
Sekarang mereka saatnya berolahraga bahkan Sani dan Mira yang baru saja datang langsung berlari mengikuti yang lainnya, mana mungkin kan mereka berdua diam saja yang ada malah akan dimarahi lebih baik langsung saja berlari mengikuti yang lainnya.
Mereka berlari perlahan saja tidak cepat-cepat seperti laki-laki yang seperti sedang balapan. Memang mereka itu seperti itu kalau olahraga sedang pemanasan suka main-main dan tidak benar. Tak pernah mereka berlari dengan benar selalu main main saja, tapi sepertinya seru juga ya "
Tiba-tiba ada Alvaro di sampingnya "San gimana tugas dibawa kan, gak lupakan lo sama tugas yang suruh gue bawa sama lo "
"Dibawa tapi rusak gara-gara tadi kesenggol sama Bella nggak sengaja, gimana dong gak marahkan "
"Kok bisa sih kan udah jadi setengah, masa kita harus ulang lagi dari awal San, cape tau gak sih San "
"Nggak tahu deh tadi katanya Bella nggak sengaja. Maaf ya aku juga nggak tahu kalau bakalan hancur kayak gitu, padahal aku udah jalan baik-baik kok aku nggak buru-buru, bahkan aku jalan juga hati-hati banget dia nabrak aku dari belakang Alvaro mana aku tahu kan"
"Ya udah deh nanti kita kerjain aja dari awal. Emang itu Bella suka ada-ada aja deh, cape capekan kita ngerjain tugas itu malah dirusak sama s Bella "
Alvaro langsung berlari kembali tanpa mendengarkan jawaban dari Sani, karena dirinya juga tak mau membuat masalah untuk Sani " itu beneran Alvaro kan, kok dia beneran kayak baik-baik aja ya biasanya kalau kamu ngelakuin kesalahan itu suka marah-marah, dia kok baik banget bahkan mukanya ya biasa aja nggak marah"
"Iya itu Alvaro gak mungkin kan kalau yang tanya aku itu adalah khodamnya, kamu ini gimana sih itu beneran Alvaro dia nyata dan bukan khayalan aja, masa aku bicara sendiri gak mungkin kan "
"Kok beda banget ya beneran itu Alvaro aku kok nggak percaya ya dia Alvaro, baik banget sama kamu kalau baikan makin terpancar aja tuh ketampanannya. Pokoknya jadi sempurna banget dia udah baik, ganteng terus tinggi putih hidungnya mancung pokoknya sempurna banget deh"
"Ya kalau dia marah-marah yang ada dia bakal dihukum sama Pak guru, ya mungkin ya pasrah aja gimana lagi sudah rusak sama pacarnya lagi gara-gara tadi pagi dia senggol, kata Bella aku tuh jalannya terlalu tengah. Padahal aku di pinggir dia aja mungkin ya nggak punya mata sampai senggol senggol aku, sebenarnya aku tuh kesel tapi aku nggak bisa marah-marah sama dia aku nggak mau buat masalah di pagi hari yang cerah, "
__ADS_1
"Itu mah cuman Bella aja yang ngada ngada, mungkin dia dengan sengaja mau rusak karya kamu sama Alvaro, tapi dia nggak mau dimarahin sama Alvaro, jadi deh dia kayak gitu bilang kalau dia nggak sengaja dan kamu terlalu tengah jalannya. Lebih baik nanti yang bawahnya Alvaro aja biar kalau Alvaro yang bawa Bella nggak akan berani rusak karya kalian, dia juga akan takut sama Alvaro takut dimarahin dan takut diputusin, ketakutan terbesar Bella adalah diputusin sama Alvaro, jadi kamu harus manfaatin itu pokoknya jangan kamu yang bawa karya itu lagi, nanti yang ada kamu yang disalahin lagi sama Alvaro"
"Iya juga ya nanti aku minta aja deh Alvaro yang bawa aku juga nggak mau tugas kita berdua tuh rusak lagi, aku tuh udah capek-capek kerjainnya setengah bagian dan setengah lagi kita mau kerjain di sekolah, karena kamu tahu sendiri kan Alvaro itu sibuk banget, dia sibuk sama basketnya dan yang lain-lainnya jadi kan nggak ada waktu masa sih aku aja sih yang kerjain nggak mungkin kan, kalau gitu bukan tugas kelompok dong namanya tugas mandiri"
"Biasanya juga kan selalu kamu yang kerjain. Tapi sekarang kenapa Alvaro tiba-tiba mau kerja kelompok dan ikut ngerjain ya, ya biasanya sih kalian kerja kelompok tapi kan dia cuma diam aja gitu kasih uang sama kamu dan kamu yang kerjain semuanya, ini tuh bener-bener fenomena yang langka banget yang Alvaro lihatin sama kita semua, kalau dia mau kerjain tugas sama kamu "
"Iya juga tapi dia sekarang berubah nggak gitu, malahan dia yang ngajak sendiri mau kerjain di sekolah ya udahlah dari pada aku capek-capek kerjain sendiri dan mikir gimana caranya bikin bangunan itu kokoh dan bagus dan nilai aku besar gitu kan, jadi bagus deh dia mau bantuin dan ngerjain bareng-bareng jadi aku gak pusing sendiri Mir. Tapi kamu jangan kasih tahu sama siapa-siapa ya kalau Alvaro sekarang udah sedikit berubah-rubah dan gak selalu bully -bully aku lagi, ya jangan sampai ada yang tau pokoknya "
"Tanpa aku bicara sama orang lain pun semua orang tuh udah tahu kalian tuh kayak deket banget, ya maksudnya bukan deket gimana ya Alvaro tuh udah nggak ngebully kamu lagi dia itu udah baik-baik aja gitu lebih tenang lebih baik deh pokoknya, kok aku jadi suka ya sama Alvaro tiba-tiba aku jadi ya ampun ternyata ini Alvaro yang sebenarnya dia baik nggak suka ngebully lagi dan keren banget gitu"
"Awas nanti ada pacar yang cemburu hati-hati loh nanti kamu dibully habis-habisan dan kamu dilabrak sama dia mau emang"
"Ayo ayo semangat "
**
Suni dan juga Alvaro sudah ada dalam perpustakaan, mereka masih memikirkan bangunan apa yang cocok dan kokoh buat tugas mereka.
"Gimana ya San biar lebih kokoh gitu kayaknya tadi emang yang lo buat waktu itu nggak terlalu kokoh deh, sampai sampai disenggol dia langsung hancur kita tuh harusnya buat yang bagus banget lebih-lebih dari yang lain"
"Kalau misalnya kita bikin bangunan kayak yang di youtube youtube itu loh yang bikinnya pakai pasir semen ya kayak bikin beneran rumah, gimana tuh itu pasti akan lebih kokoh setuju nggak dari pada kita pakai sterofom kayak gini dan bakal hancur kalau itu kan ya maksudnya kokoh kita pakai besi mau nggak, kita cari aja lah referensi di google-nya atau di mana pak guru juga nggak tentuin kan harus pakai apa-apa aja bahannya"
__ADS_1
"Iya juga boleh deh ternyata waktu itu waktu gue ceplas-ceplos bilang pakai semen berguna juga ya. Ya udah deh kita pakai itu aja itu akan lebih bagus kayaknya tapi itu kerjanya harus di rumah nggak mungkin di sini yang ada ini perpustakaan belepotan sama kerjaan kita dan bisa-bisa kita dihukum di sini, ini aja kita bicara bisik bisik tetangga "
"Iyalah pasti kita akan dihukum. Ya udah nanti kita kerjain aja di rumah yah sehabis pulang sekolah, ya biar nggak keburu-buru juga itu kan, dan nyantai aja gitu kerjainnya di sekolah pasti bakal banyak yang ganggu juga"
"Terus gimana sama kerjaan lo , lo kan harus kerja kalau nggak kerja gimana masa kita mau kerjain di Cafe tempat kerja lo, nggak mungkin kan lo juga harus layanin pelanggan juga"
"Tenang aja aku masih bisa kerja kok setelah beres aku akan langsung pergi ke tempat kerja. Paling juga kita kan kerjanya satu atau sampai 2 jam kan nggak akan lama nanti juga, kita kan bakal kerjain lagi di hari besoknya lagi. Tenang aja aku masih bisa kerja kok nanti aku izin aja buat ganti shift sama orang lain untuk beberapa hari ini"
"Terus pulangnya jam berapa, pulang malam dong, yang pasti akan lebih dari kemarin kan pulangnya"
"Ya gitu deh nggak apa-apa yang penting tugas kita selesai dulu aja, nggak apa-apa aku pulang malam udah biasa kok jadi ini barang-barang ini mau kita kemanain, mau kita bawa aja "
"Idah kita buang aja kita ke kantin ah udah semuanya kan nanti tinggal bikin sketsa aja, nanti deh gue di kelas bikin sketsa kalau di sini nggak fokus karena nggak boleh berisik kalau di kelas gue bisa mengumpat sepuas-puasnya dengan kata-kata kasar gue kalau gambaran gue jelek, udah cepetan gue juga lapar sebenarnya dari tadi, kalo gue lapar nanti bawaannya gue marah-marah deh "
"Ya udah kamu duluan aja aku nggak mungkin kan bareng-bareng sama kamu nanti kalau ada fitnah gimana, kamu duluan aja nanti aku tetakhir aja deh "
"Udah ayo tenang aja semuanya akan baik-baik aja, gue nanti yang hadapin kalau misalnya Bella atau Rizki apa-apain lo gue akan bilang kalau kita lagi cari referensi buat tugas kita berdua, karena kita kan satu kelompok nggak mungkin kan mikir satu-satu yang ada nanti kita bertabrakan dan yang satu nggak mau, yang satu nggak mau, jadi ya kita harus belajar sama-sama dan mencari solusi barang-barang, udah nggak usah protes kita makan bareng aja ayo nanti gue nggak bisa mikir nih di pelajaran yang akan datang, itu kan ulangan gue tuh harus punya nilai gede lebih dari lo ayo cepetan"
Alvaro segera mengusir tangan Sani dan dia juga membawa kresek besar yang Sani bawa dan membuangnya ke tong sampah, karena itu sudah tidak terpakai lagi olehnya untuk apa lebih baik dibuang dari pada dibawa-bawa dan akan membuat banyak saja sampah.
Sedangkan Sani sendiri yang di gandeng oleh Alvaro menjadi takut, takut nanti ada yang lihat dan difoto lalu memberikannya pada Bella bisa habis dirinya ini dimaki-maki oleh Bella di depan banyak orang.
__ADS_1