Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Masih tak mau jujur


__ADS_3

"Alvaro " teriak Sani dengan kencang.


"Apa Bun "


"Udah jangan marah kayak gitu kamu harus maklum, Rizki lagi sakit jangan kayak gitu "


"Ya tetep aja aku marah, kenapa Rizki gak dukung aku, seharusnya dia ada di pihakku untuk mendukungku "


"Kamu yang sabar, mungkin Rizki hanya bicara tentang firasatnya saja "


"Tetap saja aku tak terima, seharusnya dia membela aku bukannya malah seperti ini, kenapa dia malah terus saja membela Adi, dia bukanlah laki-laki yang baik dia bukan laki-laki yang cocok untuk Bella untuk apa terus dipercaya"


"Sudah sudah ayo kita pulang kita pulang saja sekarang sudah ya ayo ayo "


Sani mencoba untuk membawa Alvaro pulang, sudahlah tak usah difikirkan karena mau difikirkan sampai kapan pun tak akan ada ujungnya semuanya hanya akan sama saja tak ada bedanya.

__ADS_1


**


Anggia menatap Arzan, tapi Arzan masih saja diam, Anggia yang tak mau menganggu pembicaraan mereka langsung saja keluar sepertinya mereka akan membicarakan hal penting dan dirinya tak perlu tahu.


Baru juga Anggia duduk Arzan sudah menyusulnya " kenapa kamu keluar "


"Aku pengen kalian berdua buat ngobrol serius aja. Ya siapa tahu ada obrolannya nggak boleh aku tahu makanya aku keluar dulu aja udah kamu tenangin dulu aja Rizki"


"Gak kok, gak ada obrolan yang serius kamu juga gak usah keluar "


Anggia hanya diam tak menjawab kata kata dari Arzan fikirannya masih tertuju pada ibunya, kemana sekarang ibunya dimana dia, apakah dia baik baik saja, apakah dia baik baik saja, bagaimana kalau ibunya sakit siapa yang akan mengurusnya.


Anggia menatap Arzan dan menggelengkan kepalanya" kamu ini anggap aku pacar kamu kan "


"Ya tentu memangnya kenapa "

__ADS_1


"Lalu kenapa kamu tak mau jujur aku tahu kamu lagi nyimpen masalah udah ayo ceritain aja sama aku, jangan kayak gini, aku pasti akan bantu kamu, kamu punya masalah apa jangan sungkan "


Anggia tersenyum dan menatap Arzan dengan intens lalu memegang tangan Arzan dengan erat.


"Semuanya baik-baik aja nggak ada masalah kok, aku cuma lagi kepikiran aja, kok bisa-bisanya Alvaro ngotot mau sama Bella sedangkan Bella udah cinta sama yang lain ya aku juga dengar dari kalian sih dari pembicaraan kalian, aku simpulin kayak gitu" bohong Anggia, Anggia mencoba untuk menutup nutupi masalahnya dan membuka pembicaraan lain.


"Entahlah namannya juga cinta pasti gitu, kalau aku ada diposisi Alvaro juga aku pasti akan seperti itu aku tahu bagaimana alvaro mencintai Bella sulit untuk dia melupakan sosok Bella yang selalu ada untuknya mereka itu sulit untuk dipisahkan "


"Iya tapi kan jodoh tidak ada yang tahu, ya mungkin saja laki-laki yang menjadi suami Bella sekarang itu memang jodohnya"


"Hemm mungkin saja aku pun tak tahu, sudahlah birkan waktu yang menjawab semuanya, kita hanya perlu melihatnya saja, itu kan masalah Alvaro dan juga Bella, kita hanya perlu mendukung tanpa perlu ikut campur"


"Hemm kau masuklah dan ajak ngobrol Rizki biar aku disini, aku akan baik baik saja "


"Baiklah sayang, tunggu aku sebentar setelah itu aku akan kembali lagi "

__ADS_1


"Hemm "


Arzan setelah mengusap rambut Anggia masuk kedalam ruangan Rizki lagi meninggalkan Anggia sendirian dengan fikirannya yang sudah melayang kemana mana.


__ADS_2