Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Pertengkaran hanya karena uang


__ADS_3

Sarah yang baru masuk kedalam rumah dikagetkan dengan suaminya yang menangis dan memengan uang.


Dengan cepat Sarah mengambilnya "ayah dapet uang dari mana sebanyak ini, ya ampun kok ayah gak pernah bilang kalau tau gini mungkin aku gak usah nyuci baju tetangga dari aman ayah, s ayah ditannya malah nangis "


"Itu dari Sani "


"Apa Sani kemari kapan kenapa aku tak melihatnya kemana anak tak tau diri itu kemana yah "


"Dia sudah pulang bu, jangan hambur hamburkan uang itu bu, Sani bekerja cape cape untuk mencari yang itu "


"Gak peduli mau dia capek-capek cari uang mau gimana pun yang penting ibu dapat uang sama Anggia, dia yang capek bukan ibu kok. Lihat dong yah tangan Ibu tuh sampai kayak gini gara-gara sering nyuci baju setrika baju jadi merah-merah kayak gini. Ibu juga sebenarnya gak mau lo kerja tapi kita perlu makan dan Anggia juga perlu barang-barang mewah, tapi untungnya tuh anak ngerti juga ya kirim uang meskipun dia udah gak tinggal di sini lebih baik begitu sih gak jadi beban kalau tinggal di sini kan beban banget"


"Apa sih alasan ibu selalu membenci Suni. Apa alasannya bu. Dia selalu membantu kita. Dia selalu membantu ibu apapun yang Ibu mau dan Anggia mau pasti dia akan mengabulkannya, lalu kenapa alasan ibu apa membenci Suni begitu, seharusnya ibu menyayanginya sama seperti pada Anggia, tapi kenapa kenapa ibu selalu membenci Suni. Dia sudah menjadi yang terbaik untuk ibu tapi Ibu tidak pernah menghargai apapun yang dia lakukan"

__ADS_1


"Baiklah jika ayah ingin tahu tapi jangan menyesal ya, aku tidak menyukai Sani karena wajahnya sangat mirip dengan ibunya, mirip sekali sampai-sampai aku tidak menyukainya. Aku kesal dengan istrimu terdahulu dia selalu saja memikat semua pria yang aku sukai dan juga kau dulu kau sangat tertarik kepada istrimu, aku sangat tidak suka aku menyukaimu dari dulu tapi ternyata hidup denganmu seperti ini ya tak ada kebahagian "


"Aku berteman dengan mantan istrimu hanya karena ingin mendapatkan perhatian dari semua pria yang selalu memperhatikan nya tapi nyatanya apa semua laki-laki itu hanya menatapnya dia saja, tanpa melihat aku ada di sampingnya, aku tidak suka itu dan sekarang aku tidak mau sampai terjadi pada Anggi , Anggia harus menjadi nomor satu dan Sani tidak boleh menjadi apa-apa hanya anak akulah yang boleh sukses dan memiliki segalanya"


"Sungguh jahat kau Sarah, jahat sekali, kenapa kau membawa dendam lama, Suni tak tau apa apa dan dia tak salah apa apa, lalu kenapa kau menyalahknya dasar kau gila, kau gila perempuan gila "


"Heyy kalau aku gila kenapa kau menikahiku, kenapa kalau memang aku gila dari dulu kenapa kau mau menikah denganku setelah istri mu meninggal tak lama dari itu kau tergodakan oleh ku dan mau menikah denganku, ternyata pada akhirnya aku malah seperti ini miskin dan harus mengurusmu yang lumpuh, kau dulu sangat berjaya saat bersama istrimu. Tapi saat bersama aku semuanya hancur tak ada yang tersisa sedikit pun. Kau hanya meninggalkan anakmu dan juga dirimu yang lumpuh aku harus mengurus kalian berdua sungguh aku menyesal"


Namun tiba tiba saja datang Anggia dan melihat ayah dan ibunya sedang bertengkar "ada apa sih ayah ibu, kenapa kalian bertengkar, ada apa ini sih Anggia pusing dengernya tau gak sih "


"Udah gak usah pusing nak, lihat kita punya uang ayo kita belanja, bukannya kamu mau pakaian itu kan yang kemarin, ayo ayo sekarang kita pergi kesana ayo sayangg kita belanja apa yang kamu mau "


"Beneran bu, beneran kan ini gak bohong, ibu dapet uang dari mana "

__ADS_1


"Jangan pakai uang itu, itu uang dari Sani untuk kita makan bukan untuk membeli pakaian atau membeli barang lain, kembalikan uang itu kalian harus mengerti kalau ini adalah uang pemberian Sani untuk kita beberapa bulan, jangan kalian habiskan hanya untuk sehari saja ingat Anggia kita ini bukan orang berada, kita harus menghemat uang kita kamu juga harus mengerti jangan apa-apa harus dituruti apa-apa harus dituruti kamu juga harus mengerti tentang keuangan kita"


"Bu lihat Ayah mulai gitu lagi dia mulai bela-belain Sani lagi, lihat dong Ih kesel deh bu, Sani terus deh yang ayah pikirin, Aku juga pengen beli barang-barang mewah kali kayak temen-temen aku. Kenapa sih Ayah selalu marah aja kalau kita pakai uang Sani. Kenapa sih nanti juga kalau Anggia udah sukses Anggi udah kerja ganti kok uang itu semuanya ayah tenang aja"


"Bukan begitu Anggi, Sani itu capek di luar sana mencari uang sedangkan kita hanya menghabiskannya saja, itu uang Suni untuk kita beberapa bulan untuk makan dan untuk berobat Ayah. Mengertilah kamu jangan egois Ayah tahu kamu suka bareng-bareng mewah tapi nanti setelah kamu kerja dan setelah kamu mempunyai uang. Ayah tidak melarang jika kamu ingin membeli asalkan uangnya ada, jangan seperti ini nak jangan egois hanya mementingkan diri sendiri tanpa mau mengigat orang lain "


"Udah ayo kita beli aja sama ibu gak usah dengerin apa kata kata ayah kamu kita pergi sekarang deh, ayah kamu itu egois emang egois laki-laki egois dan gak mau ngalah kalau anaknya mau apa apa sih dia turutin kamu kan anak tiri makanya dia kayak gitu, udah kamu cepat siap-siap kita pergi beli apa yang kamu mau, tenang aja uang ada di Ibu bukan ada padanya .Ayo cepat siap-siap ibu udah siap gini aja Ibu gak perlu ganti baju males nanti ada yang ceramah"


Mereka langsung keluar dan meninggalkan ayahnya Sani "bu jangan pergi bu, jangan seperti itu bu, kenapa ibu seperti iru, ibu jangan ibu "


Ayah Sani mengusur kakinya namun sang anak dan istrinya tak ada, dia sudah pergi dari rumah.


"Maaf nak untuk kedua kalinnya ayah tak bisa menjaga uang pemberian mu, uangnya habis, uangnya habis kembali oleh mereka, habis nak maaf kan ayah, maaf jerih payah mu kembali mereka hambur hamburkan hanya sehari saja, maafkan ayah nak maafkan "

__ADS_1


__ADS_2