Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Tak diangkat


__ADS_3

"Alvaro kamu berani tampar aku. Aku ini pacar kamu, kamu kenapa malah jadi kekerasan sama aku. Kenapa kamu jadi kayak gini semenjak kenal sama perempuan ini, kenapa sih kamu ini berubah banget Alvaro. Ada apa sih sebenarnya sama kamu, kamu jahat "


Sani mencoba menahan Alvaro lagi, dia takut Alvaro akan melakukan kekerasan kembali" kamu yang udah mancing-mancing aku buat ngelakuin ini kamu seharusnya sadar aku kayak gini buat kamu bisa lebih dewasa. Emangnya salah kalau aku berteman sama Sani apa yang salah . Emangnya aku selingkuh enggak kan kamu terlalu naif Bella. Harusnya kamu tuh mau berteman juga dengan Sani bukannya malah membully kayak gini terus emang kamu gak cape bully dia "


"Kenapa sih harus kayak gini Alvaro. Kenapa sih hubungan kita tuh hancur cuman gara-gara perempuan ini, kamu tuh selalu bela dia apa sih spesialnya dia sampai-sampai kamu kayak gini sama aku. Emang aku kurang dewasa kayak gimana lagi. Aku harus kayak gimana dewasanya aku harus kerja kayak perempuan ini nggak juga kali orang tua aku mampu untuk sekolahin aku dan biaya yang lain-lainnya"


Alvaro mengusap wajahnya, kenapa hari liburannnya menjadi seperti ini, kenapa malah jadi kacau, ingin senang senang jalan jalan malah Bella menganggu seperti ini.


**

__ADS_1


"Tuan lihat mereka berfoto berdua "


Sena langsung mengambil ponselnya "hemm mereka seperti pacaran ya, cocok sekali mereka berdua "


Fatimah hanya diam saja, tak mampu mengatakan apa apa lagi, hanya bisa mendengarkan saja.


Sena melihat kearah Fatimah lalu kembali membuang mukannya kearah lain " Tapi bagaimana kalau nanti Sani menolakku. Bagaimana Fatimah dia begitu dekat dengan anakku masa sih tidak ada perasaan sedikitpun mereka sering bersama-sama sedangkan aku hanya sibuk bekerja dan bekerja tak ada waktu untuk sekedar duduk manis bersamanya tidak ada, Sani juga sekarang sepertinya dia sedang menjauhiku dengan sikapnya yang begitulah kau tahu sendiri kan"


"Iya aku tahu Tuan tapi aku melihat saat Sani mengejarmu ke bandara aku merasa kalau dia memang mencintaimu. Kenapa kau tidak coba untuk mengutarakan perasaanmu aku yakin dia juga menerima Tuan dan memang menyukai tua. Dari gelagatnya saja sudah terlihat Tuan jangan menyerah begitu saja kau harus mencobanya dan mengejarnya "

__ADS_1


"Nanti aku akan coba mengutarakan perasaanku ini pada Sani, semoga saja memang benar tebakan mu kalau Sani memang suka padaku dan tidak pada anakku Alvaro, aku tidak mungkin kan bersaing dengan Alvaro. Aku tidak mau dia membenciku"


"Iya tuan aku tahu. Aku yakin Sani tak akan suka dengan Alvaro, mereka hanya sebatas teman saja, apalagi Alvaro punya Bella "


"Ya kau benar, aku akan coba menghubungi Alvaro, agar sekalian aku bisa menanyakan keadaan mereka disana"


Sena mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sang anak, namun masih belum diangkat, kemana anaknya ini, apa mereka sedang jalan jalan.


Sena kembali menghubungi sang anak untuk yang kedua kalinya namun sama belum diangat "mungkin mereka sedang sibuk " gumam Sena dan menyimpan kembali ponselnya dan duduk dikursi merenung,memikirkan apa yang sedang mereka lakukan, apa mereka sedang bercanda, apa sedang pegangan tangan atau sedang apa.

__ADS_1


__ADS_2