
Saat dijalan Sani dan juga Alvaro membelokan motornya, namun tak mereka sangka ada yang menabrak mereka dari belakang, sampai sampai motor mereka terjatuh, Alvaro segera membangunkan motornya yang menindih kaki Sani, lalu membantu Sani bangun.
"Kamu baik baik aja kan "
"Iya Al aku baik baik aja "
Saat Alvaro akan maju kearah orang orang itu, dirinya malah ditodongkan sebuah pistol, Alvaro langsung berbalik dan akan membawa Sani pergi namun tidak keburu orang itu sudah menembakan sesuatu pada mereka dan membuat mereka berdua pingsan.
"Angkat mereka berdua dan bawa kerah tuan Adi sekarang juga "
"Baik Zack "
Mereka segera mengangkat satu persatu Sani dan juga Alvaro, setelah itu mereka membawa motor Alvaro juga, takut takut malah ada yang melihatnya dan melaporkannya pada polisikan, itu bisa makin kacau saja.
***
Alvaro yang terbangun sudah ada diruangan yang sangat kecil bersama Sani, Alvaro melihat kearah Sani dan menepuk pipinya dengan perlahan "San Sani kamu baik baik aja kan, San bangun San "
Sani terbangun dan melihat kearah Alvaro "Al kita ada dimana sekarang, kenapa kita tiba tiba ada disini, terus orang orang tadi siapa "
"Aku juga gak tau San, aku tak tau ini dimana sebentar "Alvaro ingin mengeluarkan ponselnya namun tidak ada, ponselnya tak ada.
"Ponsel aku tak ada San, didalam sana ada rekaman cctv, bagaimana ini "
Sani melihat sekitar dan hanya ada sebuah pintu saja tak ada jalan keluar untuk mereka kabur, tiba tiba saat Sani akan berbicara datang beberapa orang dan langsung memegang tangan mereka berdua.
Sani dan juga Alvaro sudah meronta ronta namun sulit sekali, bahkan Alvaro sampai dipegang oleh 3 orang sekaligus, sedangkan Sani oleh satu orang.
"Lepasin kita berdua maksudnya apa ini " teriak Alvaro melihat kearah orang orang yang memakai topeng, lalu tiba tiba saja mata mereka ditutupi oleh kain.
Sani makin saja ketakutan namun tak ada yang bisa dirinya lakukan hanya bisa berteriak dan meronta ronta, lalu mereka berdua ditali dan tak ada suara hening "Alvaro kamu masih ada disini kan " ucap Sani yang ketakutan.
"Iya aku disini kamu tenang ya aku disini "
__ADS_1
"Aku takut Al "
"Kamu tenang ya ada aku "
"Wah wah kalian begitu romantis apa kalian adalah sepasang kekasih " ucap seseorang.
"Lepasin lepasin, jangan jadi pengecut ya tiba tiba culik kayak gini, lepasin tak dasar ya kalian semua pengecut "
Alvaro langsung ditonjok muka nya namun ada yang marah "jangan kau apa apakan dia, tuan tidak memerintahkannya jangan gegabah "
Setelah itu hening tak ada suara lagi, dan mungkin baru sekitar 15 menit mereka dilepaskan dan entah dibawa kemana lagi, namun tiba tiba Kepala mereka pusing dan kembali pingsan.
***
Alvaro dan Sani terbangun namun mereka sekarang terbangun dijalan dimana mereka terjatuh tadi, "Al kita selamat " ucap Sani sambil bangkit dan membersihkan pakaiannya.
Alvaro belum menjawab dia masih binggung kenapa tiba tiba ada disini lagi, Alvaro segera menggodok sakunya ternyata ponselnya ada, Alvaro mengeceknya namun datanya sudah lenyap.
"Sepertinya orang yang menculik kita hanya menginginkan data ponselku San "
"Karena ada vidio Bella, sepertinya itu adalah suruhan orang jahat itu, suruhan orang yang menculik Bella, dia sengaja menculik kita hanya untuk mengambil rekaman ini, berarti Bella masih ada dan hidup, mereka tak mau sampai Bella ditemukan oleh kita "
"Kita sudah tak punya bukti lagi Al "
"Kita kerumah sakit sekarang, kita ambil lagi rekaman ini"
"Yasudah ayo Al "
Mereka berdua segera pergi kerumah sakit, semoga saja masih ada rekaman itu, kenapa dirinya tadi tak mengirimkan Vidio itu pada teman temannya, kalau saja sudah disebarkan mungkin sekarang masih ada bukti itu dan Bella bisa ditemukan.
**
Setelah sampai dirumah sakit mereka segera melakukan aksi mereka berdua dengan mengendap endap lagi masuk kedalam rungan kontrol untung saja tidak dijaga ketat, namun Alvaro tak menemukan rekaman itu, semuanya sudah tak ada dirinya dan Sani kalah cepat.
__ADS_1
Alvaro dengan lunglai keluar dan menghembuskan nafasnya dan menggelengkan kepalanya saat ada dihadapan Sani "semuanya sudah hilang San, tak ada lagi rekaman ini, kita kalah cepat "
"Kita harus bagaimana lagi Al, kalau pun sekarang kita kekantor polisi dan berbicara pada polisi kalau kita telah diculik dan melihat Bella pasti mereka tidak akan percaya pada kita "
"Ya semuanya akan sia sia saja, sudahlah kita tak akan bisa melakukan apa apa San, kita harus mencari bukti-bukti yang lain dan jangan sampai gagal lagi seperti ini "
"Hemm Al "
"Aku akan pulang dulu, kamu mau pulang atau disini saja"
"Aku akan disini saja Al, aku akan menunggu ayahku "
"Baiklah maafkan aku tak bisa menemanimu, aku pulang yah "
"Iya tak apa Al, hati hati Al "
"Ya aku pasti hati hati " Alvaro langsung pergi meninggalkan Sani.
Sedangkan Sani sendiri dia pergi keruangan ayahnya dan disana sudah ada ibu dan juga kakak tirinya, "kemana saja kau, ayah sedang sakit malah keluyuran, kita disini dari tadi menjaga ayah mu "
"Aku minta maaf tadi ada kerja kelompok " bohong Sani
"Kerja kelompok apa, aku tahu kau bersama Alvaro kalian berpacaran kan, Sani kau ini begitu murahan selalu saja membawa berbeda beda laki laki, dari yang muda sampai yang muda kau begitu murah Sani, sampai sampai sekarang apa saja bisa kau bawa "
Sani langsung menghampiri Anggi yang berbicara seperti itu, lalu menampar wajah Anggia cukup keras "jaga ya ucapan mu Anggia, jika kau tidak tau apa apa jangan berkata demikian, kau tak tahu kehidupanku, jadi jangan berkata seperti itu "
"Kau berani yang menampar anak ku"
Serang ibu Sarah yang akan menampar Sani, namun Sani menahan tangan itu dan langsung menghempaskan tangan itu "cukup ibu kau tak bisa lagi menamparku memukulku, ataupun menghinaku lagi, sudah cukup aku tak mau diperlakukan demikian lagi, lebih baik kalian berdua pergi, jika kalian tak ikhlas menjaga ayahku lebih baik kalian pergi dari sini "
"Dasar kau anak kurang ajar, tak tau terimakasih , ayo Anggia kita pergi, kita tinggalkan mereka "
Sarah menarik tangan anaknya dan keluar dari ruang inap suaminya, Sani langsung duduk dan memegang tangan ayahnya "ayah bangunlah jangan membuat aku kesepian, aku tak mau sendirian ayah, bangunlah ayah, aku tak mau ditinggalkan kembali, kau harus kuat dan bertahan "
__ADS_1
Sani menangis melihat keadaan ayahnya yang makin kemarin makin kritis dirinya tak mau kehilangan ayahnya, dia yang dirinya punya tak ada lagi. ayahnya ada harta paling berharga untuknya.