
Sani langsung masuk kedalam rumahnya, dari tadi dirinya menunggu om Sena mengirimkan alamatnya namun tidak dikirim kirim juga, sudah di telfon namun tetep tak diangkat, jadi ya sudah dirinya membawa belanjaannya kerumah dan segera mengeksekusinya, terserah dirinya saja mau bagaimana pun nanti jadinya.
Sedangkan diluar sana Sena sedang berjalan perlahan kearah kosan Sani, banyak anak kecil yang berlarian dan menubruknya lalu ada seorang ibu ibu yang menyuci pakaian dan air cipratannya mengenai matanya.
Sena mengucek matanya dan kembali berjalan, saat dirinya akan berbelok kearah gang Sani dia tak sengaja didorong oleh seorang anak dan masuk kedalam tong yang berisi sayur sayuran.
Sena menghembuskan nafas dan berdiri lalu memasukan kembali semua sayuran itu kedalam tong, membersihkan pakaiannya yang sedikit kotor lalu berjalan kembali tiba tiba saja ada ibu ibu yang memberhentikannya.
"Maaf cari rumah siapa pak "
"Cari rumah Sani "
"Oh neng Sani yang masih sekolah itu ya, itu tuh kosannya yang rumah itu "
"Iya bu makasih "
Sena segera berjalan kesana dan mengetuk pintu tak lama kemudian pintu terbuka dan menampakan Sani yang masih memakai seragam, dia terseyum pada Sena dan mempersilahkan Sena masuk.
"Silahkan om masuk "
Sena segera masuk lalu duduk di kursi meja makan, " Om kenapa tidak mengirim alamat rumah om aku kan bisa ke sana"
"Gak jadi saya ingin mengunjungi kosanmu. Apakah layak untuk ditinggali atau tidak "
"Tentu saja layak om mentang-mentang orang kaya ya, bentar saya sajikan dulu makanannya om tunggu di sini jangan kemana-mana ya "
Sani segera membawa hasil masakannya dan menyajikannya di hadapan Sena "ayo silahkan om, aku ganti pakaian dulu ya "
__ADS_1
Sani masuk kekamar sedangkan Sena langsung mencicipinya "hemm enak juga lumayan lah untuk ukuran anak kecil memasak seperti ini "
Saat Sena sedang asik asiknya makan tiba tiba saja Sani keluar, dengan pakaian yang menurut Sena sangat imut, Sani tersenyum lalu mendekatkan wajahnya kearah Sena.
"Bagaimana om apakah enak makanannya "
Sena tak berbicara hanya diam sambil menelan ludahnya, menatap wajah manis itu, "bagaimana om apakah enak, enakan tak mengecewakan "
Sena hanya mengangguk dengan mata yang tak lepas menatap sani, Sani langsung menjauhkan wajahnya dan berdiri dihadapan Sena, sedangkan Sena bukannya melanjutkan makannya malah diam saja menatap Sani.
"Omm apakah om baik baik saja "
Sena langsung sadar dan segera memakan, makananya Sani langsung pergi mengambil bukunya dan segera mengerjakan tugasnya, meninggalkan Sena sendirian makan.
Sena yang sudah selesai makan segera mencari keberadaan Sani, ternyata ada tak jauh dari jangkauannya, Sena duduk disebelah Sani "bagaimana om sudah habis "
Sani segera mengumpatkan buku buku itu dan terseyum kembali kearah Sena "tidak aku aku hanya ingin saja membuka semua buku buku ku, sekalian mengecek apakah ada pr lagi "
"Oh bukan tugas tugas teman mu kan, "
Sani langsung berhadapan dengan Sena, "tentu saja tidak om, ini memang punya punyaku, om apakah akan terus disini "
"Ya saya akan disini menemanimu mengerjakan tugasmu, memangnya kenapa apakah kau tidak mau, siapa tau saya bisa membantu tugas tugas kamu "
"Tidak perlu om aku bisa mengerjakannya "
"Oh ya "
__ADS_1
Sena terus saja mendekati Sani, sampai sampai Sani hampir berbaring, namun Sena terus saja melakukan itu, namun tiba tiba "San maaf aku telat tadi dijalan macet"
Sena yang mengetahui ada orang yang masuk segera berdiri dan langsung pergi begitu saja, Mira yang kaget tak bisa bergerak namun setelah Sena pergi jauh Mira langsung menutup pintunya dan cepat cepat berlari kearah Sani dan duduk disampingnya.
"San beneran kan yang tadi om Sena ayahnya Alvaro. Kenapa dia ada di sini kamu punya hubungannya sama dia, kamu pacaran sama om-om ya , ya ampun San emang gak ada orang lain ya bukannya kamu sama Arzan, udah dia aja mending sama Arzan aja , jangan sama om Sena plis sajar San __"
Sani langsung membekap mulut Mira " tenang dulu tarik nafas kamu jangan salah paham dong, aku itu kayak gini gara-gara waktu mukul kepala om Sena itu loh, aku kan udah cerita sama kamu dan aku juga belum cerita tentang perjanjian kita berdua aku harus selalu masak buat dia, untuk ganti rugi semua atas kecelakaan kemarin itu, ya gimana lagi aku gak punya uang kalau halus langsung cash sama dia. Ya udah ini aja sesuai permintaan dia , cuman masak doang kok mau enak mau gak ya udah dia juga terima-terima aja kan, dia yang mau dan aku juga udah gak kerja lagi di tempatnya kakek Arzan. Aku juga belum ke sana belum, belum temuin kakak untuk bicarain ini semua "
"Kenapa sih kamu gak bilang pakai uang aku aja kenapa sih, aku punya kok tabungan aku sendiri dari pada kamu harus kayak gini, berduaan sama Om Sena yang ada Alvaro makin menjadi-jadi aja sama kamu kalau kalian ketahuan berdua kayak gini"
"Waktunya itu mepet banget jadi aku harus cepet-cepet ambil keputusan udah gak apa-apa, aku gak mau repotin kamu Mir udah dia juga kan gak minta yang aneh-aneh cuman minta dimasakin aja itu aja kok, aku juga baik-baik aja kok "
"Oke deh kalau ada apa-apa lagi kamu bilangnya sama aku, tadi lihat kejadian tadi aku jadi takut loh sama om Sena apa dia Pedofil, kamu itu kan seharusnya kayak anaknya sendiri kan seumuran sama Alvaro malah dekat-dekat kayak gitu sama kamu kayak pacaran tau kalian berdua itu "
"Kamu ini Mir, mana mungkin aku pacaran sama Om Sena Lihat dong aku aja umurnya segini, sedangkan om Srna segitu yang ada nanti kalau aku jalan berdua sama Om Sena disangkanya kita Ayah sama anak dong"
"Tapi gak akan deh karena om Sena tuh ganteng banget, gak kelihatan kok kalau dia udah berumur udah punya anak segede Alvaro, dia tuh lebih ganteng dari anaknya tahu gak sih, udah gak apa apa deh San cakep juga kali, enak tuh yang lebih tua udah berpengalaman kan kalau di ranjang"
"Hah kamu tau dimana ih kamu juga pacaran sama om om ya "
"Bukan gitu aku kan suka nonton drakor drakor gitu banyak kan yang duda kaya gitu nikah sama yang umurnya masih kecil maksudnya ya seumuran kayak kita , itu tuh cute banget pokoknya romantis deh kalau yang udah tua-tua gitu tuh dia tuh lebih mengertian, terus lebih perhatian terus takut kehilangan kita , gak kayak yang seumuran kita gitu labil mereka tuh Pokoknya ya ampun San bahakn sulit dideskripsikan dengan kata-kata"
"Udah udah deh dari pada kamu ngehayal mending kita kerjain tugas yang banyak ini apa lagi banyak nih anak-anak yang kasih bukunya sama aku"
"Kenapa kamu malah terima kata aku kan gak usah terima mereka itu cuma manfaatin kamu aja"
"Iya aku tahu mereka cuman manfaatin aku aja, tapi aku mau cari aman aja supaya aku tuh gak dibully terus, aku udah capek banget dan aku juga gak mau kamu terus bela aku dan kamu masuk ruang BK terus, gak deh aku gak mau udah yuk kerjain aja sekarang Mir takutnya nanti kemaleman"
__ADS_1
Mira mengangguk dan segera membuka bukunya kasian sekali sabahatnya ini.