Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Mendekati kembali sang anak


__ADS_3

Pagi pagi sekali Sena sudah bangun dan dia juga sudah siap dengan pakain kantornya, dia entah kenapa hari ini begitu semangat, setelah semalam memimpikan Sani yang menjadi pengantinnya, rasannya sangat senang sekali..


Semoga saja itu menjadi sebuah kenyataan dan memang akan menjadi sebuah kenyataan jangan hayalan semata saja, dirinya sangat ingin itu terjadi.


Sena segera masuk kedalam kamar sang anak "Varo bangun cepetan, ayo jangan males nak, ini udah jam berapa coba "


"Hemm ini masih pagi pih, papih mau kemana sih pagi pagi gini "


Sambil memicingkan matanya, Alvado melihat kalau jam masih menunjukan pukul 05:30 "pih ini kepagian, papih aku masih mau tidur "


"Baiklah kamu tidur dulu saja tapi awas jangan sampai telat ya "


"Hemm iya pihh "


Sena lalu beralih melihat buku buka Alvaro yang selalu rapih, memang tak ada tugas ya pr atau apa gitu, ini kosong tak ada apa apa, bahkan pulpen saja tak ada. Waktu dulu masih jamannya dirinya meja belajar itu selalu menumpuk dengan buku buku tugas.


"Alvaro apakah disekolah mu kau tak pernah diberikan tugas, atau pr dari setiap gurunya "


"Suka pih "


"Lalu kemana buku tugas mu, kenapa tak ada dimeja mu dan juga di rak buku mu, kemana semua buku buku tugas mu "


Alvaro langsung membuka kedua bola matanya dan melihat papihnya yang masih mencari buku bukunya, kalau sampai ketahuan bisa gawat nih, semua buku tugasnya ada pada Sani.


Bisa bisa dirinya akan mati oleh papihnya karena menyuruh orang lain untuk mengerjakannya "buku tugas Alvaro lagi dikumpulin pih di guru dan belum diambil, soalnya mereka periksannya suka lama kan pih, terus sebagian ada di tas dan loker, kalau lagi ada pelajarannya dan ada tugasnya baru aku bawa kerumah pih "


"Hemm beda sekali ya zaman kamu dengan papih, sekali kali papih ingin melihat kamu belajar ya "


"Emm iya pih, boleh papih nanti boleh melihat aku belajar, nanti ya kalau aku ada tugas "


Sena langsung membalikan badannya dan menatap sang anak yang sudah bangkit dari tidurnya, "kenapa kau sudah bangun katanya masih mau tidur "


"Tadi kan papih tanya tanya Alvaro makannya Alvaro bangun agar lebih enak aja gitu bicarannya, "


"Baiklah kalau ada kerja kelompok kamu bawa tugas tugas kamu kesini ya kerumah dan ingat bawa juga teman teman kamu kemari, maksudnya kelompok kamu "


"Emm iya pih siap siap, pasti aku akan membawa mereka kesini, kita akan mengerjakannya disini, bagaimana apakah papih suka "


"Iya suka, papih akan usul kesekolah mu ntuk selalu membuat tugas yang berkelompok yah "

__ADS_1


"Apa harus seperti itu pih "


"Iya dong papih ingin melihat sendiri kepintaran anak papih bagaimana, "


"Baiklah Alvaro akan mandi dulu ya pih "


"Iya iya, papih tunggu dimeja makan sekarang kita berangkat bersama ya "


"Tapi pih aku berangkat bersama Bella, aku nanti menjemputnya "


"Kita akn jarang ada waktu sama sama Varo jadi kenapa tidak pagi pagi seperti ini kita berangkat bersama, biarkan Bella di jemput oleh Rizki "


"Iya deh pih "


"Bagus "


Sena langsung keluar dan Alvaro langsung membuka ponselnya untuk segera menghubungi kekasih tersayangnya. Lama sekali tak diangkat angkat pasti dia tertidur.


Namun tak lama kemudian diangkat juga "Emm ada apa sih sayang, kenapa kamu hubungin aku pagi pagi seperti ini "


"Hari ini aku gak bisa jemput kamu, aku pergi sama papih aku, kamu gak apa apa ya pergi sendiri, aku gak mungkin dong tolak papihku itu, "


"Terimakasih sayang karena kau sudah pengertian padaku, terimakasih ya, aku sungguh senang mendengarnya aku akan bersiap dulu, kau juga ya segera bersiap "


"Hemm aku masih ingin tidur kau duluan saja ya "


"Baiklah sayang dadah "


"Dadah "


Setelah sambungan mati, Alvaro langsung masuk kedalam kamar mandi, sedangkan Sena sedang meminum kopi sambil membaca koran hari ini.


Tak lama kemudian sarapan disajikan bertepatan dengan sang anak yang muncul dan menyimpan tasnya disampingnya.


"Alvaro kenapa tas mu seperti sangat ringan apakah kau tak membawa buku "


"Aku membawa buku papih, hari ini pelajarannya tak membawa buku paket "


"Hemm baiklah, ayo segeralah sarapan "

__ADS_1


"Iya pihh "


Hening tak ada pembicaraan mereka fokus dengan makanan mereka masing masing, sedangkan Alvaro dia ketakutan, takut sang papih mengecek tasnya dan melihat isinya, didalamnya tak ada apa apa, hanya pakaian basketnya saja.


Semoga saja ayahnya tak bertanya yang aneh aneh kembali "bagaimana hari mu disekolah nak "


Alvaro langsung menatap ayahnya dan tersenyum "emm hari ku disekolah ya, ya baik baik saja pih, seperti biasanya"


"Tak ada masalah apa apa, papih ingin lebih tau tentang keseharian mu, bagaimana disekolah apa yanh sedang kau lakukan dan apakah nilai mu makin meningkat atau turun "


"Emm nilai ku ya seperti biasa pih, hari hariku hanya belajar main basket dan__"


"Pacaram bersama Bella, benarkan tebakan papih, namun papih ingin memberitahumu kalau berpacaran harus hati hati jangan sampai kalian melakukan yang aneh aneh ya, papih tidak mau masa lalu itu terulang kembali "


"Hah masa lalu apa "


"Tidak bukan hal besar pokoknya kamu harus selalu hati hati dalam berpacaran harus selalu ada batasan jangan terlalu dekat, memang papih mengizinkan mu berpacaran namun sewajarnya saja ya "


"Iya pih tenang saja, aku kalau pacaran bersama Bella tidak berdua selalu ada Rizki dia selalu ada disamping kami, jadi aman "


"Rizki, baguslah kalau dia ada disamping kamu jadi papih juga tenang, tapi lebih baik kalian jangan ketemu setiap hari dong "


"Tapikan Alvaro sama Bella satu sekolah pih, otomatis kita bakal ketemu setiap hari gak mungkin engga kan pih "


"Hemm iya juga ya, yaudah gak apa nak, asal tau batasan aja ya kalau pacaran pokoknya selalu inget kata kata papih ini "


"Iya siap pih, Alvaro pasti akan selalu inget sama kata kata papih, tapi papih juga harus sekalu inget cari pasangan yang seumuran yang yang dibawah papih nanti ribet, dan Alvaro gak akan mau itu "


"Iya iya papih gak janji ya kita kan gak tau jodoh akan sama siapa "


"Papih mah kebiasaan deh, "


"Kebiasaan apa coba "


"Udah yu pih berangkat "


"Yu takutnya malah kamu nanti telat lagi "


"Gak akan pih ini masih jam 06:00 jadi aman pih "

__ADS_1


__ADS_2