Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Mulai tak begitu canggung


__ADS_3

Sani yang sedang menonton Tv tiba tiba dikejutkan dengan ketukan pintu, dengan perlahan lahan Sani menuju arah pintu dan membukannya dengan perlahan "sebentar "


Pintu terbuka dan ternyata itu Alvaro "Alvaro kamu ada disini, kamu kenapa bisa ada disini "


"Kenapa emangnya gue nggak boleh ke sini, gue pengen lihat keadaan lo kok tiba-tiba bisa kayak gini sih apa yang terjadi"


"Ya boleh, tiba-tiba aja gitu jatuh sih gara-gara kepeleset aja sih ada kulit pisang"


"Oke lo nggak suruh gue masuk gitu. Terus gue harus diam aja gitu di sini di depan pintu kayak patung "


"Ohh iya ayo masuk sini masuk Alvaro maaf ya kalau berantakan"


"Lumayan juga nih rumah gede ya, rumahnya rapi dan ya lumayan juga buat ditinggalin nggak kayak rumah lo waktu di sana kan, ini beda banget ngapain sih lu pindah rumah"


"Ya ada sedikit masalah sih, mau minum apa biar nanti aku ambilin buat kamu"


"Susu aja deh tapi yang dingin gak jadi yang anget aja deh, awas jangan panas ya "


Sani dengan tertatih-tatih berjalan ke arah pentrinya dia sungguh tak habis pikir dengan Alvaro yang tiba-tiba datang. Lalu mau masuk kedalam rumahnya, dan satu lagi dia tau letak rumahnya, padahal dirinya tak memberitahunya kan.


Setelah itu Sani membawa minumannya dan memberikannya pada Alvaro "Maaf ya nggak ada cemilan belum belanja nih, gara gara jatuh jadi belum belanja "


"Belanja sama gue aja yuk, gue anterin kesupermarket mana "


"Nggak bisa Alvaro liat kaki aku lagi sakit. kamu ini gimana sih tiba-tiba datang ngajak belanja, keadaan aku tuh lagi kayak gini "


"Iya iya lupa , gue juga ke sini mau kerja kelompok nih gak tau kenapa guru-guru selalu kelompokin kita ini satu kelompok terus, tugas apapun itu kita tetep aja satu kelompok dan gue sama lo berdua lagi, sedangkan orang lain ada yang bertiga aneh kan. Udah kita kerjain dulu aja deh tugas tapi sebentar deh gue mau keluar dulu ya mau beli cemilan, lo di sini duduk aja deh gue juga ngeri tuh lihat kaki lo dan tangan lo , menyeramkan sekali diperban perban kayak mumi"


"Ya udah aku mau lihat dong tugasnya mana biar aku kerjain duluan, mana mana "


"Ambil aja ada di dalam tas, gue mau pergi mandiri ambil sendiri "


Alvaro sudah pergi namun Sani sangat canggung apakah dia harus membuka tas itu, rasanya tidak sopan karena ya Alvaro berubah menjadi seperti ini baik padanya bahkan lebih-lebih baik lagi.


Dulu aja pegang tasnya aja nggak boleh, terus sekarang dirinya boleh aneh gak sih, buka jangan ya tasnya buka jangan ya, tapi buka aja deh dari pada nanti datang-datang dia ke sini dan tanya kenapa belum buka tasnya.


Sani membuka tasnya dan ya benar saja ada tugas kelompok yang mengharuskan mereka mengerjakannya berdua, rasanya seperti apa ya satu kelompok dengan Alvaro selalu saja berdua. Apa lagi ini tugas yang cukup rumit membuat bangunan dari apa saja.


Sani yang sedang memikirkannya tiba-tiba saja Alvaro datang dan membawa makanan dan juga alat-alat untuk mereka mengerjakan tugasnya.


"Piring-piring mangkok mangkok di mana kau simpan di mana sih biar gue ambil aja sendiri, lama kalau nyuruh lo yang ambil, bisa bisa satu abad "


"Itu di dalam lamari ada piring mangkok gelas dan sebagainya, semuanya ada disana "


"Oke

__ADS_1


Alvaro yang sudah membawa kebutuhannya segera menatanya dan mengisi semuanya dengan cemilan cemilan yang dirinya beli. Bahkan banyak sekali hampiri semua perabotannya dibawa oleh Alvaro.


"Ini tugas seni budaya kok nggak biasanya sih bikin rumah-rumahan kayak gini, biasannya kan nyanyi, nari dan buat kerajinan yang lainnya "


"Nggak tahu gue juga harus bisa bikin rumah yang besar terus dengan taman dan pepohonan gitu deh. Katanya nanti yang paling bagus rumah rumahannya akan di pajang, gue juga udah belanja kok bareng-barengnya, yuk tinggal kita susun aja sekarang gimana ya rumahnya, tadi juga cuman ulangan harian aja sih. Terus ini juga gurunya nggak ada cuman kasih tugas aja kayak gini, sama guru piket dan bagi kelompoknya gue cuman mau cerita aja apa yang terjadi disekolah gitu sama loh, udahlah kita mulai aja sebenarnya sih masih lama ya ini tugas dikumpulin tapi gue mau selesai cepet biar nanti gak mepet-mepet pusing kan karena gue juga harus ada latihan basket nih"


Sani hanya diam mendengarkan celotehan Alvaro yang tak biasanya, biasannya pendiam banget.


"Ya udah ayo kita kerjain sekarang, "


Sani segera menyusun semuanya sedangkan Alvaro dia masih sibuk dengan makanannya yang begitu banyak dan seperti itu kalau kerja kelompok, ya selalu sibuk dengan makanannya bukan dengan pelajarannya.


Meskipun sekarang sikapnya lebih baik dan tidak seperti dulu yang selalu saja marah marah dan tak mau dekat dengannya.


***


"Arzan kenapa sih dari tadi ngelamun aja, ayo kerjain dong tugas kita katanya kamu pengen cepet-cepet beres tapi dari tadi cuman ngelamun aja nggak jadi jadi dong ini kalau dilamunin terus "


"Iya Mir sekarang kerjain ayo, tapi aku aneh ya kenapa sih Alvaro sama Sani itu satu kelompok terus ya, ada yang aneh nggak sih seperti mereka tuh udah kayak direncanain gitu buat satu kelompok, seperti ada yang udah ngerencanain semuanya gitu bener nggak sih. Dulu waktu kita masih kelas 10 11 mereka nggak pernah satu kelompok, bahkan ya gak pernah gitu, tapi sekarang sering banget malah setiap kelompok ada tugas kelompok tuh mereka satu kelompok terus"


"Yaa mungkin karena guru-guru tahu kan mereka itu nggak pernah akur selalu aja Alvaro bully Sani, jadi buat bikin mereka baik baik aja, ya dengan cara disatu kelompokin, udah ah ayo cepetan kerjain, aku harus kerumah Sani dan temenin dia dirumahnya, pasti dia sendirian, kasian kan dia gak ada temennya ayo kita beresin setengahnya dulu aja "


"Ya udah deh ayo kerjain. Tapi gimana kalau misalnya kita kerjain di rumah Sani aja, sekalian nungguin Sani kan, tugas kita selesai dan tungguin Sani juga gimana, setuju gak setuju gak, pasti setuju dong "


Mira memutar bola matanya "nggak deh aku nggak mau bawa barang-barangnya ribet banget, udahlah di sini aja kenapa sih ini juga nggak akan selesai sehari kan, kita juga masih banyak PR aku juga harus kerjain PR fisika dan yang lainnya, bukan ini aja, jadi cepetan kerjannya jangan bayak diem terus dong ah "


"Iya deh yang paling segalanya apa apa Sani apa apa Sani "


"Kenapa kamu cemburu ya Mir, kamu pasti cemburukan kalau kamu gak cemburu pasti gak akan bilang kayak gini "


"Apaan sih engga kok, kata siapa aku cemburu, aku sama sekali nggak cemburu jadi buat apa aku cemburu, aku cuman nanya aja kamu tuh apa-apa Sani apa-apa Sani, ribet tau nggak sih aku yang dengarnya aja pusing aku aja sahabatnya nggak gitu juga kali"


"Kamu tahu kan aku suka sama Sani. Ya wajarlah perhatian lebih sama dia, apa lagi sekarang Sani sama Alvaro satu kelompok terus aneh kan aneh banget lah itu"


"Ya udah mungkin itu ketentuan dari gurunya juga, ya mungkin seperti apa yang aku katakan tadi mereka ingin kalau Sani satu kelompok dengan Alvaro agar mereka akur nggak berantem terus, nggak di-bully terus Sani sama Alvaro udahlah ayo kerjain tugas kita, akan beres kapan kalau terus ngobrol ngobrol gini "


**


Sedangkan Sani sendiri dia malah mengerjakan sendirian, Alvaro hanya makan saja dari tadi sambil nonton film di laptopnya, dia tuh datang ke sini cuman mau ikut nonton film ngemil itu aja kayaknya"kamu nggak akan bantuin aku emang kamu mau nonton terus gitu kapan kita selesainya"


"Santai aja lah tugasnya juga dikumpulin seminggu lagi , lagi seru nih nonton Black Mirror udah pernah nonton nggak itu bener-bener tentang kehidupan kita banget apa lagi ini nih ya yang upload foto atau apa dinilai sama orang dan dikasih bintang ya ampun hidup di masa depan gini banget ya, cuman demi retting harus lakuin segala hal "


"Belum mana mungkin aku bisa nonton aku aja sibuk sama kerja sekolah dan yang lainnya, aku gak ada waktu "


"Ya udah sekarang gue kasih lihat aja sini nonton"sambil merangkul bahu Sani, Alvaro yang sadar langsung melepaskannya.

__ADS_1


"Sorry sorry nggak sengaja nonton dulu aja lah nanti tugas kita kerjain lagi, tenang aja gue juga nanti bakal bantuin kok, sama gue bawa ke rumah gue susun setengah nanti kita kerja kelompok lagi masih banyak waktu kan"


"Iya deh nonton "


Namun baru juga Sani nonton laptopnya langsung ditutup "dari pada nonton mending kita nongkrong yuk di cafe beli minum atau coffee atau apa gitu ayo kali-kali lah"


"Tadi suruh nonton sekarang mau ke cafe ini aja makanan belum habis loh, masih banyak masa mubazir sih"


"Udah lo aja nanti yang makannya, cepetan ganti baju, dari tadi pakai baju tidur aja nggak mandi ya lo "


"Ya mau mandi gimana tangan kaki aku aja sakit terus sekarang kita mau jalan-jalan ke cafe, sedangkan keadaan aku lagi kayak gini. Alvaro kamu pengen aku tambah sakit gitu"


"Ya maka dari itu biar lo cepat sembuh kita jalan-jalan biar lo tuh jalan kaki gerakin kaki lo, udah cepetan ganti baju sana-sana gue tunggu di sini, jangan lama "


Dengan kesal Sani segera masuk ke dalam kamarnya dan mengganti pakaiannya"ternyata lebih takut ya kalau Alvaro jadi baik kayak gini, jadi aneh aja gitu bicara sama dia, tapi enak juga aku nggak di-bully lagi di sekolah ya udahlah biarin aja, mau dia kayak gimana pun yang penting aku nggak di-bully lagi aku bisa fokus sekolah dan aku bisa cari kerja lagi nanti"


Sedangkan Alvaro yang sedang menunggu dikejutkan dengan ponselnya yang berdering ternyata itu dari pacarnya Bella "Ada apa sayangku Bella"


"Varo kamu di mana sih. Aku di rumah kamu tapi kata bibi kamu belum pulang, aku tahu kamu nggak ada latihan basket. Terus sekarang kamu di mana nyangkut di mana sih kamu sebenernya "


Alvaro tak menjawab dia masih bingung harus menjawab apa, dia hanya diam dan memikirkan alasan apa yang cocok pada pacarnya "aduh ini nih aku lagi di kantor papih, papih minta berkas dan minta difotoin sama aku, makannya aku dari tadi di kantor papig cari-cari berkas tapi belum ketemu juga"


"Ya udah aku ke ke sana bantu cari berkas itu ya , tunggu aku pasti aku gak akan lama tunggu aja pokoknya gak usah khawatir "


"Nggak usah kamu tunggu aja di rumah aku juga ya beberapa jam lagi pulang, jadi kamu gak usah cape cape dateng kesini "


"Beberapa jam emangnya aku apaan nunggu kamu di rumah beberapa jam, mending aku pulang aja deh kamu nyebelin tau nggak sih Alvaro sekarang tuh kamu doyannya ngilang ngilang gitu, tanpa bilang sama aku, aneh kamu sekarang apa yang kamu sembunyiin dari aku sebenarnya "


"Ya udah gimana kamu aja yang penting aku kan nggak selingkuh, aku ngilang-ngilang juga karena bantu Papih aku udah kalau kamu mau pulang pulang aja, aku gak akan marah kok "


Alvaro langsung mematikan sambungannya dan melihat Snau yang sudah siap memakai rok selutut dan kaos yang pas di badannya. Ya lumayan sih bagus.


Namun satu kakinya tidak memakai sepatu karena sakit" Ya udah ayo udah siap juga kan ayo kita pergi"


"Ya udah ayo "


Sani mengikuti Alvaro dari belakang, tertatih-tatih Alvaro yang sudah jauh melihat ke arah belakang , Sani masih ada di belakang berjalan dengan pincang dan sangat lama sekali , Alvaro kembali lagi dan langsung berjongkok " ayo naik kepunggung gue, di gendong aja ayo lama "


"Nggak mau ah aku jalan aja. Nggak apa-apa kok kamu tunggu aja dimobil kamu, aku pasti nyampe kok sampai sana tenang aja "


"Nggak bisa udah gue bilang cepet naik punggung gue aja, ayo cepet San "


Dengan canggung Sani naik kepunggung Alvaro dan Alvaro langsung mengendongnya dan berjalan kearah mobilnya " ternyata ringan juga ya tubuh lu. Gue kira lo bakal berat gue gendong kayak gini, gue kayak gendong anak kecil tau. Berapa kilo sih, dan tinggi lo berapa "


"Tinggi aku tuh pendek 160 dan berat badan aku ya sekitar 48 49 lah"

__ADS_1


"Kecil banget lu kurang gizi nih, makan yang banyak dong siapa aja bisa gemuk gitu"


Saat Alvaro menyebrang akan menghampiri mobilnya mereka tak menyadari ada orang yang menatap mereka berdua, sedangkan Alvaro dan Sani sedang tertawa tawa.


__ADS_2