
"Apakah ini pestanya Bee, rumahnya begitu besar dan mewah sekali " ucap Sani yang terus mengandeng tangan suaminya
"Iya ini rumahnya, ayo sayang kita masuk, lihatlah sudah banyak tamu juga, apakah kita tak salah jam "
"Sudah ayo bee masuk saja "
Mereka berdua segera masuk dan langsung sudah disambut oleh tuan Anggabaya "Sena kau kemari, aku sungguh merindukan mu, bagaimana kabar mu"
"Aku baik baik saja tuan, bagaimana dengan kabar tuan "
"Aku juga baik nak, ini siapa mu, " ucap Tuan Anggabaya sambil menatap kearah Sani.
"Aku Sani tuan, istrinya dari Sena "
"Wah wah hallo nak kau sangat muda dan cocok dengan Sena ayo masuk dan bergabung dengan yang lain ya, aku akan menyambut tamu yang lain "
"Baik tuan "
Mereka berdua segera masuk dan bergabung dengan yang lain, bahkan perempuan yang terus saja menggoda sang suami ada disini.
Salsa langsung mendekati Sani dan Sena lalu tersenyum " kalian datang juga "
"Tentu karena kami diundang" ucap Sena
"Boleh aku bergabung, aku minta maaf atas pernyataan ku kemarin, sungguh aku minta maaf aku terlalu egois Sani kau mau berdamai dengan ku "
Sani ragu tapi menganggukan kepalanya dan mereka segera pergi untuk mencicipi makanan makanan yang tersaji disini.
Banyak sekali makanannya, Sani sampai binggung harus mencicipi yang mana dulu. Saat Sani melihat kelantai atas dia seperti melihat seseorang sedang berjalan kearah kamar sepertinya.
Seseorang yang dirinya kenal, seseorang yang selama ini Alvaro cari " Bee "
__ADS_1
"Kenapa sayang "
"Coba kau lihat kelantai dua "
Sena melakukan apa yang istrinya minta dia melihat kelantai dua dan celingak celinguk " aku tak salah kan bee itu Bella kan Bee, aku benarkan bee itu Bella "
Sena terus saja menatap sosok perempuan itu " mungkin kau salah orang sayang, sudah ayo kita kesana dan bergabung dengan yang lain "
Sena menarik tangan istrinya dan bergabung dengan teman teman koleganya yang lain, tapi pandangan Sani hanya tertuju pada perempuan itu, itu benarkan Bella.
Memakai gaun berwarna hijau Sage panjang, rambut dikepang satu.
"Sani kau baik baik saja "
Sani melihat kearah suara yang bertanya padannya ternyata Salsa. " ya aku baik baik saja "
"Kemarilah aku ingin bicara denganmu "
"Ada apa "
"Aku ingin meminta maaf atas apa yang telah aku lakukan semalam, sungguh aku tidak berpikir kalau Sena sudah menikah aku terlalu naif dan ingin sekali dinikahi oleh Sena maafkan aku ya, bolehkah kita berteman "
Sani masih diam belum juga dia menjawab dirinya malah melihat Bella yang turun dengan seorang laki laki, lalu ada sebuah pengumuman, benarkan apa yang dirinya lihat itu Bella.
Sani langsung bangkit dan menerobos untuk bisa melihat lebih jelas lagi, dan benar ini Bella dirinya tak salah ,ini benar benar Bella.
Tuan Anggabaya mengenalkan Bella kalau dia menantunya, jadi Bella masih hidup dan dia sudah menikah dengan laki laki yang ada disampingnya apakah benar, lalu Alvaro bagaimana padahal Alvaro sudah menunggunya.
Lalu mengumumkan itu selesai disambung dengan berdansa Sani masih diam menatap Bella yang terus tersenyum berdansa dengan tuan Anggabaya, lalu beralih berdansa dengan laki laki satunya yang katanya suaminya Ziva, ya dirinya ingat nama perempuan itu Ziva.
Tapi Sani kaget, saat laki laki itu mencium bibir Bella, ada apa ini sebenarnya, ada hubungan apa mereka ini " sayang kenapa kau diam disini "
__ADS_1
"Bee itu Bella "
Sena pun langsung mengalihkan padannya dan menatap Bella yang sedang berdansa " kau yakin sayang bukannya Bella sudah tak ada, kenapa sekarang dia tiba tiba ada disini "
"Ya aku yakin itu Bella, Bella masih hidup berarti apa yang diyakini ayahnya Bella benar "
"Ayo sudah sayang jangan ikut campur "
"Aku ingin memastikan dulu bee, aku ingin memastikan apakah benar itu Bella"
"Aku tunggu dimeja sana sayang, "
Sani menatap sekilas dan menganggukan kepalanya " ya bee aku akan kesana nanti "
Dansa itu tak lama kemudian selesai dan tatapan dirinya langsung bertabrakan dengan Bella. Sani perlahan mendekati Bella dan langsung memeluknya " Bella kau masih hidup aku sungguh senang "
Bella langsung melepaskan pelukannya dan menarik tangan Sani kearah kamar bawah yang memang tak dikunci lalu menutupnya dengan perlahan.
"Sani kau ada disini, aku sungguh minta maaf atas apa yang pernah aku lakukan padamu, aku minta maaf karena telah membully mu selama ini, aku tahu kau tidak salah apa-apa akunya saja yang sepertinya bermasalah aku minta maaf Sani aku sungguh minta maaf bagaimana keadaan Alvaro sekarang kau tidak datang kemari dengan Alvaro mana dia Sani. Apakah kau sekarang bersamanya"
"Tak apa semua itu sudah terjadi aku sudah memaafkanmu. Lalu orang yang dikirim ke rumahmu itu siapa mayat itu siapa Bella, kau baik-baik saja kan di sini kau tidak apa-apa kan. Alvaro dia kuliah bersama Rizki aku sama sekali tidak menjalin hubungan dengan Alvaro kau tahu Alvaro masih menunggumu dia yakin kalau kau masih ada bahkan dia ingin mencarimu. Sekarang dia kuliah dahulu dan nanti setelah kuliah dia akan mencarimu tadinya dia ingin langsung mencarimu. Tapi dia tak tahu harus mencarimu kemana sedangkan ayahnya ingin dia kuliah terlebih dahulu karena Alvaro tak ingin mengecewakan ayahnya dan ingin mencarimu dengan uangnya sendiri Alvaro kuliah sekarang dan aku yakin dia akan mencarimu. Tapi ternyata aku sekarang bertemu denganmu kita pulangnya Bella Alvaro sangat mencintaimu dia sangat menyesal " Sani menggenggam tangan Bella.
"Alvaro sampai menyalahkan dirinya atas kau yang hilang begitu saja, atas kematianmu saat kau menghilang kami mencarimu kemana-mana Bella. Tapi saat pencarian yang kedua kami malah tidak jadi karena mendapatkan telepon kalau kau sudah tiada ayahmu begitu hancur Bella ayahmu bahkan menolak untuk mengakui kalau orang yang dikubur itu adalah dirimu"
Bella hanya bisa menangis mendengar semua ucapan yang Sani katakan, ayahnya tahu kalau itu bukan dirinya dan juga Alvaro dirinya senang kalau Alvaro masih mencintainya tapi tetap saja apakah dirinya akan bisa kembali pada Alvaro.
"Aku tidak akan bisa kembali pada Alvaro Sani. Apakah Alvaro akan menerima dengan keadaanku yang seperti ini"
"Maksudnya dengan keadaan seperti apa, kau sudah menikah kenapa kau tiba-tiba menikah apakah ada sebuah perjanjian atau keterpaksaan di sini Bella"
"Ceritanya begitu panjang San dan satu yang harus kau tahu aku sudah mengandung, aku sebentar lagi akan mempunyai anak. Apakah aku bisa kembali pada Alvaro saat aku sudah mempunyai anak. Apakah keluarga Alvaro akan menerimaku dengan keadaanku seperti ini. Apakah neneknya akan menerima semuanya, kau tahu sendiri bagaimana nenek Alvaro kan. Yang pasti tidak akan pernah mungkin neneknya Alvaro menerima diriku "
__ADS_1
Sani hanya bisa diam mendengar perkataan Bella yang mengatakan kalau dirinya sudah mengandung.