
"Kalian berdua ini ya selalu saja bertengkar, kalian ini mau lulus apa kalian akan terus bermusuhan seperti ini. Ayo jelaskan apa yang sebenarnya terjadi"
Saat Bella akan berbicara Suni langsung memotongnya "biar saya saja bu yang menjelaskan, Bella tiba-tiba saja datang ke tempat duduk saya dan menyiramkan jus mangga yang sedang saya minum. Saya tidak mungkin diam terus kan Bu saya juga punya hati saya juga punya perasaan makanya saya balas apa yang dilakukan sama Bella dia itu udah keterlaluan banget Bu gara-gara dia putus sama Alvaro dia nyalahin saya"
Bella langsung memelotokan matanya " karena semua ini memang benar-benar salah dia Bu, kalau dia aja nggak deket sama Alvaro mungkin semua ini nggak akan terjadi, mungkin saya nggak akan putus sama Alvaro dia itu pengganggu hubungan orang lain Bu"
"Jaga bicara kamu Bel, Meskipun aku nggak deket sama Alvaro kamu tetap akan Bully aku kan setiap hari jadi udah deh jangan ngelak terus karena masalah cowok aja kamu kayak gini di besar-besarin aku juga bisa bales kamu, emangnya aku bakal diem aja gitu diperlakukan kayak gitu sama kamu, aku juga punya perasaan dan aku juga punya hati mana ada orang yang mau terus-terusan di bully suatu saat juga mereka akan bisa ngelawan"
"Lo mulai berani karena ada Alvaro kan kalau aja Alvaro gak sama lo. Mungkin lo nggak akan berani kayak gini sama gue dan akan diam aja saat gue tindas. Sekarang aja lo berani kenapa nggak dari dulu lo berani kayak gini"
"Aku udah bilang kan ada saatnya orang itu capek sama kelakuan kamu. Mana ada orang yang akan terima terus aja di bully, kalau kamu ada di posisi aku gimana kamu juga nggak akan terima kan kalau terus dibully, sekarang baru aja aku lawan kamu sekali kamu udah amuk amukan kan kayak gini kan"
Bu Sesil hanya tersenyum samar dan memberhentikan pertengkaran kedua muridnya ini "sudah kalian jangan bertengkar lagi Ibu tidak mau melihat kalian bertengkar lagi, kalian ini sebentar lagi akan lulus jadi jangan membuat masalah terus. Bella kamu sana pergi bersihkan dirimu dan Sani Ibu ingin berbicara dengan kamu"
Bella langsung saja pergi dan Sani masih diam menunggu bu Sesil berbicara padannya " bagus akhirnya kamu bisa melawan mereka juga, Ibu sudah bilang kan sekali-kali kamu lawan mereka l, akhirnya kamu sekarang bisa juga kan melawan mereka. Jangan pernah kamu takut dengan orang-orang yang membully kamu tapi Ibu minta kamu jangan bertengkar seperti ini lagi ya, ingat sebentar lagi kamu lulus dan untuk masalah Alvaro kalian sudah berteman "
"Iya bu tapi aku nggak janji buat nggak ngelakuin hal yang kayak tadi lagi, karena Bella akan terus bully aku sampai kapanpun Bu. Iya aku sama Alvaro udah berteman Bu dia yang awalnya baik sama aku dan minta maaf atas semua kesalahannya padaku dan kami yang selalu kerja kelompok sama-sama jadi Bella salah Faham kayak gini Bu. dan aku juga nggak ngerusak hubungan mereka itu Alvaro sendiri yang putusin bukan dari hasutan aku, aku dan Alvaro hanya berteman tidak lebih bu "
__ADS_1
"Syukurlah kamu dan Alvaro sudah baik-baik saja dan dengan Rizki juga sudah baik-baik saja kan, dia tidak membully kamu lagi kan. Sudah lebih baik sekarang kamu ganti pakaian ada satu pakaian yang ibu bawa tadi kamu cepat ganti dan masuk pelajaran berikutnya ya"
"Hanya Bella saja Bu sekarang yang membullyku. Terima kasih Bu atas bantuannya aku ganti baju di sini ya Bu tidak apa-apa kan"
"Tentu kau boleh ganti baju disini mandilah kalau kau diamkan rambutmu akan banyk sembut "
Sani menganggukan kepalanya sambil masuk kedalam kamar mandi, sedangkan bu Sesil sendiri menghubungi seseorang namun nomornya tak aktif. Bu Sesil tak pantang menyerah langsung menelfon telfon kantornya.
Dan tak lama kemudian "Selamat siang " ucap disebrang sana, bu Sesil sudah kenal sekali dengan suara itu.
"Yah tak masalah apa yang ingin kau katakan padaku. Apakah Alvaro membuat masalah atau Sani dibully kembali"
"Ini tentang Sani dia bertengkar dengan Bella sampai jambak-jambakan dan sekarang Sani sedang membersihkan dirinya di ruangan saya. Tapi tenang saja dia tidak akan bisa medengar pembicaraan kita"
"Apa kenapa bisa lalu bagaimana sekarang keadaannya. Apakah dia baik-baik saja kan, tidak terluka sama sekali kan dia "
"Pipinya merah dan juga ada sedikit cakaran, seperti apa yang saya dengar dari murid yang melaporkan kalau mereka berantem begitu parah Sani melawannya"
__ADS_1
"Saya akan ke sekolah sekarang dan kamu jangan sampai Sani masuk ke kelasnya. Suruh dia pergi ke UKS dan beristirahat. Baguslah kalau Sani membalasnya aku tidak begitu khawatir"
"Iya tuan, Saya akan melakukan apa yang Tuan katakan"
Sambungan langsung diputuskan sepihak oleh Sena dan untuk bu Sesil itu sudah hal yang biasa. Emang seperti inilah Tuan Sena selalu memutuskan sambungan terlebih dahulu tanpa mengucapkan kata apa-apa lagi. Jadi kalau untuk yang baru pertama mengenal Tuan Sena pasti dia akan sakit hati tapi dirinya sudah lama mengenalnya dan ini tak masalah sudah seperti itu tabiatnya.
Tak lama kemudian Sani keluar dari kamar mandi dan sudah memakai seragam barunya sudah sedikit segar dan dirinya juga sudah melihat pipi Sani begitu merah dan ada beberapa cakaran di pipinya dan juga tangannya "lebih baik kau jangan masuk ke kelas Sani, kau ke UKS saja aku yang akan mengizinkanmu nanti ke gurumu dan untuk tasmu nanti aku yang ambil kau hanya perlu tunggu saja di UKS Jangan membantah"
"Tapi bu "
"Sesuai perintahku kau langsung ke UKS dan jangan banyak tanya kenapa aku menyuruhmu ke UKS istirahatlah, sepertinya cukup parah pipimu merah sekali dan itu luka cakaran-cakaran juga harus diobati. Jadi kau pergi saja kau tenang saja kau tidak akan terrtinggal pelajaran hanya tak masuk hari ini saja, karena sekarang juga hanya membahas tentang kelulusan dan juga remedial dan lain-lain aku yakin kau tidak akan mungkin ada yang diremedial kan"
"Baik bu terimakasih aku pergi ke uks "
"Iya sama sama pergilah "
Sani langsung pergi dari ruangan Bu Sesil meskipun dirinya masih bingung kenapa disuruh kr UKS bukannya disuruh masuk ke kelasnya, aneh sekali tadi pas awal disuruh masuk ke kelas sekarang suruh ke UKS.
__ADS_1