Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Apa yang akan direncanakan Mira


__ADS_3

"Ist ibu bikin malu aja udah aku bilangkan gak usah datang kerumah besar itu jadinya gini kan malu aku Bu, malu tau gak seperti gak punya harga diri, sekarang kita mau tinggal dimana sedangkan rumah udah ibu jual gitu aja, dan uangnya udah habis juga kan sekarang kita mau kemana Bu bawa barang barang kayak gini " .


"Kamu ini cerewet banget udahlah coba kamu telfon lagi Sani, cepetan coba lagi masa sih dia gak mau angkat udah cepetan telfon lagi "


"Ist iya iya "


Sekali lagi Anggia menelfon Sani, dan lagi lagi tak diangkat, Sani sama sekali tak mengangkat teleponnya " Bu gak diangkat terus kita mau kemana sekarang, Sani sama sekali gak angkat, aku udah cape jalan terus dari tadi, aku pengen istirahat, pengen tiduran "


"Ya mau gimana lagi kita gak punya tempat tinggal, kamu jual aja tuh ponsel nanti kita cari kontrakan "


"Gak yah Bu aku gak mau jual ponselku ini, enak aja ibu ini main jual jual aja, baru aja beli masa udah jual lagi sih Bu, pokoknya aku gak mau, aku gak mau jual barang barang yang udah aku beli " .


"Terserah berarti kamu emang gak mau punya tempat tinggalkan, kita tinggal dijalankan aja "


"Bu kalau temen temen aku liat gimana ibu ini ya kadang suka gak mikir, makannya kata aku juga jangan jual rumah "


"Lah lah kok ibu sih, bukannya kamu yang mau kuliah dan biayanya gede banget, ibu harus jual rumah buat kebutuhan kamu "


Anggia dengan kesal meninggalkan ibunya dia berjalan dengan cepat, tanpa menghiraukan panggilan ibunya, sungguh kesal dirinya ini, kenapa hidupnya jadi belangsak kayak gini, kata ibunya dirinya akan tinggal dirumah gede dan enak, tapi nyatanya apa malah jadi gembel kayak gini kan.


**

__ADS_1


Sani sudah didandani cantik, dia melihat dirinya kembali dikaca untuk kedua kali nya dirinya pangling dengan dirinya sendiri, pertama saat menikah dengan om Sena dan kedua saat hari ini, dirinya merasa kalau ini bukan dirinya saja.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintunya, Sani segera membuka pintunya dan ternyata itu mamih Ariana "wahh kamu cantik banget nak, ist gak salahkan mamih panggil perias handal, udah cantik ditambah didandani jadi makin cantik, ayo kita temuin temen temen kamu ya "


Sani tersenyum dengan malu dan segera berjalan dengan mamih Ariana keruang tamu, teman teman Sani yang sudah menunggu langsung berhenti mengunyah dan melihat kearah Sani.


"Wahh edan ini beneran Sani kan gak lagi mimpikan ,ini Sani kan " plak ucap Rizki sambil mengeplak tangan Alvaro.


"Sakit tau " Alvaro yang digeplak seperti itu langsung tersadar saat melihat Sani, tapi ingat dirinya masih punya Bella jangan sampai Bella marah padannya nanti, dirinya yakin kalau Bella akan kembali, Bella masih hidup dan mereka berdua akan bersama kembali.


"Iya ini Sani udah gitu kalian pergi nanti telat, alvaro ingat jaga Sani "


"Iya Oma tenang aja "


Kenapa respon suaminya seperti itu, apa dia tak suka diriku, apakah dia tak peduli pada diriku lagi, menyebalkan sekali rasanya.


***


Mira masih saja diam melihat pakaian yang sudah dirinya siapkan "Apakah aku harus pergi atau tidak tapi kalau aku pergi nanti malu sama temen temen lagi,pasti mereka udah tau semuanya mereka pasti udah tau kalau aku yang lakuin itu sendiri gimana nih kenapa jadi binggung sendiri"


"Tapi kalau aku tak pergi bagaimana dengan Arzan jangan sampai dia berduaan dengan Sani bisa kacau semuanya, aku gak mau ya mereka bahagia diatas penderitaan ku, aku gak mau itu sampai terjadi "

__ADS_1


Mira mondar mandir dan melihat kearah kaca, melihat keluar rumahnya mobil ada sopir ada tinggal dianterin aja kan, dan yah dirinya baru ingat bukannya disekolah ya itu diadakan pesta topeng, ya pesta topeng.


"Hemm aku baru ingat sepertinya akan seru kalau aku datang dan membuat kekacawan nanti disana, ya itu pasti akan sangat menyenangkan aku akan membuat acara itu kacau dan membuat Sani terjebak disana lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti pada Sani dan juga teman temannya tapi tenang Arzan akan selalu aku selamatkan dia akan selalu selamat dan akan selalu baik baik saja, aku hanya ingin Sani yang menghilang dari muka bumi ini, dia pantas mati, mungkin saja bisa bergabung dengan Bella nantinya, mereka akan menjadi teman disana, ya tentu aku harus melakukan itu "


Mira dengan semangat segera memakai pakainya dan juga tentu saja memakai riasannya dan setelah itu pergi kebawah dengan hati yang senang dan begitu riang sekali.


"Mau kemana Mira"


"Mau ke pesta tolong yang ada disekolah emangnya kemana sih mih, ada apa "


"Apakah kamu tak malu Mira dengan apa yang kamu lakukan, apakah kamu masih punya muka saat sudah membuat sebuah masalah yang membuat mamih begitu malu, membuat semua keluarga malu "


"Udah mih cukup jangan marahin aku terus, aku gak akan malu datang ke sekolah aku akan minta maaf sama Sani dan mengakui kalau aku salah, aku gak akan pura pura lagi, aku akan meminta maaf pada semua orang atas kesalahan ku, dan mamih tenang saja aku tak akan membuat masalah aku janji sama mamih, mamih bisa pegang janjiku, kalau aku sampai bohong maka mamih bebas mau sekolahin aku dimana "


Mamihnya Mira masih saja diam melihat raut wajah Mira yang membuatnya begitu ragu " lebih baik kau masuk kedalam kamar dan tak usah pergi kemana mana, mamih tidak mau kau mengacaukan semuanya sudah cukup ya kamu mempermalukan mamih "


"Gak akan aku janji sama mamih gak akan buat malu mamih, aku gak akan lakuin kesalahan lagi, aku akan minta maaf sama semua orang "


"Masuk sekarang ke kamar Mira atau mamih tarik kamu kedalam kamar "


Mira dengan kesal menghentakkan kakinya dan segera naik kelantai atas dirinya harus membayar rencana agar bisa keluar dari rumah dan mengacaukan semuanya, mengacaukan pesta topeng itu.

__ADS_1


Sebelum dirinya bahagia tak boleh ada yang bahagia, sebelum dirinya bersatu dengan Arzan dirinya tak akan membiarkan orang lain bersatu dengan pasangannya lihat saja, semuanya akan terjadi, dirinya akan mendapatkan apa yang dirinya mau.


Mira melihat kearah bawah dan mamih masih ada disana sedang berbicara dengan supirku, pasti mamih tak membolehkan pak supir untuk mengantarku ke sekolah bila aku nekat nanti.


__ADS_2