
Bel sekolah pun berbunyi, Alvaro lebih dahulu keluar karena di panggil oleh bu Sesil katanya ada yang ingin bertemu dengannya.
Saat masuk kedalam ruangan dia melihat seorang perempuan sepantaran dengan papihnya "permisi bu, ada apa ya, siapa yang ingin bertemu dengan saya bu "
"Nyonya Sonia yang ingin bertemu dengan kamu Alvaro , baiklah kalian silahkan mengobrol terlebih dahulu ibu akan keluar dulu ya "
Setelah bu Sesil pergi Alvaro melihat perempuan itu dan tiba tiba saja perempuan itu memeluk Alvaro, dan dengan ketus Alvaro langsung melepaskannya.
"Siapa kau tiba-tiba saja memelukku aku tidak mengenal dirimu, jangan asal asalan memeluk orang aku tak mau dipeluk oleh siapa pun, tak sopan " Alvaro merapihkan pakaiannya dan mundur menjauhi Sonia.
"Apakah papih mu tidak pernah memperlihatkan foto ibumu sampai kau tidak mengenali aku, iya apakah papih dan nenek mu tak pernah memperlihatkan wajahku di keluarga kalian hah"
"Pernah tapi untuk apa aku mengingatnya, aku tidak mau sekali pun melihat foto itu meskipun papih ku meminta karena aku tidak sudi, perempuan itu telah meninggalkan aku dan papiku begitu saja lalu apa urusannya dengan mu, tak ada kan tiba tiba datang dan memeluk ku "
"Aku ini ibumu aku Sonia aku ibuku, apakah kau tak mau bertemu dengan ku, aku sangat ingin bertemu dengan mu, dan sekarang aku kembali untuk mu dan papih mu Alvaro "
"Jadi ini perempuan yang telah berani meninggalkan Papih begitu saj, ini perempuan ini memangnya perempuan miskin itu tidak ada harga dirinya, kau saja berani meninggalkan Papiku setelah papiku tidak punya apa-apa, aku sangat menyesal telah lahir dari rahim, dan ingat aku sama sekali tidak mau bertemu dengan mu, aku tak peduli kau mau kembali atau pun tidak "
"Alvaro apakah begitu caramu berbicara dengan ibumu sendiri, kenapa kau begitu kasar padaku aku ini orang yang melahirkanmu. Kenapa kau begitu kasar padaku, ucapan mu itu sangat menyakitkan ibu Alvaro, apakah papih mu tak pernah mengajarkan bagaimana berbicara yang sopan pada orang yang lebih dewasa "
"Jika kau memang benar Ibuku kau tidak akan meninggalkanku saat umurku masih balita, kau akan mengurusku, seorang ibu adalah orang yang paling berharga dalam hidup anaknya. Tapi kau sendiri meninggalkan aku begitu saja dengan ayahku, lalu kenapa kau kembali saat aku sudah tak mengharapkan mu sama sekali "
"Aku melakukan itu ada alasannya, karena nenekmu nenekmu telah menyuruhku untuk pergi dari hidup anaknya, kalau saja nenekmu tidak mengusirku aku tidak akan pernah pergi, aku akan ada bersama mu dan juga ayah mu tak akan pergi, aku pasti akan ada "
"Aku tidak percaya nenekku tidak akan mungkin melakukan itu , dia adalah perempuan yang bijak dan lemah lembut tidak seperti mu perempuan yang hanya ingin harta Ayahku saja. Lalu setelah Ayahku tidak mempunyai apa-apa kau tinggalkan dia. Kenapa kau datang dalam hidupku kembali aku sudah tenang bersama Papihku tanpa ada dirimu aku sudah bahagia tanpa dirimu, kamu berdua baik baik saja tanpa mu "
Sonia menangis dan menatap anaknya dengan tatapan yang memelas agar anaknya bisa menerima dirinya "Apakah aku sehina itu sampai kau tidak mau aku kembali dalam hidupmu, dan dalam hidup ayah mu aku ini Ibumu aku yang telah melahirkanmu, kenapa begitu Alvaro kenapa "
"Aku tahu aku lahir dari rahimmu dan aku sangat menyesal pernah ada dalam perutmu itu. Tapi aku tidak pernah menyesal mempunyai Papih seperti dia, karena Papiku bisa menjadi seorang ibu dan seorang ayah sekaligus , tidak sepertimu yang meninggalkanku karena alasan sebuah ancaman oleh nenekku, jika kau memang menyayangi aku dan ayahku bagaimanapun kau akan mempertahankan aku dan ayahku, dan tidak akan pernah pergi dari sisi kami jadi lebih baik kau jangan pernah menemui aku lagi ataupun ayahku, karena kami sampai kapanpun tidak akan menerimamu menjadi keluarga kami, kami berdua sudah bahagia jadi jangan ganggu kebahagiaan kami tolong "
Alvaro langsung pergi, bahkan sampai membanting pintu nya Sonia langsung mengusap air matanya dengan cepat " Ternyata kau sama seperti ayahmu keras kepala dan tak bisa dibohongi, lihat saja aku akan mendapatkanmu dan mendapatkan ayahmu serta harta kalian berdua aku tidak akan menyerah begitu saja Alvaro"
Sonia segera keluar dari ruangan itu dan berpamitan pada Bu Sesil, saat di perjalanan Sonia tidak sengaja bertabrakan dengan Sani, mereka berdua saling tatap dan Sani langsung meminta maaf " maafkan saya bu saya tidak sengaja permisi"
Sonia tidak menjawab sama sekali dia terus saja menatap perempuan itu" aku seperti mengenal wajahnya. Bukankah itu perempuan yang bersama Sena. Apakah dia perempuan yang sedang dikejar oleh Sena. Bocah tengil yang tidak ada bandingannya denganku sama sekali, kenapa Sena setelah aku meninggalkannya seleranya menjadi sangat rendah sekali"
__ADS_1
"Aku tak akan kalah dengan bocah tengil itu, aku akan mendapatkan Sena dan menyingkirkan perempuan naif itu, lihat saja dunia akan berpihak padaku bukan pada perempuan itu, aku yang akan menang dan Sena akan tunduk lagi padaku seperti dulu "
**
"Alvaro siapa yang tadi ingin menemuimu, dan setelah menemuinya mukamu kok sangat murung sih, apa yang terjadi apa kalian bertengkar "
"Tidak ada Bell semuanya baik baik saja tak ada masalah. Apakah kau bisa pulang sendiri hari ini aku tidak bisa mengantarkannya, tidak apa apa ya Bell besok besok aku akan mengantar mu dan menjemput mu ya "
"Ada apa kenapa kau tiba-tiba tidak bisa mengantarkanku apa ada masalah besar, cobakau ceritakan dahulu padaku apa yang terjadi siapa tau aku bisa membantu mu ayo ceritakan padaku "
"Sudah aku katakan tidak ada masalah apa-apa, kau pulang sendiri ya aku harus menemui papih ku terlebih dahulu, kau hati-hati di jalan, kalau tidak kau minta antar Rizki pulang aku tidak bisa mengantarmu untuk hari ini saja, tapi nanti aku bisa "
"Tapi All, Alvaroo tunggu iss nyebelin deh "
Namun Alvaro tidak mendengarkan teriakan Bella, Alvaro langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan pacarnya di sana " Ih kenapa sih sama Alvaro terus aja kayak gitu sifatnya nggak pernah berubah, aku udah berubah dan bisa minta maaf langsung sama dia tapi dia malah kayak giniin aku , apa ini gara-gara Sani juga ihh kesel deh aku"
Tiba-tiba saja ada yang menepuk bahu Bella, Bella segera memutar tubuhnya"tante siapa ya. ada perlu apa sama saya butuh bantuan apa "
"Kamu pacarnya Alvaro ya "
"Baguslah saya Sonia ibunya Alvaro"
"Apaaa"
"Kenapa kamu kaget, "
"Enggak sih tan nggak apa-apa cuman ya gak nyangka aja tiba-tiba ada ibunya Alvaro kan bisanya om Sena yang selalu kesini, terus sekarang tiba tiba ada ibunya Alvaro "
"Bisa kita bicara sebentar saja , ada yang ingin aku tanyakan padamu "
"Boleh tante mau di mana di cafe atau mau di taman belakang sekolah aja, atau mau pergi ketempat lain aja gitu biar nyaman bicarannya "
"Kita ke cafe depan itu aja masa sih ngobrol di taman belakang sekolah kayak yang gak punya uang aja. ayo cepat kesana saja "
"Ahh oke oke ayo " dengan nada yang kesal, padahal kan dirinya hanya menawarkan saja tapi jawabannya seperti itu dasar menyebalkan , tante tante rempong.
__ADS_1
Mereka berdua segera melangkah dan menyeberang untuk sampai di Cafe depan sekolah, Bella langsung duduk dan memesan minuman dan juga Sonia sama dia juga memesan minuman saja.
"Kamu tidak mau makan siapa namamu"
"Bella Tante, Bella nggak makan dulu soalnya nanti malam mau ketemu sama Alvaro dan kita mau makan "
"Gitu ya kan masih lama malamnya, udah lama hubungan sama Alvaro anak saya"
"Udah dong Tan dari SMP"
"Berarti udah tahu kan sifat sikap Alvaro itu kayak gimana, kebiasan Alvaro dan yang lainnya pasti kamu tau kan "
" Iya tentu kenapa tante tanya kayak gitu. Seharusnya kan Tante yang lebih tahu karena Alvaro kan anak tante, biasanya ya ibu tuh yang paling tau tentang anaknya tan, ibu aku juga tau semua kebiasaan aku, sifat sikap dan yang lainnya "
"Iya saya tahu Alvaro anak saya, tapi saya udah lama nggak ketemu sama dia pasti juga Alvaro udah ceritakan sama kamu tentang masalah keluarga kita, masa sih kamu pacarnya yang udah pacaran lama sama Alvaro nggak dikasih tahu"
"Iya aku tahu kok, jadi tante sebenarnya ajak aku duduk di sini tuh mau bicarain apa sih, apakah begitu penting "
"Tante mau tanya sikap Alvaro itu seperti apa, karena tante ingin dekat lagi dengan Alvaro, tante ingin membuat hubungan ini baik baik lagi tak ada masalah apapun lagi "
"Alvaro itu orangnya keras kepala, angkuh selalu ingin menjadi nomor satu dan dia tidak menyukai pembohong apa lagi orang tidak punya "
"Kenapa dia tidak menyukai orang tidak berpunya. Memangnya kenapa apa alasannya "
"Karena tante dia benci sama orang miskin karena tante karena Ayahnya udah nikah sama tante, dan tante juga udah tinggalin om Sena gitu aja, contohnya sama Sani dia gak salah apa apa, tapi Alvaro sangat membenci Sani karena sama seperti tante orang gak punya "
"Begitu ya karena alasan itu, Sani siapa "
"Sani itu temen aku sama Alvaro, kita sekelas tapi kayaknya Sani punya hubungan deh sama om Sena, karena yang aku tau mereka cukup dekat loh tan "
"Kamu tau dari mana "
"Siapa sih yang gak tau, semuanya juga tau tan, udah yah tan aku pulang dulu ya, Sani sepertinya akan lebih baik menjadi istrinya om Sena dia akan diam dirumah dan yang penting dia masih muda dan fress "
Bella langsung pergi dengan tawa yang berusaha dia tahan, sengaja dirinya mengatakan itu agar ibunya Alvaro marah, kesal sekali deh dia terlalu angkuh.
__ADS_1