
Kembali Sani memberikan makanan dan juga minuman pada pelangannya yang sekarang adalah Sena dan juga perempuan tadi yang berana Sheila"hei Sani kau ada disini "
Sani tersenyum terpaksadan menganggukan kepalanya "iya tante aku ada disini, karena aku bekerja disini "
"Wah wah hebat kau, masih sekolah tapi kau bekerja juga, hebat sekali, benarkan Sena dia begitu hebat dulu kita hanya menghabiskan uang saja, hebat kau San tak menyusahkan orang tua mu "
"Hemm iya tante terimakasih atas pujuan mu, aku permisi dulu ya tante om untuk kebelakang dan mengantar pesanan yang lain "
"Baik silahkan Sani "
Sani langsung pergi sebelumnya dia mendelikan matannya pada Sena dan masuk kedapur dengan cepat.
"Sena kenapa kau terus saja menatapnya, apa kalian ada masalah kenapa kalian berdua begitu kaku "
__ADS_1
"Entahlah susah untuk dijelaskan dengan sangat terperinci, aku tak bisa menjelaskannya "
"Apa dia marah karena kau bersama mu, apakah dia kesal padaku, aku akan meminta maaf "
Sena langsung memegang tangan Sheila yang akan bangkit "sudah jangan, kau diam saja disini, dia tak akan marah biar aku yang menjelaskannya nanti ayo kau makan , bukannya sekarang kau akan mencari tempat tinggal dengan cepat "
"Ya sudah baiklah aku akan diam "
Sheila duduk kembali dan segera menyantap makanannya dengan begitu lahap, tanpa memikirkan tangapan orang lain
"Ohh jadi itu laki laki yang sudah membuatmu seperti ini "
"Bintang sejak kapan kau ada disini " kaget Sani
__ADS_1
"Emm dari tadi tapi kau hanya diam saja, aku dari tadi melihat kau terus saja menatap laki laki itu, tampan sekali dia, aku pernah melihat laki laki itu menemui bos dan tak lama kau masuk "
"Benarkah dia pernah menemui bos "
"Iya aku yakin dia pernah menemui bos dan berbincang cukup lama lalu setelah satu atau dua hari kau masukkan ke sini. Apakah ada sangkut pautnya apakah kalian dekat atau hanya kebetulan saja"
Sani tak menjawab dia masih berfikir apakah benar Om Sena kemari untuk memasukannya kembali kesini, kekerjaannya, apakah mungkin "Sani aku bertanya padamu "
"Tidak mungkin, itu mungkin hanya sebuah kebetulan saja memang aku mengenal laki-laki itu karena dia adalah ayahnya Alvaro begitulah, pokoknya gitu deh kayaknya cuman kebetulan aja deh nggak mungkin dia masukin aku ke sini lagi ,emang apa gunanya buat dia nggak mungkin deh kamu jangan pikiran yang aneh-aneh, udah cepet kerja lagi nanti kalau ada bos lihat kita ngobrol kayak gini terus yang ada kita nanti malah dimarahin dan diomel-omelin"
"Apa udah punya anak seumuran sama kamu yang sering ke sini kan jemput kamu, beda banget ya ampun aku nggak percaya kalau dia udah punya anak pokoknya cakep banget bapaknya, pantesan galau banget"
"Apaan sih nggak, udah ayo cepetan kita kerja lagi jangan terus-terus kita ngobrol udah ayo cepetan kita ke dapur dan ambil makanan yang harus kita hidangkan sama pelangan pelangan kita yang setia bintang, ayo jangan macam macam ya, cepet cepet ayo kita kesana kita layanin semuanya "
__ADS_1
Sani mengandeng tangan Bintang masuk kedalam dapur agar tak ditanya aneh aneh saja.