
"Zan "
Arzan menatap kebelakang Anggia sudah ada didepannya, memang tadi Arzan meminta Anggia datang kerumah sakit tadinya sih mau dijemput tapi Anggia tidak mau.
"Sini sayang "
Anggia dengan canggung segera pergi kearah Arzan dan tersenyum canggung pada Rizki, " kenapa kaya yang takut gitu tenang aja baik kok Rizki " sambil menggandeng tangan Anggia.
"Tenang aja Anggia gak usah takut gue gak gigit kok "
"Ehh iya "
"Yaudah sini sayang duduk, kamu udah beres kerja nya "
"Udah Zan semuanya udah beres kok, tinggal pulang aja dan aku juga kuliah udah beres, kamu sampai jam berapa di rumah sakit "
"Emm tunggu Alvaro sih "
"Yaudah Zan lo pulang aja tak apa apa, biar gue aja yang tinggu Alvaro beneran deh gue gak masalah kok ditinggal sendirian lagian udah biasa juga gue ditinggal sendirian jadi lo gak usah khawatir "
"Tapi kan lo nanti kesepian "
__ADS_1
"Udah gak apa apa sana pulang bawa Anggia pulang kasian juga kalau dia suruh disini, masa iya dia suruh nunggu juga gak banget kan "
"Emm yaudah deh gue sama Anggi pulang ya "
"Iya hati hati "
"Iya Ki lo juga hati hati ya "
Arzan segera membawa Anggia masuk kedalam mobil, lalu melajukan mobilnya pergi meninggalkan halaman rumah sakit.
"Zan aku tuh mau tanya sama kamu emangnya beneran ya Bella itu masih ada. Bukannya di pemberitaannya itu udah nggak ada ya udah meninggal"
"Ya itu sayang ternyata tuh Bella masih ada, Bella masih hidup ternyata yang waktu dikirim ke rumah Bella itu ya bukan Bella pokoknya cerita itu rumit banget Bella itu diculik atau mungkin dijual nggak tahu deh, pokoknya Bella ada di tangan laki-laki yang bernama Adipramana tahu kan pengusaha terkaya itu loh, ada di sana dan sekarang Bella juga lagi hamil anak dia, anak laki-laki itu aku juga nggak tahu sih jalan cerita awal itu seperti apa karena aku juga kan nggak mungkin tanya-tanya sama Bella yang keadaannya sekarang kayaknya lagi drop banget deh. Apalagi Alvaro dia pasti sakit hati banget setelah mendengar kalau Bella mencintai ya itu mantan suaminya Adipramana itu"
"Iya juga sih tapi ya mau gimana lagi kalau udah cinta ya susah bakal terus dikejar sampai dapat apapun resikonya Alvaro pasti akan terus ngejar Bella, kamu tahu sendiri kan Alvaro sama Bella tuh pacaran dari zaman SMP dan mereka juga putus karena salah paham aja kalau aja nggak putus mungkin Bella juga nggak akan menaruh hatinya pada sosok Adi itu, tapi ya tetep aja Bella sekarang udah hamil meskipun dia kembali sama Alvaro tapi keluarga Alvaro nggak mungkin nerima Bella dengan welcome apalagi nenek Ariana dia bisa-bisa marah dan bicara sama Bella langsung untuk menjauhi Alvaro, nenek Ariana itu kejam banget dari wajahnya aja kelihatan baik manis ya beda gitu ya tapi tetap aja kelakuannya tuh gila banget kalau dia enggak cocok sama satu perempuan dia akan menjauhkan perempuan itu dari cucunya atau anaknya"
Anggia diam, tapi untungnya Sani bisa bertahan ya untungnya Sani bisa terpilih menjadi menantunya, hebat juga Sani tapi dirinya ikut senang dengan hal itu.
"Iya juga sih kadang kan orang tua itu nggak bisa nerima pilihan anaknya sendiri, aku juga takut nanti saat datang ke keluarga kamu apa mereka akan terima aku dengan welcome atau gimana kamu tahu sendiri kan gimana Ibu aku, ibu aku tuh matre banget aku nggak mau sampai dia manfaatin kamu atau keluarga kamu"
Arzan memegang tangan Anggia dengan erat "kita berjuang sama-sama ya orang tua aku nggak mungkin tolak kamu, orang tua aku nggak pernah ngebedain dari kasta atau apapun mereka akan menerima orang baik aku yakin kamu pasti akan diterima oleh keluargaku, kamu nggak usah takut nanti minggu ini kita ke rumahku ya sesuai janjiku padamu. Aku janji tidak akan ada kejadian apapun tentang ibumu nanti kita urus sama-sama"
__ADS_1
"Tapi tetap saja aku takut dan aku belum siap untuk ketemu dengan keluarga kamu aku takut, aku takut mereka nggak bisa terima aku memang mereka welcome sama siapa aja, tapi kan belum tentu sama aku apalagi aku dulu perempuan manja"
"Shut sudah jangan dibahas aku yakin semuanya akan baik-baik aja ya, kita pulang sekarang kamu harus istirahat. Maaf aku tadi udah suruh kamu ke rumah sakit tapi ujung-ujungnya balik lagi ke rumah ya tadinya aku pengen kamu ada di samping aku biar kita sama-sama"
"Iya nggak papa tadi kan aku sekalian pulang juga sekalian lewat kan nggak apa-apa kok"
"Apa kamu pengen fokus aja sama kuliah masalah biaya buat hidup kamu aku bisa kok biayain kamu Anggia"
"Sebelumnya makasih ya Zan tapi aku nggak mau pakai uang kamu aku udah nyaman kerja kok sambil kuliah kayak gini, aku jadi ngerasa gimana susahnya cari uang dan aku nggak akan pernah meremehkan lagi orang yang kerja sambil belajar. Aku tahu semua sulit tapi jika kita melakukannya dengan ikhlas dan semangat semuanya akan terasa ringan. Aku tidak mau jadi perempuan manja lagi aku ingin menjadi perempuan yang seperti Sani, dia bisa melakukan apapun sendirian tanpa harus melibatkan orang lain di dalamnya aku ingin mandiri sepertinya aku tidak mau memakai uangmu kau simpan saja uangmu ya kau tabung semuanya "
"Kau memang sudah berubah Anggia, aku tak salah memilihmu nanti setelah kita beres kuliah aku pasti akan melamarmu aku janji itu Anggia atau kau ingin menikah sekarang pun aku bisa, aku bisa meminta pekerjaan pada ayahku biar aku bekerja sambil kuliah saja"
Anggia menggelengkan kepalanya"tidak jangan terburu buru, kita kan masih kuliah kita habiskan masa muda dulu ya "
"Nggak mau cepet-cepet gitu nikah sama akunya, biar kita sama sama terus "
"Ya bukan kayak gitu kita nikah juga perlu uang aku nggak mau kamu nikah pakai uang orang tua kamu, kita harus nabung"
"Ok kita nabung ya mulai sekarang "
"Iya kita nabung "
__ADS_1
Arzan mengusap rambut Anggia dan kembali menyetir, rasanya bahagia sekali setelah mendapatkan pujaan hatinya, tak menyangka dirinya akan berlabuh pada kakaknya Sani Anggia, yang dulu sangat tidak dirinya sukai.