Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Bercerita pada Fatimah


__ADS_3

Tok tok tok


Fatimah yang sedang anteng antengnya tidur malah ada yang membangunkan dengan malas malasan Fatimah melihat kearah jendela dan memelotkan matannya lalu membuka pintunya dengan terburu buru.


"Gea kamu ada disini "


Gea langsung masuk dan mengeret kopernya kedalam rumah lalu menatap Fatimah dengan mata yang lucu entah apa maksudnya.


Fatimah yang melihat itu langsung mengeplak wajah Gea "kamu ini kenapa sadar jangaj kayak gitu aku jijik "


"Istt gak asik banget deh kamu Fatimah, aku tuh bikin ekspresi kayak gini tuh buat bikin kalau kamu tuh khawatir sama aku terus bertanya-tanya aku tuh kenapa gitu ih, ini malah digeplak aku emangnya apa muka aku ini sampai di geplak kayak gitu"


" Ya habisnya mukanya gak lucu dan juga gak kelihatan kayak yang lagi sedih malah aneh makannya pengen nampol deh. Kenapa nih malem malem datang kerumah ada masalah ya dirumah"


Dia menutup pintu rumah Fatimah terlebih dahulu dan menguncinya, lalu menggeret kopernya kembali dan menyimpannya di sisi kursi pergi ke arah dapur menyeduh teh dua gelas dan kembali lagi duduk di kursi memberikan salah satunya pada Fatimah.

__ADS_1


Fatimah hanya bisa diam saja melihat temannya yang melakukan hal itu, karena memang sudah biasa dia tinggal di sini dulu suka menginap jadi tak masalah dia langsung nyelonong sana sini pun tak masalah untuknya, malahan tenang karena kayak punya soudara aja gitu dan memang dirinya, yang menyuruh Gea untuk seperti itu agar tak canggung.


"Jadi ada apa nih "


"Ceritanya tuh panjang banget bahkan aku juga bingung mau cerita dari mana dulu, ini tuh bersangkut paut dengan Tuan Sena aku tuh pusing makanya aku mau ceritain dulu sama kamu, apakah aku perlu ceritain sama Tuan Sena semuanya atau enggak atau aku harus simpan ini aja gitu sendiri dan hanya kamu aja yang tahu"


Fatimah mengeryitkan dahinya bersangkut paut dengan tuan Sena memangnya kenapa, ada apa, apa ada masalah dengan tuan Sena, Fatimah kembali memfokuskan pandanganya pada Gea.


"Kenapa ada apa kenapa bisa bersangkut pautan dengan Tuan Sena. Memangnya ada masalah apa, apa kamu sebelumnya kenal dengan Tuan Sena Ge ataukah kamu bekerja di kantor Tuan Sena itu karena suruhan seseorang untuk memata-matai Tuan ya "


"Siapa yang suruh kamu, kamu udah bocorin apa aja tentang Tuan Sena kamu jangan macam-macam deh Gea, kalau tuan Sena tahu dia bisa marah sama kamu"


"Ya makanya aku cerita dulu sama kamu, Kamu kan orang kepercayaan Tuan Sena makanya aku cerita dulu. Apakah aku harus menceritakan semua ini pada Tuan Sena atau tidak, karena ini menyangkut masa lalu mereka maksudnya Tuan Sena"


"Masa lalu ? apakah ada sangkut pautnya bersama ibu Sonia mantan istrinya tuan Sena "

__ADS_1


"Ya kau benar, dia adalah kakak sepupuku dia menyuruhku bekerja di perusahaannya untuk memata-matai apakah Tuan Sena sudah mempunyai pasangan lagi, apakah Tuan Sena sedang suka pada siapa. Aku disuruh untuk memata-matai seluruh kehidupan Tuan Sena selama di kantor dan memberitahu kakak sepupuku itu apa saja yang dilakukan Tuan Sena "


"Kamu tidak membocorkan data perusahaan kan pada kakakmu itu, kau tidak melakukan itu kan Gea jangan sampai kau bodoh memberikan data perusahaan padanya, kau hanya memberitahu tentang data pribadinya saja kan tentang kesehariannya saja"


"Kalau masalah perusahaan aku sama sekali nggak kasih tahu lah yang ada aku bisa ancur nanti sama Tuan Sena, aku hanya memberitahu tentang kabar Tuan Sena dekat dengan siapa itu aja nggak lebih kok dan kenapa aku bisa kabur itu bukan kambur sih aku diusir, gara-gara aku komentarin dia yang teror tuan Sena dan pura-pura lagi dalam bahaya terus telepon Tuan Sena pakai nomor yang berbeda-beda makanya aku diusir aku cuman nggak mau aja dia dapat masalah tapi dia malah kayak giniin aku, ya udah deh terus aku ancam sama dia kalau aku akan bilang sama Tuaan Sena semua yang dia lakukan tadi. Menurut kamu aku harus jujur enggak sih sama Tuan Sena atau aku hanya harus diam saja gitu tak usah memberitahu Tuan Sena tentang masalah ini"


"Lebih baik kau beritahu saja Tuan Sena. Takutnya nanti Ibu Sonia malah mengadu dombamu dan juga Tuan Sena kau harus gerak cepat, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan Ibu Sonia lakukan. Dia saja sudah brutalkan menelpon Tuan Sena dengan tidak sopannya dengan berbagai nomor dan mengatakan kalau dia sedang dalam bahaya. Lebih baik kau datang saja besok dan berbicara semuanya pada Tuan Sena dari awal kenapa kau masuk kantor itu dan sampai di mana kamu diusir oleh kakak sepupu kamu itu, ceritain semuanya sama tuan Sena mau marah atau enggak kamu enggak usah khawatir yang terpenting kamu udah jujur sama dia"


Gea menghembuskan nafasnnya dan menundukan kepalanya, "Huff baiklah baiklah aku akan bicara sama tuan Sena, tapi apakah kau akan menemaniku nanti saat berbicara pada tuan Sena, tolong aku tidak mau berbicara sendiri aku takut dia marah-marah dan aku nggak bisa kalau di marah marahin kayak gitu, emang aku bisa marah-marah sama orang lain. Tapi saat aku dimarahin aku ciut kamu tau sendiri kan gimana takutnya aku sama Tuan Sena kamu temenin aku ya bantu aku cerita juga sama dia biar dia ngerti, tolong ya aku minta tolong sama kamu, cuman kamu aja yang kebal sama omelan omelan tuan Sena, "


"Oke deh aku akan bantu kamu buat cerita sama Tuan Sena, tapi kamu harus ceritain semuanya, aku bakal temenin kamu dan nanti kalau Tuann Sena marah kita hadapi sama-sama ya, pokoknya kamu ceritain aja semuanya jangan ada yang ditutup-tutupin biar tuan juga aman kan nggak ditelepon terus sama kakak sepupu kamu itu dan nanti juga aku minta sama Tuan Sena buat ganti aja deh nomornya ya bener nggak sih takutnya nanti kakak kamu itu beli nomor baru dan telepon-telepon lagi tuan Sena dan bicara yang gak penting "


"Iya aku akan ceritain semuanya aku akan ceritain dari awal sampai sekarang dan tak akan ada yang aku sembunyikan lagi"


"Baguss kamu harus bisa "

__ADS_1


Gea tersenyum kepada Fatimah dengan wajah yang pucat, takut sekali dirinya ini dengan tuan Sena nanti.


__ADS_2