
"Tuan bagaimana ini, dia sepertinya mati "
Laki laki itu langsung turun dan mendekati Bella yang sudah dirinya tabrak "sudahlah biarkan kubur dia, oh tidak kembalikan saja dia kepada kedua orang tuanya "sambil tersenyum licik
"Lalu uang yang telah tuan berikan bagaimana, apakah akan digantikan saja dengan kakaknya "
"Tidak aku tidak mau dengan perempuan tidak perawan itu, aku tidak akan sudi, biarkan saja masalah uang tak usah dihiraukan "
Laki laki itu langsung membawa Bella masuk, namun entah dibawa kemana, saat masuk kesebuah ruangan sudah ada seorang perempuan juga dengan keadaan pingsan, lalu dengan cepat laki laki itu merusak salah satu wajah perempuan itu, perawakan kedua perempuan ini hampir sama sekali, bahkan sama akan sulit dibedakan.
"Sepertinya akan seru, aku yakin akan menyengkan sekali permainan ini, kita lihat bagaimana dengan orang tuanya "
Laki laki itu kembali membawa salah satu perempuan itu kesebuah ruangan dan disana sudah ada dokter pribadinya "rawat dia sampai sembuh "
"Baik tuan tapi dia begitu lemah "
"Aku tidak mau tahu buat dia hidup jika dia mati maka kau mati juga "
Setelah mengatakan itu laki laki itu pergi dan meninggalkan ruangan khusus yang memang sudah ada semenjak orang tuanya masih ada. Dulu itu adalah tempat dimana ibunya dirawat dia koma dan 10 tahun tahun kemudian meninggal.
Namun dirinya sama sekali tak mau menghilangkan tempat itu, sengaja dibiarkan untuk kenang kenangan saja, agar dirinya selalu mengenang ibunya.
"Berikan perempuan itu pada keluargannya, ingat jangan sampai ada orang yang tahu, kalau sampai ketahuan aku tak akan bertanggung jawab "
"Baik tuan "
Mereka segera pergi meninggalkan bosnya dan pergi keruangan yang sempat bosnya masuki, mereka sampai bergidik ngeri karena melihat perempuan malang itu.
"Padahal perempuan yang kemarin kita bawa itu cantik sekali tapi dengan sekejap waktu wajahnya bisa hancur oleh Tuan. Kenapa juga dia harus kabur padahal diam saja di sini enak-enak dikasih makan minum segalanya, tapi dia malah melakukan hal bodoh dan akhirnya seperti ini kan"
"Sudahlah kau jangan banyak bicara ayo cepat kita harus memberikannya pada keluarganya secepatnya dan jangan sampai kita ketahuan juga kan oleh keluarganya, kalau tidak kita akan habis, ayo mumpung masih pagi-pagi kita simpan saja di depan rumahnya jam segini pasti warga-warga sekitar rumahnya pergi bekerja rumahnya di perkomplekskan kan"
"Apa tidak akan ada cctv "
"Sudah ayo cepat bisa diatur itu "
__ADS_1
Mereka segera memangku mayat itu, memasukannya kedalam sebuah keresek besar dan memanggulnya sedangkan laki laki itu hanya diam saja sambil menatap kepergian anak buahnya.
**
"All ayo makan " ajak Rizki
"Kalian duluan aja gue lagi gak mood buat makan "
"Yaudah gue disini aja sama lo "
"Udah sana makan, "
"Yaudah gue bakal bawa makanan buat lo, gue beli dulu "
Rizki langsung berlari meninggalkan Alvaro, sedangkan Sani langsung duduk disamping Alvaro "aku gak enak hati San "
"Kita berdoa saja untuk keselamatan Bella ya Al "
"Iya aku selalu berdoa untuk keselamatan nya namun aku mempunyai firasat lain San seperti akan ada sesuatu yang terjadi hari ini tapi aku nggak kau itu apa"
**
Orang orang itu sudah ada diperkompleksan tempat Bella tinggal dan masuk tanpa pemeriksaan sama sekali, lalu mereka sudah ada didepan rumah Bella, dan ada seorang satpam keluar. Belum juga satpam itu berbicara sudah ditonjok sampai dia pingsan.
Laki kaki bertopeng itu segera menyuruh teman temannya masuk dengan membawa kantong kresek itu sedangkan laki laki tadi yang menonjok itu langsung masuk kepos pak satpam dan menghapus cctv dan juga jejak jejak yang lainnya.
Sampai sampai pak satpam dimasukan kembali kedalam posnya kembali, lalu mereka pergi meninggalkan rumah itu, tak lam kemudian ada mobil datang dan mengklakson agar pagar dibukakan.
"Mihhh coba deh turun kayaknya mang Aep tidur cepet "
Maminya Bella segera membuka gerbang dan benar saja mang Aep sedang tidur dengan kesal mamihnya Bella mendorong pagar itu dan mobil pun masuk.
"Mang Aep kalau nggak niat kerja nggak usah kerja kalau mau tidur di rumah aja jangan di sini "omel maminya Bella namun Mang Aep masih saja tertidur seperti itu.
Tiba-tiba tatapannya tertuju pada sebuah kantong kresek yang ada di teras rumahnya, Serena juga segera menghampiri kantong kresek itu dan mamihnya langsung menghampirinya "Mih ini kresek apa sih tiba-tiba ada di sini halangin jalan aja, apa mang Aep yang bawa "
__ADS_1
"Gak tau coba buka "
Serena segera membuka kantong kresek itu dan langsung berteriak saat sudah melihat sebuah kepala "kenapa Serena "
"Mihh ada kepala, "
"Apa"
Maminya Bella langsung membukannya lebih lebar dan membukannya, dirinya melihat mayat itu memakai seragam sang anak Bella "Bellla " teriak histeris mamihnya Bella.
Mamihnya Bella langsung terduduk lemas dan menangis melihat sang anak, "Serena itu adik kamu Bella, Bella itu Bella Serena " mamihnya menangis histeris dan Serena binggung harus melakukan apa.
Dengan cepat Serena menelpon papihnya "ada apa Serena "
" Pih bisa pulang dulu ke rumah nggak sekarang"
"Ada apa kenapa sepertinya ada yang menangis. Apa ada yang terjadi di rumah, apa ada sesuatu yang terjadi Serena sepertinya Ibumu itu yang menangis"
"Pokoknya aku minta tolong sama Papi pulang sekarang aja ya, tolong Pih pulang aja sekarang pokoknya ini penting banget papih juga nanti akan tahu apa yang terjadi di rumah, mang Aep juga dari tadi nggak tahu kenapa tidur terus aja pokoknya Papi pulang ya ke rumah, aku tunggu "
"Baiklah papih pulang sekarang "
Serena langsung mendekap mamihnya dan mengusap punggungnya "lihat itu Bella Serena adik kamu, ahhhh mamih salah mamih salah Bella jangan tinggalkan mamih Bella jangan tinggalkan mamihh " histeris mamihnya.
"Udah mih jangan nangis mih, aku minta mamih jangan nangis ya, "
"Ini salah mamih Serena ini salah mamih, kalau aja mamih gak bodoh mungkin semua ini tak aka terjadi"
"Sudah mih sudahh "
Mamihnya tiba tiba pingsan "mamih kenapa sih malah pingsan "
Serena membaringkan tubuh mamihnya dan lebih dalam lagi melihat mayat itu, dan benar itu adiknya dari rambutnya, pakainnya dan yang lainnya itu memang adiknya.
"Baru juga pergi sehari udah jadi mayat aja, tetep aja ni anak nyusahin ,tapi itu akan membuatku lebih bahagia karena harta papih tiriku akan jatuh pada tanganku, hidup mu begitu malang Bell sampai sampai kau harus mati semuda ini "
__ADS_1