Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Jadi kelinci percobaan


__ADS_3

Sena yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya segera menyenderkan tubuhnya, ini sudah jam 8 malam apakah Sani sudah pulang, Sena dengan cepat menelfonya dirinya ingin menemui Sani, dan akan menembak Sani seperti apa yang anak itu mau, tapi ditempat spesial makannya dirinya akan menelfon dulu Sani.


Apakah dia bisa atau tidak, sekalian dirinya akan memberikan pakaian yang sudah dirinya beli waktu kemarin itu lo, masih berdering dan tak lama kemudian diangkat " Sani apakah kamu masih bekerja. Saya ingin mengajak kamu ke suatu tempat"


"Aku kayaknya sekarang lembur om, aku lagi belajar masak lagi nih om. Tahu nggak om aku jadi asisten koki seneng banget aku bisa naik jabatan juga, pokoknya senang banget deh nanti gaji pertama aku traktir Om deh, dan om juga mau kan nanti anter aku ketemu sama ayah, aku juga mau bawa ayah makan dilestoran "


"Wahh selamat ya, saya ikut senang jadi kamu pulang jam berapa nanti saya jemput kamu tidak baik anak perempuan pulang sendirian. Kenapa kamu tidak belajar di rumah saja saya akan membelikan semua sayur-sayuran dan daging-dagingan yang kamu perlukan untuk belajar. Ya nanti saya antar kamu pulang ke ayahmu agar kalian bisa bertemu"


"Gak usah Om buat apa lebih baik di sini aja, di sini lebih lengkap oh ya oh mau nggak jadi kelinci percobaan aku buat malam ini"


"Emm saya tak akan matikan nanti"


"Om ini seperti tidak pernah memakan makananku saja, bukannya selalu ketagihan kan kalau makan makanan dari ku, aku jamin om akan sehat walafiat dan tidak akan mati. Ayolah Om sekali ini saja jadi kelinci percobaanku "


"Baiklah aku akan kesana tunggu aku "


"Siap om makasih ya om "


"Ya "


Sambungan pun langsung diputuskan oleh Sena dia langsung membereskan kertas kertas yang masih berserakan, mengambil tas kerjannya dan juga baramg barang yang akan dirinya berikan pada Sani.


Saat dirinya keluar dari ruangany Fatimah masih ada disana"kenapa kau masih ada disini "


"Ehh tuan ada yang masih perlu saja kerjakan "


"Bawa saja kerumah pekerjaanmu, ini sudah larut malam tak baik perempuan pulang malam malam "


"Iya tuan "

__ADS_1


"Saya pulang duluan "


"Iya tuan hati hati "


Sena hanya menganggukan kepalanya dan langsung pergi meninggalkan Fatimah, sedangkan Gea yang dari tadi mengintip langsung menghampiri Fatimah.


"Cie kok tuan Sena kayaknya perhatian banget ya sama kamu Fatimah, apa dia suka ya sama kamu, cie cie bakal jadi ibu bos nih "


"Apaan sih kamu ini dia tuh cuman ngingetin aja kalau perempuan itu nggak baik pulang sendirian malam-malam nggak lebih kok emang dia suka kayak gitu kalau lagi waras. Kamu beneran mau tunggu aku atau aku kerjain aja di rumah gitu seperti apa yang tuan Sena bilang"


"Kirain aku Tuan Sena berbalik haluan dan malah jadi ngejar kamu. Ya udah ayo kerjain di rumah aja nanti juga kan kamu kalau istirahat bisa langsung tidur. Eh tunggu-tunggu kau ini tasnya kayaknya baru wahh ini kan tas bermerek kapan beli kok gak ngajak-ngajak sih padahal aku juga mau lihat-lihat loh, bukannya kamu masih ngumpul ngumpul ya buat beli"


"Iya emang aku lagi kumpul-kumpul uang buat beli tas ini, tapi kemarin aku dapet rezeki dari tuan Sena dia beliin aku tas sama pakian karena kerjaan aku bagus katanya"


"Hah beneran kau sampai dikasih tas dan pakaian sama tuan Sena gak salah kan "


"Beruntung banget sih kamu, aku juga pengen dibeliin ihh "


"Minta aja sama tuan Sena "


"Emangnya bakal dikasih "


"Engga tapi kamu bakal dimarahin sama dia "


"Ist kamu mah kirain aku beneran, yaudah yu pulang "


"Yuuu kita pulang "


Mereka segera keluar dari dalam kantor dan meninggkan kantor ini yang sudah sepi dan cukup menyeramkan.

__ADS_1


***


"Mana Al"


Alvaro langsung memberikan ponsel Bella kepada ayah Bella" om aku nggak nemuin petunjuk apa-apa lagi , setelah tadi aku nemuin ponsel ini aku langsung menelusuri tempat ini om, tapi nggak ada pentunjuk apa apa lagi, maaf nih om aku mau tanya aja apakah sebelumnya om punya musuh di kantor atau di luar kerjaan Om gitu, takutnya Bella malah diculik "


"Om nggak pernah punya musuh Alvaro. Om menjalin hubungan baik-baik saja dengan mereka tidak ada orang yang dibuat kesal oleh om l, ataupun sebaliknya om tidak punya musuh kalau memang Bella diculik siapa yang menculiknya, om tak bisa memikirkan siapa orang yang bisa saja berpotensi menculik Bella "


"Dengan keluarga om apakah ada, ya takutnya keluarga om ada yang tak suka dengan om, atau dengan kekayaan om "


"Tak ada All, om anak tunggal om tidak mempunyai soudara jadi itu tidak mungkin "


"Atau kita lapor polisi saja om, biar dibantu juga oleh mereka, lebih cepat lebih baik "


"Baiklah ayo kita kekantor polisi "


Saat Alvaro akan masuk mobil ponselnya berdering ternyata dari teman temannya j gimana udah ketemu Bella ada petunjuk gitu atau apa"


"Nggak ada Al gue sama Arzan udah cari ke tempat biasa Bella datang, bahkan ke tempat Bella selalu nginep nggak ada nggak ada dia sana sekali di sini, bahkan kita udah tanya-tanya ke orang-orang yang ada di sini juga mereka nggak lihat Bella sama selama beberapa hari ini, ya katanya mereka nggak lihat gimana kita harus cari ke mana lagi nih"


"Ya udah kita ketemuan aja di kantor polisi gue sama ayahnya Bella mau ke kantor polisi kalian berdua juga ke sana ya kita ketemu aja di sana"


"Siap Al, kita sekarang kesana "


"Bagaimana Al apakah ada perkembangan "


"Nggak ada Om Arzan sama Rizki juga udah cari ke tempat Bella biasanya datang tapi nggak ada, katanya emang beberapa hari Bella nggak ada ke sana. Ya udah kita ke kantor polisi aja om siapa tahu mereka bisa bantu dan cepet-cepet temuin Bella juga. Takutnya emang benar-benar Bella diculik. Kita kan nggak pernah tahu apa yang terjadi bukannya Alvaro suudzon atau gimana . Tapi Bella nggak pernah menghilang kayak gini biasanya Bella kalau kabur dari rumah atau pergi dari rumah dia datang ke rumah Alvaro atau Rizki atau Arzan nggak mungkin ilang-ilangan kayak gini"


"Iya All om tahu, ayo kita pergi "

__ADS_1


__ADS_2