Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Diusir


__ADS_3

Bella sudah dimakamkan, dan ayah Bella sama sekali tak ikut, dia dirumah dan tak mau ikut kepemakaman, sedangkan ibu dan juga kakaknya datang dan sudah pulang tinggal Alvaro dan juga teman temannya yang lain yang masih ada dipemakaman.


"Bell maafin aku, aku sungguh nyesel udah ambil keputusan itu mungkin kalau aku nggak ambil keputusan itu kamu sekarang masih ada di samping aku sama kita sama-sama, maaf aku udah kecewain kamu aku udah nggak bisa jaga kamu dengan baik aku nggak lihat gimana keadaan kamu " ucap Alvaro sambil menundukan kepalanya.


Alvaro segera bangkit dan berjalan dengan lunglai, Sani masih setia mengikuti kemana Alvaro pergi, Rizki yang dari tadi menangis, makin menjadi jadi pula, dia menangis sambil melihat tanah kuburan Bella yang masih basah.


"Bel kenapa harus kayak gini, kenapa kamu harus tinggalin aku kenapa ? kamu tiba-tiba pergi gitu aja dari rumah, biasanya kamu telepon aku dulu kalau kamu ada masalah sama keluarga kamu tapi dengan gegabah kamu tiba-tiba aja pergi kayak gitu, kenapa sih Bell kalau tahu kayak gini aku pasti akan terus temenin kamu sebenarnya siapa yang udah tega siksa kamu kayak gini siapa, kamu punya musuh kenapa nggak pernah bilang sama aku kalau kamu punya musuh Bell, kenapa kamu harus meninggal dengan cara kayak gini "


Arzan menepuk bahu Rizki "udah yu Ki mending kita sekarang pulang Bella udah tenang di sana, kita doain aja Bella, polisi juga lagi carikan siapa pelaku dari semua ini udah mending kita sekarang pulang yah, ayo Ki "


Rizki bangkit dan menatap Arzan "pokoknya kita harus cari siapa pelaku yang udah buat Bella kayak gini, kita nggak bisa diem aja dan kita nggak bisa andalin polisi aja kita harus turun tangan dan kita nggak mungkin kayak gini terus, kita harus bales apa yang udah dia lakuin sama Bella dia itu sahabat kita dia harus dapat keadilan nggak bisa kayak gini"


"Iya iya nanti kita cari kita cari semuanya udah mending sekarang kita pulang dulu ya Ki, nanti juga kan kita harus ke rumah Bella lagi untuk tahlilan mending kita sekarang pulang ya"

__ADS_1


Rizki menganggukkan kepalanya dan ikut pulang bersama Arzan, sedangkan Mira masih ada disana dan menatap makan Bella "kenapa juga Bel kamu harus mati sekarang padahal aku mau ajak kamu kerja sama buat hancurin Sani, setelah kamu pergi Sani yang enak dong bisa deket sama Alvaro dan sahabat-sahabat kamu. Tiba-tiba kayak gini ya kamu meninggal ternyata umur kamu nggak panjang Bel jadi rencana aku gagal deh buat gabung sama kamu dan hancurin perempuan gak tau diri itu "


Mira memberikan bunga dan pergi dari pemakaman takut juga kan kalau sendirian di pemakaman kayak gini, takutnya malah terjadi apa apa pada dirinya ini.


...***...


Malam pun tiba, banyak orang orang yang sudah datang, bahkan Alvaro, Rizki dan juga Arzan sudah datang namun ayah Bella sedang berteriak teriak.


"Siapa yang menyuruh kalian untuk datang ke sini tidak ada yang meninggal di sini. Bella anak saya tidak meninggal dia masih hidup jadi kalian pulang sekarang tidak ada tahlilan di sini perempuan yang dikubur sekarang itu bukan anak saya, saya yakin kalau Bella masih hidup jadi kalian semua pulang, jangan kemari lagi, saya sudah bilang kan dari tadi kalau disini tak ada yang meninggal "


"Diam kamu Serena kamu tidak tahu apa-apa, papih yakin itu bukan Bella jadi kamu jangan ikut campur yang dikubur itu bukan adik kamu, apakah kamu tak punya hati sampai berkata seperti itu, kamu memang dari dulu tak menyukai adik mu makannya saat kejadian seperti ini kamu senang kan "


"Bukan gitu pih, kenapa papih bicara kayak gitu "

__ADS_1


"Diam kamu " teriak papih nya


Serena mundur dan merasa sakit hati dengan perkataan papihnya, Serena menghampiri mamihnya yang sedang menangis dan memeluknya dengan erat.


Alvaro segera menghampiri papiihnya Bella. "Om yang sabar om, om harus nerima semua ini, ini udah takdirnya Bella kita nggak bisa lakuin apa-apa, kita cuman harus ikhlas aja om, Alvaro tau ini sulit tapii_"


ayahnya Bella langsung melihat ke arah Alvaro dengan mata yang marah dan langsung menyela perkataan Alvaro "kamu percaya kalau Bella udah meninggal, kamu ini kan pacarnya kamu ini kan mantan pacarnya, emang kamu nggak bisa ngerasain ya kalau yang dikubur itu bukan Bella. Om yakin itu bukan Bella jadi lebih baik kalian semua pulang dari sini. Om enggak mau lihat kalian semua di sini nggak ada yang meninggal Bella masih hidup. Om akan buktikan kalau Bella masih hidup dan masih bernafas sampai sekarang jadi kalian lebih baik pulang semua dan jangan ada yang datang lagi ke rumahku tak ada yang mati di sini. Bella masih hidup pulang semuanya pulang "


Ayah Bella langsung pergi meninggalkan halaman rumahnya sedangkan Arzan langsung menepuk bahunya Alvaro "udahlah Al mending kita balik aja daripada buat ricuh di sini ayo udah kita pulang aja daripada nanti ayahnya Bella lebih marah-marah lagi, kasihan kan udah udah ayo pulang pulang pulang, kita harus ngerti ayah Bella pasti sangat kehilangan apa lagi Bella anak satu satunya udah yu kita pulang sekarang "


Alvaro tanpa banyak bicara langsung pergi meninggalkan rumah Bella memang dirinya tidak percaya kalau Bella sudah meninggal, tapi dengan mayat yang tadi dirinya lihat dari perawakannya dari rambut dari pakaiannya pokoknya semuanya itu memang Bela.


Tapi ada yang mengganjal di dalam hatinya, hatinya berkata kalau Bella masih ada kalau itu bukan Bella tapi mau bagaimana lagi rumah sakit sudah melakukan tes DNA sidik jari kalau itu Bella lalu apalagi yang harus dibuktikan.

__ADS_1


Apakah dirinya harus mencari bukti kalau Bella masih hidup, ya sepertinya itu akan bagus, semoga saja Bella memang masih hidup dirinya masih merasa bersalah atas kematian Bella, dirinya yang sudah gegabah meninggalkan Bella, kalau saja dirinya tak memutuskan Bella mungkin semua ini tak akan terjadi, mungkin Bella kalau kabur akan pergi kerumahnya.


Semuanya sudah terjadi dan bagaimana cara memperbaikinya lagi, bagaimana agar bisa menemukan Bella, dimana sekarang Bella dimana dia, dirinya harus yakin kalau Bella masih hidup dan mencarinya.


__ADS_2