Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Kita harus bicara


__ADS_3

Sani yang baru saja selesai mandi segera memakai pakaian dinasnya, dirinya ingin mencoba untuk memberikan kejutan ini pada suaminya.


Setelah memakai pakaian dinasnya, Sani memoles wajahnya dan tersenyum puas dengan hasil, saat mendengar suara mobil, Sani melihat kearah jendela dan itu suaminya turun.


Sani segera siap siap ditempatnya, pintu terbuka dan bukan suaminya yang datang malah ibu mertuanya, dengan cepat Sani bangkit dan menutup tubuhnya.


"Mamih "


"Iya sayang kenapa, kau sedang bersiap siap menyambut suami mu "


"Emm eh enggak kok mih tadi nyobain aja, sebentar aku ganti pakaian dulu "


Sani langsung ngacir tanpa mendengar jawaban dari sang mertua, sungguh malu wajahnya mau ditaruh dimana coba , dirinya kira tadi suaminya datang sendiri tapi ternyata dengan ibu mertuanya.


"Ya ampun gimana ini mau taruh di mana mukaku tiba-tiba ada ibu mertua, Sani Sani kau bodoh seharusnya kalau mengintip itu sampai tuntas."


Sena yang baru naik kelantai atas malah melihat mamihnya yang sedang senyum senyum sendiri, ada apa dengan mamihnya ini " kenapa mih, ada apa mamih senyum senyum kayak gini, mamih gak apa apa kan "


"Emm engga mamih baik-baik aja, tadi sepertinya istrimu lagi siapa siap mau sambut suaminya tapi malah mamih yang masuk ya udah gih masuk kamu, masuk temuin istrimu setelah itu turun ya kita bicara"


"Hemm yaudah deh mih, aku mandi dulu ya, "


"Iya nak "


Mamihnya Sena langsung pergi, dan Sena sendiri menutup pintunya dan mencari sang istrinya " sayang sayang kamu dimana, apakah kau sudah berdandan cantik untuk ku, sayang "


Sani keluar dengan wajah yang merah dan memeluk suaminya " ihhh aku kira kamu pulang sendiri padahal aku sudah dandan dan pakai baju dinas eh pas lihat siapa yang buka pintu ternyata mamih aku malu banget mau disimpan dimana coba muka ku ini bee, aku malu banget ist kamu mah gak ngabarin dulu "


"Beneran istriku udah siap siap "

__ADS_1


"Udah dong, udah ah nyebelin ah "


"Nanti malem kita lanjutin "


"Gak aku gak mau "


Sani langsung melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan suaminya " sayang jangan gitulah "


"Gak mau " teriak Sani sambil menutup pintu.


Sena yang juga lesu akhirnya dengan malam malasan masuk kedalam kamar mandi sepertinya tak akan ada jatah lagi malam ini, padahal setiap malam dirinya dan juga sang istri tak pernah absen untuk membuat anak, tapi hari ini sepertinya tak akan ada pergulatan lagi.


Padahal dirinya sangat menyukai saat sang istri yang memimpin, tak disangka sangka istrinya begitu hebat dalam urusan ranjang,baru saja pertama diajarkan dia sudah mengerti dan memperagakan semuanya.


***


"Tidak usah malu dengan mamih sayang, mamih tahu pengantin baru bisa "


"Ehh iya nih " ucap Sani canggung


"Gimana kamu udah cek kandungan belum, siapa tahu kamu udah isi mami ke sini sih tadinya mau antar kamu ke dokter kandungan. Tapi udah sore juga ya, tadi mau siang kesini kata Sena kamu udah mulai kuliah ya nak. Mamih kesini ada yang dibicarakan juga nih dengan kalian berdua"


"Belum sih mi aku belum cek kandungan, karena mas Sena juga sibuk banget, jadi kita nggak ada waktu buat ke dokter. Tadinya aku juga pengen pergi sih sendirian tapi mas Sena nggak ngebolehin katanya harus sama dia dan ya aku udah mulai kuliah mih baru aja hari ini aku kuliah " Sani diam sejenak dan melanjutkan perkataannya " emangnya mau bicarain apa mih "


"Emm tentang Alvaro "


Sena yang sudah selesai langsung bergabung " memangnya ada apa dengan Alvaro mih "


"Kita nggak bisa kalau harus terus umpetin ini semua dari Alvaro, gimana kalau misalnya Sonia malah yang lebih dulu memberitahu pernikahan kalian sama Alvaro jangan sampai itu terjadi yang ada semuanya bakal kacau"

__ADS_1


"Ya kita harus kasih tahunya kayak gimana mih, mami tahu sendiri kan Alvaro itu anaknya kayak gimana. Dia itu nggak akan pernah menerima apa yang dia nggak suka susah banget buat dapetin hati Alvaro, ya meskipun sekarang Sani dan juga Alvaro udah temenan tapi tetep aja Alvaro nggak mau Sani nikah sama aku. Sedangkan posisinya sekarang dia udah jadi istriku mih "


"Biar mami nanti yang coba telepon Alvaro biar mami yang jelasin semuanya sama dia, gimana keadaannya kenapa kalian bisa nikah dan kenapa kami semua nggak kasih tahu Alvaro "


Sena diam, dia menatap istrinya Sani yang sepertinya sedang berfikir dengan keras dan juga sepertinya takut kalau Alvaro nanti malah padanya, Sena menepuk bahu istrinya dan memeluknya.


Sani menatap sekilas suaminya dan tersenyum tipis, hanya itulah yang bisa dirinya lakukan tersenyum saja " baiklah tapi mamih harus menjelaskannya dengan pelan pelan jangan ada emosi, kalau dia belum masih bisa menerima ya sudah jangan dipaksain nanti malah jadi makin benci dia sama kita, apalagi sama Sani, jangan sampai permusuhan yang dulu kembali lagi mih, jangan sampai yang udah berteman malah jadi bertengkar lagi"


"Ya mamih tahu, mamih akan menjelaskan secara perlahan dan tak akan mengebu gebu, perlahan namun pasti mamih akan berbicara pada Alvaro "


Sena menganggukan kepalanya, sebenarnya dari awal dirinya ingin memberitahu Alvaro tapi mau bagaimana lagi situasinya tidak tepat, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan pada saat itu, banyak sekali yang pergi dipertimbangkan sampai sampai dirinya binggung harus bicara yang mana dulu.


"Ya udah kalian berdua istirahat aja ya, mami mau pulang dulu nih, udah sore kasihan papi di rumah sendirian kalian berdua di sini baik-baik kapan-kapan main lagi lah ke rumah mami, kalian tuh jadi jarang ke rumah mami deh "


"Heheh iya maaf mih, Sena terlalu sibuk dan banyak pekerjaan "


"Jangan terus bekerja Sena, kau punya pekerja, kau banyak mempunyai pekerja kenapa kau harus sibuk-sibuk bekerja juga kau hanya perlu memantaunya saja. Sudah habiskanlah waktu bersama istrimu jangan sia-siakan waktu yang ada ya "


"Iya mih akan Sena usahakan "


Mamihnya Sena memeluk Sani dengan erat, lalu perpindahan keadaannya, dan langsung pulang, setelah saling peluk dan berpamitan tadi.


"Sayang yang tadi dilanjut ya, aku udah gak tahan nih, kamu emang gak kasian sama suami mu ini, ayolah sayang dosa menolak keinginan suami"


"Gak kamu nyebelin, aku kesel sama kamu, kamu nyebelin Bee ku nyebelin deh "


Sena tanya banyak bicara langsung memangku istrinya "akhhh bee kamu gila bee turun kan aku, aku tidak mau "


"Nanti juga kalau udah enak kamu ketagihan sayang"

__ADS_1


__ADS_2