Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Jadi baik lagi


__ADS_3

Sena masih saja tersenyum senyum, bahakn Fatimah yang melihatnya binggung ada apa dengan tuannya ini, apakah dia kesambet wewe gombel atau kenapa. "tuan mereka sedang berbicara dengan mu "


"Ohh ya maaf kenapa "


"Maafkan tuan atas kesalah pegawai kami "


"Emm tidak apa apa saya sangat berterimakasih padamu, ini aku tambah lagi uang untukmu karena kau sudah melakukan pekerjaan dengan baik "


Pegawai itu dengan ragu mengambilnya "apakah ini benar tuan untuk saya "


"Ya benar untukmu, pertahankan dia untuk bekerja denganmu "


"Baik tuan pasti akan saya pertahankan " ucap Managernya.


Sena langsung keluar dari dalam ruangan itu diikuti oleh Fatimah " Tuan apakah kau baik-baik saja"tanya Fatimah yang masih bingung.


"Saya baik-baik saja sekarang kamu ingin makan apa"


Fatimah hanya melongo saja ada apa dengan tuannya ini " kenapa kamu malah diam saya menawarkan makanan kamu ingin makan apa"


"Emm terserah tuan saja, saya ikut "


"Baiklah ayo kita makan yang enak hari ini, tenang saja aku akan mentraktirmu. Ayo cepat atas kerjamu yang hebat dan gigih "


"Wihh tuan kayaknya lagi seneng banget ya sampai mau traktir aku kayak gini, beneran nih apa aja bakal dibeliin"


"Iya apapun yang kamu mau saya akan belikan, kamu ma tas mau apa mumpung saya lagi senang nih. Kalau nggak saya batalin semuanya"


"Emm boleh emang tuan "


"Boleh "

__ADS_1


Fatimah senang sekali mumpung bosnya lagi baik mending iyain aja beli tas seperti apa yang dia bicarakan tuannya" ya udah kita makan dulu yuk Tuan nanti beli tas, yuuu "


Fatimah dengan senang mendahului tuannya dirinya hari ini ke bagian rezeki nomplok.


**


Alvaro dan Rizki keluar dari dalam kamar tadi mereka mendengar suara bising-bising tapi setelah mereka keluar tak ada suara apapun "tadi benar kan kita dengar suara berisik di sini tapi kok setelah kita keluar nggak ada siapa-siapa sih Ki, apa kita berdua halusinasi gara gara minuman tadi"


"Iya tadi juga gue dengar kok ada suara berisik-berisik. Makanya tadi gue ajak lo yang lagi main games penasaran banget kan ada apa di luar tapi waktu kita keluar kok nggak ada siapa-siapa ya apa di sini berhantu ya hotelnya"


"Nggak mungkin lah nggak mungkin berhantu papih gue aja punya saham di sini. Gak mungkin lah ada hantunya di sini. Lo itu ya kalau bicara suka ke mana aja. Ya udah yuk kita masuk lagi aja capek tahu kita harus tidur nih Jam 08.00 kita harus pergi pulang nggak mungkin kita di sini aja, besoknya lagi kan kita harus sekolah udah cepetan masuk-masuk Ki, takutnya beneran hantu"Alvaro malah jadi menakut-nakuti Rizki, Rizki yang memang penakut langsung masuk dan menutup pintunya tak lupa dia juga mengunci pintunya


"Tadi katanya enggak mungkin tapi sekarang malah bawa-bawa hantu gimana sih Al gak bener ah lo mah "


"Heheeh maaf udah ahh yu tidur alarm alarm takut nanti telat lagi "


"Ok deh "


Mereka berdua segera berbaring dan tertidur, tak lupa mematikan lampunya. Agar tidurnya lebih nyenyak lagi.


**


"Iya kau pilih saja yang menurutmu cantik untukmu dan pilihkan satu juga untuk Sani "


"Siap tuan "


Fatimah dengan cepat segera memilih milih tas yang cocok untuknya dan juga untuk Sani ternyata ini gara-gara Sani toh, Sani ternyata pembawa rezeki juga dirinya harus baik-baik dengan Sani kalau bosnya dengan Sani pasti bosnya akan lebih baik lagi, ya dirinya harus mendukung mereka berdua.


Sedangkan Sena dia melihat-lihat ke arah pakaian ada salah satu pakaian yang sangat membuatnya tertarik pakaian itu berwarna biru tosca bertangan panjang dan selutut pasti ini akan cocok dengan Suni, Sena segera mengambilnya dan memilih-milih lagi yang lain ternyata banyak sekali pakaian yang cocok untuk Sani yang maksudnya pas dengan umurnya.


Sena mengambil beberapa pakaian dia sampai mengambil keranjang dan memasuk masukan beberapa pakain untuk Sani dan tak lupa membelikan pakain untuk sang anak juga Alvaro, tak mungkin dirinya melupakan sang anak.

__ADS_1


Fatimah mendapatkan apa yang dirinya mau tas dan juga tas untuk Sani "Tuan aku ingin tas ini tapi harganya mahal sekali apa tidak apa-apa kalau tidak boleh aku akan mengembalikan tasnya lagi dan ini untuk Sani apakah Tuan menyukainya"


"Kau ambil saja yang ingin kau beli dan ya aku suka tas itu untuk Sani, jika kau ingin pakaian pilihlah salah satu setelah itu kita bayar dalam pulang ke hotel besok kita langsung pulang"


Fatimah dengan sembriwingan segera berjalan kearah pakaian dan mengambilnya yang sudah dirinya incar dari tadi. lalu kembali lagi dan memperlihatkan pada tuannya" ini Tuan aku memilih yang ini, bagaimana "


"Baiklah ayo kita bayar sekarang dan pulang"


Fatimah mengganggukan kepalanya dan dengan senang langsung pergi ke arah kasir dan menyimpannya di sana, pelayannya sudah membungkusnya dan langsung memberitahukan harga semuanya dan Sena langsung membayarnya.


Fatimah sungguh senang sekali ternyata tidak sia-sia dirinya ikut kemari semua yang dirinya inginkan dan sedang menabung untuk membelinya ternyata sudah dibelikan oleh bosnya sungguh beruntung dirinya ini bosnya ini kalau boleh setiap hari lah baik.


"Sini Tuan biar aku bawa "


Sena memberikan setengah belanjaannya dan setengah lagi oleh dirinya, lalu berjalan keluar dari mall . Selama perjalanan Fatimah tak henti-hentinya melihat tas barunya.


Nanti saat kerja dirinya akan memakannya pasti Gea akan mau enak juga ternyata jadi asistennya tuan Sena ya meskipun selalu dimarahi, tapi tak apa kalau sudah disogok dengan tas seperti ini dan pakaiannya juga dirinya sungguh senang sekali suka malahan.


Mereka berdua segera masuk ke dalam taksi dan pulang ke hotel yang sama dengan Sani Alvaro dan juga Rizki"Tuan kalau misalnya kita bertemu dengan ketiga orang itu bagaimana nanti"


"Tidak apa kita punya alasan kau membawa pakaian kantor kan"


"Tentu aku membawanya Tuan "


"Baguslah kau pakai saja pakaian kantormu, jadi seolah-olah kita di sini ada pekerjaan jangan sampai Alvaro ataupun Rizki mengetahuinya, kalau sampai mereka tahu aku ambil lagi tas dan pakaianmu yang kau beli itu"


"Iya tuan tidak akan jangan ambil tas dan pakaianku aku janji semua itu tidak akan ada yang tahu "


"Baguslah awas aja sampai terbongkar semua itu"


"Tidak akan Tuan aku janji semua itu tidak akan terbongkar asalkan Sani tidak berbicara pada Alvaro"

__ADS_1


"Dia tidak akan melakukan itu Fatimah"


Fatimah menganggukan kepalanya dan kembali fokus memainkan ponselnya.


__ADS_2