedang terobsesi padaku atau ya apalah "
"Tentu saja tidak, mana mungkin aku terobsesi padamu yang sedang aku rasakan ini adalah cinta aku sayang sama kamu Sani, bukan karena terobsesi atau apapun sama sekali aku tidak memikirkan hal itu, aku memang mencintaimu aku memang menyayangimu dan di hatiku tidak ada lagi Sonia tidak ada lagi Ibu Alvaro itu, dia sudah hilang dia sudah lenyap dari hatiku dari pikiranku dari hidupku dan aku juga berjanji padamu aku tidak akan pernah kembali lagi pada Sonia, meskipun dengan alasan apapun itu aku tidak akan pernah kembali padanya, pegang janji janjiku sayang, aku tak akan pernah mungkin kembali lagi ada Sonia "
"Iya aku percaya padamu, aku selalu percaya padamu kau tak akan mungkin menghianatiku dan meninggalkanku begitu saja, aku percaya sama setiap kata-katamu aku akan terus mengingat semua kata-katamu bee dan aku juga tidak akan pernah mengecewakanmu seperti Mbak Sonia pernah mengecewakan mu, aku janji itu tapi tolong bimbing aku untuk menjadi istri yang baik untuk menjadi istri penurut dan selalu bisa membahagiakan mu"
"Aku akan selalu membimbingmu sayang aku akan selalu mengajarkan hal baik untukmu tapi ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu sejak kapan kau mencintaiku dan kenapa kau bisa mencintaiku, aku pun ingin tahu sayang apa alasannya kenapa "
Sani diam menatap suaminya lalu mendekati telinga suaminya "apakah kau ingin tahu apakah kau sangat-sangat ingin tahu kapan aku mencintaimu, apakah kau begitu penasaran Bee "
Sani langsung berdiri dan menatap suaminya dari kejauhan "aku tidak akan memberitahu kapan aku mencintaimu, aku akan merahasiakan semuanya yang terpenting aku sudah mencintaimu sekarang dan aku tidak akan mengatakannya padamu sejak kapan aku mencintai om-om seperti dirimu, om om genit seperti mu "
"Heyy aku tak genit sayang " teriak Sena karena Sani sudah berbalik menjauhinya.
Sani hanya tersenyum mendengar semua kata kata dari suaminya, dia terus saja berlari, sedangkan Sena menepuk dahinya istrinya ini ada-ada saja mengatakan kalau dirinya om-om memang benar dirinya adalah om-om tapi om-omnya versi lain dirinya tidak buncit perutnya sixpack wajahnya rupawan ya kalau dengan Alvaro sebanding lah tak ada jauhnya.
__ADS_1
"Sayanggg kau jangan kaburrrr "
Sena segera bangkit dan berlari mengejar istrinya yang sudah berlari terlebih dahulu akan dirinya tangkap istri nakalnya itu.