
Bella yang melihat ponselnya langsung menundukan kepalanya. Sudahlah tidak ada harapan lagi untuk dirinya kembali pada Alvaro. Bahkan dia saja sudah mematikan sambungannya Alvaro benar-benar sudah melupakannya dan takkan pernah kembali padanya.
Tapi dirinya tidak boleh menyerah seperti itu, Bella langsung mendongakan kepalanya dan mengusap air matanya, orang orang sudah melihat pada dirinya, namun dirinya tak mengiraukan hal itu, biarkan saja mereka terus melihat dirinya.
"Aku tidak boleh kalah oleh Sani dia bukan siapa-siapa harusnya aku bisa menaklukkan lagi Alvaro, aku harus menyingkirkan Sani sebelum aku bisa mendapatkan lagi Alvaro, karena perempuan itulah pengganggunya kalau dia tidak ada Alvaro tidak akan mungkin memutuskanku seperti ini, Alvaro pasti akan terus ada disampingku kalau tak ada perempuan itu, sungguh menyebalkan sekali "
Baru saja dirinya akan berjalan lagi dan kembali kehotel tiba tiba ponsel berdering ternyata dari papihnya. Dengan cepat Bella mengangkatnya. Bella paling takut dengan papihnya, papihnya begitu keras dan galak sekali.
"Hallo pih "
"Di mana kamu Bella kenapa kamu belum pulang juga sampai sekarang. Cepat pulang kamu ini ya anak perempuan jangan keluyuran tiba-tiba pergi begitu saja dengan laki-laki, papih tahu kalau Rizki adalah temanmu. Tapi tetap saja dia adalah seorang laki-laki, cepat pulang sekarang juga jangan membantah Papi atau Papi tidak akan memberikanmu uang jajan selama 2 bulan cepat pulang, atau mau papih susul kamu kesana dan kamu juga tak izin pada papih, sejak kapan papih mengajarkan itu padamu, papih sudah bilang kalau mau pergi kemana mana kamu harus izin pada papih, kalau papih tak izinkan berarti tidak boleh "
"Pi jangan seperti itu. Aku di sini masih ada keperluan di sini juga ada Alvaro. Kenapa Papi sangat ketakutan ada Alvaro di sini dia tidak akan melakukan apa-apa padaku aku janji besok aku pulang pih, beri aku waktu sebentar lagi tolong pih "
"Mau ada siapapun di sana cepat kau pulang Papi tidak mau tahu, kau dan Alvaro bukan suami istri kalian baru pacaran saja jangan membuat papih marah Bellaz cepat lau pulang seperti apa yang papi tadi katakan jika kau tidak pulang maka kau tidak akan papih beri uang jajan dan juga papih akan mengambil semua fasilitas yang Papi berikan jadi pulang sekarang atau semua yang kamu punya papih ambil, cepat Bella "
"Iya iya iya pi sekarang aku pulang aku pulang, papih jangan marah marah terus dong aku jadi takut "
"Ya makannya jangan membantah papih, cepat kau pulang jika besok papih tak melihat wajahmu ada dirumah papih akan menyekolahkan mu diasrama, kau akan kuliah jauh dan tak akan bisa pulang "
Sambungan terputus Bella dengan kesal berjalan ke arah bandara dia memberhentikan taksi dan naik taksi itu dan memberitahu kemana tujuannya. Selama perjalanan dirinya hanya bisa diam saja kenapa papihnya menelpon di waktu yang tidak tepat.
Kenapa bukan nanti saja padahal dirinya kan masih mau memata-matai Sani dan juga Alvaro selama di sini, dirinya belum ketemu lagi dengan dua orang itu, awas saja nanti kalau ada disekolah akan habis Sani.
**
Sani yang sudah selesai berdandan segera meneliti kembali penampilannya"udah deh cukup ya kayak gini, gak menorkan aku, udah ya aku gini aja, huff kok aku jadi deg degan sih "
__ADS_1
Tiba tiba pintu kamarnya diketuk, dengan cepat Sani membuka pintu dan saat pintu dibuka sudah ada dua laki laki tampan yang menatapnya "Sanii apakah ini benar-benar Sani yang selalu kita bully dulu ini beneran kan Sani aku nggak salah lihat kan Alvaro beneran kan ini Sani kok beda banget sih"
"Iya ini Sani ahh, masa sih gak bisa ngenalin "
Sani segera menutup pintu dan sedikit maju,"jadi kita mau kemana "
"Ayo udah ikut dulu " Alvaro langsung menarik tangan Sani, dan tanpa mereka ketahui Rizki memfotonya "bagus ni buat kenang kenangan "
Rizki langsung menyusul mereka berdua "tunggu dong kawan " teriak Rizki dengan nyaring
Alvaro hanya melihat sekilas dan terus saja berjalan. Mereka sudah ada didepan loby, dan didepan juga sudah ada taksi, mereka bertiga naik taksi dan jalan ketujuan.
**
Akhirnya mereka sudah sampai juga, ada 3 kursi mereka duduk dan sudah memesan juga, "ehhh foto dulu dong, aku fotoin ya kalian berdua, " Celetuo Rizki
"Gimana lo aja ahh, terserah "ucap Alvaro
Rizki langsung mengaploadnya dan "berhasill tinggal tunggu gimana hebohnya orang orang "
Rizki langsung bergabung dengan teman temannya dan tak lama kemudian makanan datang, steak dan juga banyak lagi, tiba tiba Alvaro mengambil steak Sani dan memotong motongnya kecil kecil "ini makan "
Sani tersenyum kaku "makasih Al "
"Sama sama "
"Kalau gue potongin dong mau dikasih kayak Sani gitu dipotong-potong kecil-kecil biar sekali hap kan. Ayo tolong potongin dong mau juga" sambil memberikan piringnya
__ADS_1
"Potong aja sendiri punya tangan kan dua lagi, udah sana potong aja sendiri ahh "
"Yaelah sama gue mah gitu terus Alva "
"Bodo udah makan ah kapan makannya, kalau lo ngomong terus kita gak akan makan makan "
"Hemm iya iya "
"Gimana San enak kan "
"Emm enak Al, kamu pesen dulu tadi tempat ini, "
"Iya tadi pesan dulu soalnya kalau kita nggak kayak gitu nggak akan kebagian tempat, kamu lihat kan dari depan aja udah penuh banget. Untung aja kita kebagian kalau nggak kita harus cari kemana lagi restoran yang ya mewah kayak gini lihat dari arsitekturnya aja bagus, nanti juga kalau aku punya restoran aku mau kayak gini minimalis tapi enak gitu buat dipakai makan formal dan juga bisa dipakai nongkrong juga"
"Wahh hebat kamu mau buka lestoran, mau dimana bukannya Al "
"Mau dijakarta aja deh, nanti kalau misalnya dijakarta udah banyak yang beli dan yang langanan baru buka cabang lagi "
"Bagus deh aku akan dukung kamu terus, pokoknya apapun yang kamu lakukan aku akan dukung kamu "
"Makasih San "
"Tuh kan apa kata gue, gue juga udah bilang gue bakal jadi nyamuk ah gak seru ah, gak seru beneran deh pulang ah "
"Kok gitu sih Rizki sayang lo makanannya, belum tentu orang diluaran sana bisa makan kayak gini, kamu jangan buang buang makanan gak baik loh "
"Marahin San dia itu emang kayak gitu suka mubazir "
__ADS_1
"Bohongan ihh kalian mah sibuk berdua aja aku ajak ngobrol juga jangan didiemin gak suka ahh " ucap Rizki dengan suara lebaynya
Alvaro malah mengetok kepala Rizki jadi malam makan hari ini penuh canda dan tawa.