Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Tidak buruk


__ADS_3

Sema membelokan mobilnya dan langsung membuka pintu mobilnya Alvaro yang bingung dengan tempat yang mereka datangi mengernyitkan dahinya.


"Pih kenapa kita disini "


"Kita makan disini Alvaro "


"Tapi pih, aku bilang aku gak suka makan ditempat kayak gini "


"Kamu belum cobakan, jadi udah jangan banyak protes Alvaro, kamu harus coba dulu baru komplain , ayo masuk "


Dengan kesal Alvaro segera masuk dan mengikuti papihnya, saat dirinya melihat tempat itu sangat sederhana sekali, papihnya langsung duduk dan celingakh celingkuh sedangkan Alvaro dia melihat ada Sani.


"Perempuan miskin itu ada disini, apa papih mau ketemu sama dia " gumam Alvaro.


Alvaro yang melihat papihnya sedang memesan segera mengejar Sani dan menariknya masuk kedalam gang.


"Alvaro, kamu ada disini "

__ADS_1


"Iya kenapa kaget ada gue disini, lo tuh yah udah mah hama ada dimana mana, apa lo yang nyuruh papih gue kesini hah "


"Apa om Sena, gak aku sama sekali gak nyuruh om Sena kemari, kamu harusnya mikir dong, aku punya uang dimana buat beli ponsel dan hubungi om Sena "


"Ok dengerin gue baik baik, gue gak mau lihat lo deket deket lagi sama papi gue, apa lagi sampai ngobrol dan jalan bareng lagi emangnya gue gak tahu lo jalan kan sama Papi gue lo sadar diri dong. Dia itu udah kayak Papi lo aja gitu kayak orang tua lu mau lo embat juga om-om kayak Papi gue, jadi dari pada Lo celaka deketin Papi gue, gue bilangin dari sekarang lo jangan pernah deketin Papi gue lagi "


"Aku gak pernah deketin papih kamu Alvaro "


"Terus Papi gue gitu yang deketin lo, punya apa sampai Papi gue tertarik sama perempuan kayak lo, jadi lo jangan asal bicara mana mungkin papih gue mau sama perempuan miskin kayak lo dan kucel kayak gini, lo tuh gak ada masa depannya tahu gak Sani Jadi lo jangan pernah berharap bisa dekat apa lagi sampai berhubungan dengan papih gue "


"Karena gue sampai kapan pun gak akan pernah sudi punya ibu tiri kayak lo, jadi mulai sekarang kalau papih gue nanya atau ke sekolah Lu gak boleh muncul dan lo gak boleh liatin muka lo sedikitpun. Apapun yang terjadi kalau itu sampai terjadi lihat aja gue akan kasih sesuatu yang buat lo nyesel banget"


"Bagus deh kalau gitu gue pegang ucapan lo sampai suatu saat lo ingkar gue gak akan pernah maafin lo Sani "


Alvaro langsung pergi dan menghampiri papihnya, sedangkan Sani dia menarik nafasnnya dalam dalam dan berjalam kembali untuk pulang kerumah, karena hari pun hampir sorekan.


**

__ADS_1


"Varo kamu dari mana, papih dari tadi tunggu loh "


"Maaf pih, tadi aku ada temen sekolah kebetulan dia orang sini katanya, jadi tadi aku ngobrol-ngobrol dulu sebentar sama dia Eh malah ke asik kan tuh makanya tadi lama gitu deh ceritanya pih "


"Ya udah ini Papi udah pesenin kamu kwetiau spesial, ini nih makanan yang paling enak di sini, papih udah beberapa kali makan di sini dan ketagihan banget. Ayo cepet kamu juga harus cobain deh pasti enak"


Alvaro membolak balikannya dan menegang sendok serta garpu, di lap memakai tisu yang dirinya bawa, dan menatap papihnya "papih yakin suruh Alvaro makan ini "


"Iya emangnya kenapa Varo, ayo cepet cobain dulu aja "


Alvaro menelan ludahnya, dan mengambil sedikit dan mengunyahnya, Alvaro langsung memelototkan matanya, dan langsung melahap kwetiau itu dengan semangat.


"Apa kata papih enak kan, kamu sih gak pernah percaya sama papih "


"Iya enak pih " dengan mulut yang penuh


"Varo telan dulu "

__ADS_1


Varo mengangguk dan memakan kembali makanannya dengan lahap, ternyata tidak buruk ya, rasannya enak dan dirinya suka, papihnya tak pernah salah, selerasanya memang bagus sekali.


__ADS_2