Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Iya aku mencintaimu


__ADS_3

Tok tok tiba tiba saja ada yang mengetuk pintu Alvaro melihat kearah Rizki " Coba lihat siapa Ki "


Rizki dengan cepat langsung pergi ke arah pintu sedangkan Alvaro membuka sepatu Sani dan menyelimutinya saat pintu dibuka ternyata itu staf dari hotel "Ada apa ya"tanya Rizki dengan bingung


"Ini handuk yang anda minta tadi kak "sambil memberikan pada Rizki namun kepalanya terus celengak celenguk melihat ke dalam.


"Kenapa kau melihat ke dalam"Rizki langsung saja menutup pintunya dan memberikan handuk itu kepada Alvaro


"Apaan sih Ki tiba-tiba ngasih handuk"


"Nggak tahu itu tadi orang kasih ini, gue kirain lo yang minta gitu buat mandi atau apa gue nggak tahu ambil aja tadi"


"Kayaknya dia salah kamar deh, enggak kok mungkin gue nelpon , emang lo lihat gue nelpon nggak kan udah lo simpen aja dimeja sanalah "


"Hemm aneh banget ya "


**


"Gimana " ucap Fatimah sambil memberikan selembar uang


"Di dalam ada dua pria dan satu wanita, wanita itu sedang tertidur"


"Lalu apa yang dilakukan oleh kedua laki kaki itu "


"Yang satu sedang menyelimuti perempuan itu dan yang satu lagi mengambil handuk dariku yang tadi aku bawa"


"Lalu apakah laki laki yang menyelimuti memakai pakain, lalu apakah dia ada diatas tempat tidur atau akan naik gitu"


"Emm tidak dia memakai pakaian dan jaketnya disimpan di tempat tidur, masalah itu aku hanya melihatnya sebentar karena laki laki yang mengambil handuk langsung menutup pintu, jadi aku tak melihat lagi apakah laki laki yang menyelimuti itu naik keatas tempat tidur "


Sena akan keluar namun kembali Fatimah menahannya " tenang Tuan kita suruh dia lagi untuk ke sana Tuan tenang tuan ya, jangan emosi tuan "


"Ini aku berikan lagi uang padamu 5 lembar sekarang kau lihat lagi mereka sedang apa jangan sampai ketahuan. Ingat awas saja kalau sampai ketahuan"


"Baik nona "

__ADS_1


Laki laki itu langsung pergi dan Sena malah mondar mandir takut terjadi sesuatu, 2 laki laki dan satu perempuan.


Tak lama kemudiam pintu diketuk dengan cepat Fatimah langsung membuka pintu dan datang lagi staf itu "2 laki laki itu sudah tak ada dan dia datang kemari "


Sena langsung diam dan tiba tiba Sani masuk dan menatap Sena sedangkan Fatimah langsung keluar dengan pegawai hotel itu, akan dirinya omeli dia.


"Sani kau baik baik saja "


"Om ngapain di sini kenapa tiba-tiba om ada di sini"


"Saya sedang ada kerjaan disini jadi saya ada disini, kebetulan sekali ya kita sama hotelnya "


"Benarkah om datang kesini untuk bekerja, apakah tak salah bekerja memakai celan levis dan juga kaos oblong dan juga jaket seperti ini, apakah om yakin "


Sena langsung melihat penampilannya, dan kembali melihat kearah Sani " kau baik baik saja kan "


"Aku baik baik saja om, mau apa om kemari ada apa sebenarnya om ada disini, tak mungkinkan ada pekerjaan memakai pakaian seperti ini, sungguh aku tak percaya biasannya om memakai pakain formal "


"Aku tak suka kau memangilku om om dan om terus, bisakah kau menagntinya aku sungguh tak suka dengan panggilan mu itu Sani"


"Pusing aku om"


Sani yang memang tadi berhenti langsung membalikan badannya dan menatap Sena, Sani melihat wjaah gelisah Sena "apakah om mencintaiku "


Sena yang ditanya seperti itu oleh Sani diam dan Sani juga masih menunggu jawabannya "Iya aku mencintaimu Sani "


Senyum terbit dari wajah mereka Sani meremas tangannya dan tersenyum pada Sena, dan Sena pun tersenyum dan tiba tiba saja datang seseorang yang meminta maaf pada Sena.


Sedangkan Sani yang takuy Alvaro dan juga Rizki keluar dari kamar langsung masuk kedalam kamar naun kepalanya menyembul keluar dan Sena masih tersenyum sambil membentuk tangannya menjadi love.


Sani yang senang langsunf menutup pintu dan langsung loncat loncat ditempat tidur dirinya begitu senang, ternyata cintanya tak sebelah tangan, om Sena juga mencintainya.


"Ahhh seneng banget, Om Sena juga cinta sama aku, ahhh gimana ini aku senang banget "


Sani memegang wajahnya yany sudah memanas, pasti wajahnya sudah merah seperti tomat "senangnya hatiku, akhirnya cintaku terbalas juga "

__ADS_1


Sani tiba tiba saja ingat tentang pelayan hotel yang datamg kekamarnya.


Flasback on


Tok tok, aku yang sudah tak merasakan pusing lagi langsung membuka pintu dan melihat ada staf hotel didepanku " iya ada apa ya "


"Emmm apakah anda butuh sesuatu "


"Tidak ada apa kau menengok kedalam kamarku "


"Emm tidak ada "


Sani mengernyitkan dahinya "kau ingin melecehkan aku ya " tuduh Sani sambil menutup dadanya.


"Tidak nona anda salag faham "


"Lalu ada apa, kau ingin aku berteriak ya, atau aku akan melaporkanmu ketasanmu "


"Jangan aku hanya disuruh saja "


"Hah disuruh siapa yang menyuruhmu melakukan itu "


Orang yang ada didepannya menutup mulutnya dan akan pergi namun Snai memegang tangannya "kalau kau pergi aku akan benar benar melaporkanmu. karena kau sudah memata mataiku, kau sudah mengangguku, ayo beritahu aku atau kau akan dimarahi oleh bos mu "


"Jangan jangan, baiklah ayo kita pergi kekamarnya "


Sani langsung mengikuti orang itu, dan ternyata saat pintu dibuka orang yang pertama dirinya lihat adalah om Sena ,dirinya begitu kaget dan juga senang, namun dirinya mencoba untuk memperlihatkan wajah kesal pada om Sena.


Padahal sebenarnya dirinya senang sekali bisa melihat om Sena lagi, sungguh sangat senang sekali, ingin sekali memeluknya namun tak mungkinkan dirinya melakukan itu, sedangkan dirinya belum tahu mau apa om Sena kemari.


Flasback offf


Sani masih saja senyum senyum bahagai, Sani langsung mengeluarkan ponselnya dan menelfon Mira untuk memberitahu tentang kabar ini, pasti Mira akan senang.


Namun lagi lagi tak diangkat, terus saja seperti itu "kenapa sih Mir kamu malah jadi hindarin aku, padahal aku mau kasih tahu tentang hal ini agar kamu gak marah lagi sama aku, sekarang om Sena udah suka sama aku, dan kamu bisa tenang kalau aku gak akan rebut Arzan dari kamu "

__ADS_1


"Cuman gara gara laki laki aja jadi rumit banget sih, padahal aku tak salah, aku sama sekali tak membalas apa yang Arzan lakukan tapi Mira marah padaku "


Sani yang sedang senang sekarang malah jadi murung gara gara masalah Mira yang menjauhinya.


__ADS_2