Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
awas saja kau habis


__ADS_3

Alvaro yang sudah siap mengukanakan seragamnya seegra turun kebawah ternyata sudah ada papihnya dan seorang perempuan.


"Papih sudha pulang dan ini " sambil menatap perempuan itu


Sheila langsung mengasongkan tangannya "hallo aku Sheila teman ayah mu, kau sangat mirip dengan Sena saat muda "


"Oh ya aku Alvaro "


"Ayo nak duduk " pinta Sena


"Tidak ayah nanti aku sarapan saja dengan Sani, aku harua berangkat sekarang dan menjemput Sani "


"Yakin kau tak akan makan "


"Tidak nanti saja disekolah karena kami juga harus mengerjakan tugas kelompok yang begitu banyak jadi harus segera dikerjakan "


"Baiklah hati hati jangan membawa mobil dengan ugal ugalan"


"Tentu tak akan ayah "


Alvaro langsung berlari keluar rumah dan terdengar suara mobil keluar dari garasi.


"Sani bukannya perempuan yang kau sukai kebapa sepertinya begitu akrab dengan Alvaro "


"Aku sudah bilangkan mereka satu kelas dan berteman juga, jadi ya wajar kalai mereka dekat "

__ADS_1


"Tapi sepertinya ini berbeda, dekatnya itu berbeda sepertinya Alvaro memyukai Sani dari gerak geriknya seperti itu "


"Tidak mungkin dia punya pacar, jadi tak akan mungin Alvaro menyukai Sani, itu sungguh tidak mungkin "


"Hemm baiklah semoga saja ya, jangan sampai nanti kalian memperebutkan satu perempuan "


"Tidak tidak akan , aku tau bagaimana anak ku, sudah ayo kita makan saja, dari tadi mengobrol terus kapan makannya "


"Iya lupa ayo makan "


Mereka fokus pada makanan masing masing, namun Sena begitu gelisah dengan apa yang diucapkan oleh Sheila takutnya memang benar tapi semoga saja tidak ya.


**


Pintu dibuka Sani hanya diam saja dan melihat Alvaro yang menyengir "kau ini katanya hanya akan memabwa satu kunci tapi kau membawa semuanya "


Alvaro langsung duduk dan melihat apa yang Sani masak "aku hanya memasak nasi gorong, kau mau "


"Tentu boleh aku belum makan gara gara harus buka pintu rumah lo "


"Hemm salah siapa kuncinya dibawa semuanya "


Sani mengambil piring dan gelas, lalu menuangkan nasi goreng dan menyajikannya pada Alvaro, tak lupa Sani mengisi air minum untuk Alvaro.


"Silahkan dimakanan"

__ADS_1


"Makasih "


"Sama sama "


Alvaro langsung menyantap makanan yang dibuat oleh Sani dengan begitu lahap, sesekali menatap Sani "enak juga ya belajar masak dari mana sih "


"Dulu sering belajar masak dari almarhumah ibuku"


Alvaro memberhentikan makannya "maafin gue, gue gak tau "


"Udah tenang aja ibuku udah gak ada sejak lama jadi gak masalah , ayo cepetan makan lagi kita kan harus berangkat kesekolah "


"Iya iya sebentar ya sekarang dihabisi "


"Iya aku mau ambil tas dulu "


Alvaro hanya mengangguk anggukan kepalanya dan fokus pada makanannya.


Tak lama kemudian Sani muncul dan Alvaro pun sama sudah beres makan "ayo berangkat San "


"Hah kok udah habis lagi sih "


"Udah ayo cepetan kita harus pergi kesekolah "


Alvaro menarik tangan Sani dan mengunci eumah Sani lalu pergi untuk segera kesekolah mereka.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari ada orang yang menatap mereka berdua "enak banget jadi Sani sama ini itu dideketin awas aja ya lo Sani, lo udah berani pergi pergi sama pacar gue, dan kenapa lo bisa selamat sih kenapa coba, awas aja gue akan singikirin lo secepatnya awas aja gue gak akan segan segan buat lakuin itu, gue akan celakain lo "


__ADS_2