Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Pulang bersama


__ADS_3

Mereka bertiga sudah bersiap-siap untuk pulang bahkan mereka sudah check out dan ada di lobi menunggu taksi yang akan datang dari kejauhan Alvaro terus saja menatap dua orang yang sepertinya dirinya kenal dan benar saja itu papihnya dengan cepat Alvaro menghampirinya.


"Papi Kak Fatimah ada di sini juga, kalian kenapa tiba-tiba ada di sini dan Papi juga kenapa enggak bilang sama Alvaro Kalau papi ada di sini"


Sani yang melihat itu wajahnya sudah sangat pucat sekali takut-takut nanti Alva marah padanya karena om Sena ada di sini pasti Alvaro berpikir yang macam-macam sedangkan Rizki dia sudah sangat senang sekali melihat ada Kak Fatimah dia juga menghampiri Kak Fatimah .


"Maafkan papih, Papi mengganti nomor telepon dan tak sempat menghubungimu. Papih sedang ada kerjaan dan sangat mendadak, papih juga baru kemari kemarin dengan kak Fatimah. Kau tahu ibumu menelpon terus Papi dan meneror Papi makanya Papi mengganti nomor telepon. Lebih baik kau juga ganti nomornya jangan sampai dia menghubungimu nanti dia macam-macam tapi kalau kau memang ingin lebih mengenal lagi ibumu papih tidak masalah bagaimanapun dia adalah ibumu"


"Aku akan mengganti sesuai apa kata-kata papi aku tidak mau berhubungan dengan perempuan itu, ya sudah kita tunggu taksi bareng-bareng Pih di sana juga ada Sani lagi nunggu, papih pulang kan gak ada kerjaan lagi "


"Iya papih pulang Al "


"Baguslah pih "


Mereka segera bergabung dengan Sani, Sani masih saya menundukan kepalanya, Alvaro langsung mendongakan wajah Sani dan melihat wajahnya "Kenapa denganmu kenapa wajahmu pucat apakah kau sakit"


"Emmm tidak aku tak sakit "

__ADS_1


"Baiklah "


Alvaro kembali melihat kearah papihnya yang sedang memain kan ponsel, dirinya masih penasaran dengan hubungan ayahnya dan juga Sani tapi dirinya tidak mau membasnya sekarang. Sudahlah pasti mereka sudah tidak berhubungan lagi tidak mungkin papihnya bersama Sani.


"Kak Fatimah kemari pasti mau nyusulin Rizki kan kak Fatimah pasti khawatir kan Rizki nggak pulang-pulang. Makanya ke sini ikut sama Om Sena kerja bener kan , Rizki nggak akan kemana-mana Kak, Rizki nggak akan selingkuh kok beneran Rizki pasti akan setia sama Kak Fatimah sampai kapanpun, kakak cuman perlu percaya aja sama Rizki, Rizki enggak akan menduakan cinta kakak, cintaku cuman buat kakak aja buat kak Fatimah yang cantik dan selalu ada di dalam hati Rizki "


"Kamu jangan geer ya saya ke sini tuh mau kerja bukannya mau cari kamu, mau kamu kemanapun saya nggak peduli pokoknya "


"Kok Kak Fatimah bicaranya kayak gitu si sama calon suami. Nanti kalau kita udah nikah nggak boleh gitu Kak yah kakak harus hormat sama Rizki. Kakak tuh harus khawatir sama Rizki "


Fatimah hanya mengelengkan kepalanya saja adik dari mantan pacarnya sungguh membuatnya sangat pusing dengan kata-kata yang selalu seperti ini, dirinya kira tidak akan bertemu dengan dia tapi ternyata malah bertemu lagi kenapa ada Rizki segala sih, jadinya kesal harus selalu menanggapinya.


"Kamu tuh masih kecil Rizki kamu jangan berharap lebih sama saya, saya ini lebih tua dari kamu lebih baik kamu cari perempuan yang memang seumuran sama kamu aja, saya nggak bisa sama kamu kamu cari temen yang di sekolah kamu gitu banyak kan yang cantik saya enggak cocok sama kamu" Fatimah mencoba untuk membuat Rizki mengerti.


"Aku nggak akan mau cari perempuan lain Kak, Rizky tidak peduli meskipun umur kita berbeda tapi Rizki akan tetap mencintai Kakak, jadi kakak tidak usah takut kalau Rizki akan berpaling sama siapapun Rizki janji pokoknya om Sena Alvaro dan Sani jadi saksi janji Rizki, kalau Rizki udah dapetin kerja udah bisa nafkahin kakak Rizky pasti akan balik lagi sama Kakak dan ajak nikah kakak, pegang janji-janji Rizki itu, Rizki nggak akan mungkin ingkar janji sama kakak tapi ingat Kakak jangan nikah sama siapa-siapa dulu ya tungguin Rizki"


Alvaro malah tergelak mendengar temannya yang berbicara seperti itu" Kak Fatimah harus tunggu lo sampai kapan. Kak Fatimah juga punya kehidupan, dia juga pengen punya suami enggak mungkin kan kak Fatimah terus aja kerja sama papi dia juga pasti mau punya pasangan, fikir fikir dulu kalau berbicara jangan kemana aja ah "

__ADS_1


"Ihh loh mah gak pernah bela gue kayak Sani dong semangatin gue ini malah gini terus, ya kan kita juga kuliah enggak lama pokoknya gue bakal jadi anak yang sukses dan nikahin Kak Fatimah. Pokoknya Kak Fatimah harus nikah sama gue "


Sedangkan kak Fatimah langsung memainkan ponselnya sungguh dirinya pusing mendengar anak ini, sungguh membuatnya malu didepan bosnya.


Sedangkan Sani kembali menundukan kepalanya karena takut ketahuan oleh Alva kalau kemarin dirinya dan Sena bertemu bahkan mengatakan perasaan hatinya. Bagaimana kalau Alvaro tahu dirinya baru mengingat itu bagaimana kalau nanti Alvaro marah pada dirinya.


Sungguh dirinya tidak memikirkan sampai sana, kalau Alvaro marah padanya bagaimana, tapi dirinya mencintai ayahnya bagaimana ini sangat rumit sekali, apa yang harus dirinya lakukan.


Lambat laun Alvaro pasti akan mengetahuinya dia pasti akan tahu semua ini kalau dirinya dekat dengan ayahnya. Tak lama kemudian taksi datang mereka berlima segera bergegas pergi, Rizki langsung menarik Kak Fatimah "Kak Fatimah sama aku ya. Kalian bertiga aja di mobil sana" tanpa memikirkan kekesalan Kak Fatimah Rizki sedikit mendorongnya dan masuk lalu menutup pintunya tanpa mendengarkan jawaban dari sahabatnya itu dan juga ayahnya.


Kalau misalnya menunggu jawaban dari mereka yang ada kak Fatimah akan kabur. Sani Alvaro dan juga Sena segera masuk ke dalam mobil, Sani yang di depan dia tidak mungkin kan duduk bertiga di belakang, biarkan ayah dan anak itu duduk di sana jantungnya masih dag dig dug takut ketahuan oleh Alvaro dirinya merasa kalau dirinya seperti pelakor saja saat ini.


Tiba tiba ponsel Sani bersuara ting, Sani melihat pesan dari nomor yang tidak dikenal.


Ini nomorku Sani yang baru kau pasti sudah mendengarkan alasannya kenapa aku menganti nomorku, jangan terlihat takut nanti yang ada Alvaro akan mengetahuinya dan curiga, ingat kau harus tenang, bersikaplah seperti tak terjadi apa apa.


Aku mencintaimu Sani.

__ADS_1


Sani yang mendapatkan pesan dari Sena langsung tersenyum dan menyimpan ponsellnya kembali tanpa membalasnnya.


Sedangkan Sena yang melihat kalau pesannya tak dibalas hanya bisa menatap Sani dengan jutek.


__ADS_2