
"Ada sayang, ada apa kenapa kau begitu panik "
Sani langsung melihat kearah suaminya, baru saja mereka datang dirumah, tapi dirinya sudah mendapatkan kabar seperti ini.
"Bee katanya Arzan ketusuk dan sekarang Alvaro lagi ada dirumah sakit "
"Apa terus gimana Alvaro dia gak apa apa kan "
"Engga bee Alvaro baik baik saja, ayo kita kesana bee "
Sena menganggukan kepalanya dan segera membawa istrinya masuk kedalam mobilnya, selama perjalan Sani hanya diam saja, dirinya begitu takut saat mendengar semua kabar ini, kenapa bisa, kenapa bisa Arzan terluka, kenapa bisa sih.
"Bee kenapa bisa ada orang jahat seperti tadi kalau kita tadi gak pulang mungkin kita juga udah habis "
"Aku juga gak tau sayang, kenapa bisa ada orang jahat seperti itu, semoga aja Arzan temen kamu baik baik aja dan semoga aja gak ada korban lagi ya "
Sani menganggukan kepalanya dan kepalanya penuh dengan pertanyaan pertanyaan, kenapa bisa siapa yang melakukannya apakah Mira, masa Mira yang melakukannya gak mungkin kan Mira menusuk Arzan gak mungkin itu terjadi.
Jadi siapa yang udah lakuin itu, siapa yang sudah tusuk Arzan apakah musuhnya, ya mungkin saja musuhnya, tapi siapa setau dirinya Arzan tak punya musuh.
__ADS_1
**
Mira terus saja melihat ponselnya dan tiba tiba ada yang mengetuk pintunya dengan takut Mira menyahutnya " siapa "
"Mamih "
"Ngapain mami mau ke kamar apa mami mau kasih tahu kalau Arzan ditusuk terus ada yang tahu kalau aku yang ngelakuin itu gimana ini, aduh kenapa jadi rumit " gumam Mira
"Mira apakah mamih gak boleh masuk "
"Se sebentar mih "
"Mira setelah kelulusan kamu langsung pergi ke Jepang dan kamu sekolah di sana aja, mami udah putusin semua dan nenek kamu juga udah setuju papih juga setuju semua orang udah setuju dan kamu nggak boleh bantah lagi "
Mira hanya diam saja, apa mungkin dirinya kabur saja daripada harus bertanggung jawab, yah lebih baik dirinya pergi ke Jepang itu adalah jalan satu-satunya untuk dirinya kabur dari semua masalah ini.
Dirinya tidak mau dipenjara dirinya tidak mau menerima hukuman apa-apa, ini adalah sebuah kesalahpahaman dirinya sebenarnya tidak mau mencelakai Arzan tapi karena dia tiba-tiba saja lewat jadi dia yang tertusuk.
Seharusnya Sani dirinya tidak mau bertanggung jawab atas semua itu dirinya memang harus pergi dari sini dan jauh-jauh dari negara ini, dirinya punya alasan untuk mengelak semuanya, kalau dirinya tidak ke sana tak ada yang lihat dirinya masuk ke dalam pesta itu untung saja dari rumah sudah memakai topeng. Lebih baik kabur saja dari pada disini menanggung masalah dan menjadi aib keluarga.
__ADS_1
"Mira kau kenapa diam saja, apa kau baik baik saja "
"Mira baik-baik aja kau mi, Ya udah Mira akan ikutin apa kata-kata mamih nenek papi pokoknya Mira sekarang akan ikutin kata-kata kalian semua. Mira akan pindah ke Jepang dan sekolah di sana Mira nggak akan bantah lagi kata-kata mami sama papi, pokoknya Mira akan jadi anak penurut sekarang, Mira udah sadar kalau Mira salah Mila akan ikutin apapun kemauan kalian semua. Mira akan pergi ke sana tapi apakah boleh Mira pergi besok saja mi biar ijazah mami yang ambil atau papi atau siapapun itu, nanti kalian bisa langsung mengantarkannya ke Jepang aku rasanya ingin menenangkan pikiranku dulu mi, aku ingin melupakan semua tentang masa laluku di sini aku ingin memulainya dari awal lagi, membuka lembaran baru mih. Aku ingin semuanya baru dan aku ingin menjadi Mira yang baik dan juga berbeda dari yang sekarang. Aku sudah hancur sekarang dan aku ingin menjadi lebih baik lagi mih apakah bisa "
Mamihnya Mira hanya diam dan menatap anaknya kenapa anaknya sama sekali tak membantah, kenapa dia bisa langsung setuju.
"Kamu gak bikin masalah apa apakan "
"Kenapa sih mi, aku nggak bantah mami malah tanya aku nggak bikin masalah, emangnya aku bikin masalah apa mi sedangkan aku dari tadi di kamar aku nggak kemana-mana bukannya kata mami aku nggak boleh keluar ya, emangnya mami lihat aku keluar gitu nggak kan aku di sini di rumah aku di dalam kamar dari tadi dan aku nggak lakuin apa-apa, jadi sebenarnya mami itu maunya apa mau aku terus bantah mami gitu, aku tuh mau berubah jadi lebih baik tapi mami kenapa tiba-tiba tanya kayak gitu, mami maunya aku tuh sebenarnya kayak gimana mih, mami maunya aku tuh bantal-bantah terus ya mami maunya aku tuh berdebat terus sama mami dan tolak semuanya terus mama paksa aku kesana gitu sekolah di sana gitu sekarang aku udah setuju lalu mami mau apa lagi sih"
Mira dengan sekuat tenaga menyembunyikan semuanya, jangan sampai semuanya terbongkar di depan mamihnya, jangan sampai maminya tahu semuanya tentang masalah ini, dirinya harus cepat-cepat pergi dari negara ini kalau telat saja satu hari atau 2 hari sudah tertangkap kalau Arzan sadar dan ingat semuanya terus melihat wajah ku atau mengenali wajahku pasti dia akan melaporkannya ke kantor polisi masa depanku masih panjang dan aku nggak mau sampai itu hancur cuman gara-gara salah paham aja.
"Ya kan mami cuman tanya aja takutnya kamu ada masalah atau bikin masalah gitu tiba-tiba setuju sekolah di Jepang, tadi aja kamu bantah mami sampai nggak mau ke sana pengennya sekolah di sini terus dengan tiba-tiba kamu mau kan. Mami cuman tanya aja nggak ada maksud buat tuduh-tuduh kamu kenapa sih kamu emosi banget mami tanya kayak gitu. Padahal mami kan tanya baik-baik takutnya ada masalah biar mami selesaikan dulu masalahnya di sini semuanya, agar nanti kamu sekolah di sana itu kamu tenang"
"Mami tenang aja aku nggak punya masalah apa-apa di sini, semuanya udah selesai dan aku juga sama Sani udah baik-baik aja kok, dia udah maafin aku kok mih, mami bisa tenang di sini aku nggak punya masalah apa-apa bukannya aku marah sama mami tapi aku cuman capek aja ditanya kayak gitu terus-menerus, mami tuh anggap aku tuh emang kayak perempuan pembawa sial gitu sampai-sampai saat aku mengiyakan apa yang mami mau mami bertanya-tanya ada masalah apa sama aku"
"Ya udah maafin mamih, kamu bereskan dulu saja barang barang kamu, lalu besok kamu akan pergi "
Mira menganggukan kepalanya dan mamihnya langsung pergi meninggalkan Mira, Mira mengusap dadanya dan menghembuskan nafasnya untung saja mamihnya percaya.
__ADS_1