Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Gak bisa ketemu


__ADS_3

Mereka sudah sampai dirumah Bella begitu sepi sekali "kamu yakin keluarganya Bella masih ada di sini kalau mereka udah pindah gimana Zan"


"Nggak mungkin deh keluarganya Bella pindah. Ya udah yuk kita masuk dulu aja kita coba dulu aja, siapa tahu masih ada disini "


"Yaudah ayo masuk"


Mereka berdua segera masuk dan Arzan mengetuk pintu tok tok tok " permisi Tante, kak Serena " tok tok tok


Dan terbukalah pintu menampakan kak Serena yang wajahnya sedang berantakan " ada apa "


"Boleh kita ketemu sama Tante Raina dan kak Serena juga"


"Ada perlu apa sampai mau ketemu sama saya dan juga Ibu saya apa ini membahas tentang Bella lagi"


"Iya kak "


"Udahlah kalau misalnya mau ngebahas tentang Bella lagi kalian berdua tuh nggak usah kemari, Bella itu udah nggak ada dan jangan pernah diingat-ingat lagi Bella itu udah mati yang udah mati ya udah nggak usah diingat-ingat lagi dan nggak usah dicari-cari lagi jasadnya udah ada kan, buat apa lagi sih kalian terus bolak-balik ke sini mau ganggu Ibu saya gitu lalu bilang Bella itu masih hidup masih ada"

__ADS_1


Sani yang mendengar kakaknya Bella berkata seperti itu cukup kesal dan memang kesal kenapa seperti tak peduli.


"Memang Bella masih hidup kak Serena dan aku adalah saksinya, aku bertemu dengan Bella dia masih hidup kenapa kakak sepertinya memang tidak menyukai Bella sampai-sampai berkata seperti itu, bukannya kak Serena adalah kakaknya Bella kan seharusnya kakak saat mendengar kalau ada kabar tentang Bella kakak akan senang bukannya malah seperti ini, acuh tidak acuh. Kami hanya ingin memberikan kabar ini pada tante agar tante lebih baik karena mengetahui Bella masih ada dan masih punya tujuan hidup kami tahu ibunya Bella sedang sakit makanya kami kemari untuk memberitahunya"


"Tidak usah yang ada itu akan membuat ibuku makin sakit, kau tidak usah memberitahu ibuku kalau Bella masih hidup itu akan membuat ibuku makin menderita dan makin mengharapkan kalau Bella bisa kembali padanya, sudahlah aku bilang ya sudah biarkan aku mengurus ibuku dengan tenang dan kalian jangan pernah datang lagi ke rumahku sudah cukup semuanya. Kita akhiri semuanya di sini aku beritahu jangan pernah ada yang datang lagi ke rumahku dan berkata apa-apa pada ibuku semuanya sudah selesai, kami sekeluarga menganggap kalau Bella sudah tiada, kalau Bella sudah mati toh kalau masih hidup ya sudah biarkan saja dia hidup dan tidak usah dicari-cari lagi ataupun pulang kemari, dia sudah punya kehidupan yang lain biarkan saja "


Bruk pintu langsung ditutup sampai sampai Arzan dan juga Sani kaget " kayak ada yang disembunyikan ya " kata Arzan


"Sepertinya kakaknya Bella udah tahu deh dari awal kalau Bella itu emang masih ada, kalau Bella tuh masih hidup tapi dia sembunyiin dari kita semua atau mungkin semua yang ngelakuin ini kakaknya, lihat aja deh dari tampangnya aja dia tuh kayak udah nggak peduli banget sama Bella kayak ya udah masa bodoh mau bagaimanapun keadaan Bella dia nggak mau peduli "


"Hem iya juga ya, yaudah yu kita pulang dulu aja "


***


"Siapa Serena apakah Bella yang datang, apakah Bella sudah pulang apakah dia akan menemui mami"


"Sudahlah mi lupakan Bella, Bella sudah tidak ada Bella itu sudah mati mami lihat sendiri kan kalau Bella itu dikubur dia sudah tidak ada, buatlah Serena lebih tenang lagi mi Serena harus kerja Serena harus ngurus mami Serena harus ini itu, Serena tuh banyak kerjaan tolong jangan bebanin pikiran Serena dengan mami yang terus tanya Bella kapan pulang, Bella udah di depan rumah belum, Bella di mana, Bella sama siapa, Bella ke mana jelas-jelas Bella tuh udah mati dia tuh udah dikubur ada di dalam tanah "

__ADS_1


Mamihnya Bella malah berteriak dan menjambak rambutnya "tidak tidak mungkin, tidak mungkin Bella meninggal mamih, tidak mungkin dia meninggalkan mami tolong maafkan mami Bella, mami tidak akan melakukan itu lagi, maafkan mami kembalilah na maafkan semua kelakuan mamih, mami yang telah membuat kau harus terjebak dengan laki-laki itu pulanglah nak mami menunggumu, pulang nak pulang "


"Ahh sudahlah aku pusing mami selalu saja berkata seperti itu, itu kan sudah keputusan mami waktu itu untuk menjual Bella mamih juga setuju kan saat aku menyarankan itu, lalu sekarang saat Bella sudah tidak ada mami malah seperti ini sakit-sakitan dan terus memikirkan Bella, ini ada kalah konsekuensinya yang harus diterima oleh mami, mamih juga sudah sepakat kan dengan konsekuensi ini. Lalu kenapa sekarang mami malah terus saja mencarinya kalau dulu mami memang tidak mau dengan konsekuensinya mami tinggal bilang saja padaku kalau kita tidak usah menjual Bella, tapi setelah sekarang dijual mami malah seperti ini, uangnya juga sudah habis kan dipakai oleh mami jadi sudahlah lupakan dia apa sih yang dibanggain dari Bella dia itu anak pembangkang, mau apa yang di banggain enggak akan ada yang bisa dibanggain dari anak itu dia tuh cuman benalu aja tahu enggak mih di keluarga kita"


Mamihnya Bella malah makin histeris menangis, dia tak terima dengan kematian Bella dirinya menyesal karena telah melakukan itu.


"Akhh aku pusing mendengar mamih menangis terus " sambil mendorong kursi roda maminya sampai sampai mamihnya tersungkur.


"Akh Serena kau sakit kaki mamih "


"Masa bodoh aku cape mengurus terus mamih, aku cape kerja, cape urus mamih, mulai sekarang mami urus saja diri mami sendiri jangan melibatkan aku lagi untuk mengurus mami, aku sudah capek membawa bolak-balik mami ke rumah sakit, mamih tidak ada perubahan sedikitpun yang ada malah tetap seperti ini seperti orang gila, seharusnya mami bersyukur aku bisa mengurus mami tapi mami sepertinya memang ingin seperti ini terus duduk di kursi roda dan menjambak Jambak rambut udah itu aja kerjaannya, cape aku ini cape " teriak Serena.


Mamihnya Bella malah menutup telinganya dengan ketakutan, dia memojokkan dirinya ditembok sambil menangis memangil anak bungsunya.


"Tolong tolong siapa saja tolong "


Serena yang kesal menendang kursi roda itu dan langsung pergi meninggalkan mamihnya yang sedang meminta tolong, sudahlah biarkan saja, mau ibunya bunuh diri ataupun melakukan apa pun dirinya tak peduli biarkan saja.

__ADS_1


"Rasanya aku lelah, papih juga kemana gak ada, kantor ditinggalin gitu aja, aku cape kerja " kesal Serena


__ADS_2