Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Bella dibawa oleh siapa


__ADS_3

"Aku kerja dulu ya Om. Om juga kerja ya jangan khawatirin aku baik-baik aja kok "


"Iya tapi kalau ada apa-apa kamu harus hubungi saya jangan yang lain"


"Iya om aku pasti akan hubungin om kok "


Saat Sani akan turun tiba tiba tangannya ditahan, Sani melihat kearah Sena "Sebenar ada yang tertinggal "


Sena langsung mencium kening Sani cukup lama dan melepaskannya, Sani hanya bisa diam saja melongo, lalu tersadar kembali "aku kerja om "


Sani langsung ngacir pergi, sedangkan Sena hanya tersenyum dan segera melajukan mobilnya sungguh pacar kecilnya itu mengemaskan sekali.


Sani masuk terburu buru sampai menabrak bintang temannya "ihh San kamu kenapa "


"Ehh maaf aku gak sengaja, maaf ya Bintang "


"Iya gak apa apa, gimana liburan kamu seneng seneng kan happy-happy kamu di sana, soalnya kamu nggak posting-posting sih jadi aku nggak bisa lihat kamu di sana lagi ngapain aja. Oh ya tadi Bos katanya bilang kalau ada kamu, kamu suruh ke ruangannya"


"Aku happy-happy aja Bintang maaf ya aku emang nggak terlalu banyak pegang ponsel sih. Oh ya aku nanti punya oleh-oleh buat kamu. Mau apa ya Bos tiba-tiba panggil aku nggak biasanya apa karena aku cutinya terlalu lama"


"Beneran kamu bawa oleh-oleh buat aku, nggak salah kan aku nggak salah dengar kan kamu bawa oleh-oleh buat aku. Nggak tahu tapi tadi Bos bilang gitu coba kamu ke atas dulu siapa tahu ada sesuatu yang penting mau dibicarain sama kamu"


"Iya aku bawa oleh-oleh buat kamu kok. Masa sih aku lupa sama sahabat aku sendiri yang ada di sini, pokoknya nanti pulang dari kerja aku kasih sama kamu ya. Ya udah aku ke atas dulu ya mau bicara dulu sama Bos. Takutnya aku malah dimarah-marahin gara-gara aku terlalu lama cutinya.


"Makasih ya San San, yaudah sana gih "

__ADS_1


"Sama sama , iya aku keruangan bos dulu "


Sani langsung pergi dan bintang kembali melayani pelangan, hatinya sekarang sedang senang, Sani membawakannya hadiah sungguh dirinya senang sekali, sangat senang sekali rasannya ingin loncat loncat.


Sani langsung mengetuk pintu, dan tak lama kemudian ada suara yang menyuruhnya masuk, dengan cepat Sani masuk dan melihat bosnya yang masih menundukan kepalanya "duduk San "


Sani dengan cepat segera duduk dan melihat bosnya "kamu bisa masak "


"Iya pak bisa tapi__"


"Yaudah kamu bantu bantu koki didapur ya buat masak, nanti orang penting akan makan disini masih lama sih ada beberapa hari lagi, tapi kamu harus belajar dulu jadi nanti kamu gak kaku , dan dia pesen makanan yang banyak juga, saya gak mungkin cari lagi koki pas lagi mepet kayak gini bisakan "


"Emm apakah saya tak akan membuat mereka repot "


"Tidak saya dengar kamu bisa memasak jadi kamu bantu-bantu koki di sana ya, karena ini yang datang orang penting dan akan sangat membantu sekali kalau kamu mau ikut memasak juga bersama yang lain"


"Bagus , sekarang kamu kedapur dan ketemu sama Livi ya, nanti kamu kerja sama dia "


"Baik pak saya permisi dulu "


"Ya silahkan "


Sani langsung keluar dari dalam ruangan itu, dan menganti pakaiannya, setelah itu Sani langsung pergi kedapur. sebenarnya dirinya takut mendekati Livi karena dengar-dengar dari yang lain kak Livi itu jutek ya meskipun dirinya belum pernah mengobrol dengannya langsung.


Saat sudah ada dibelakang kak Livi, Sani menepuk bahunya "kak maaf aku menganggu "

__ADS_1


Kak Livi langsung berbalik dan melihat kearah Sani, dia menatap dari atas sampai kebawah "Maaf kak saya disuruh bos untuk membantu kakak "


"Ohh Sani ya, yaudah ayo sini, kamu masak dulu satu makanan nanti saya akan mencobannya, kamu jangan tegang tegang dong, aku gak akan gigit kamu, bebas kamu mau masak apa ya "


"Ehh iya kak "


Sani segera mengambil bahan-bahan yang akan dia buat Livi yang melihatnya merasa kalau Sani memang enjoy-enjoy saja dan sudah terbiasa memasak di dapur, Sani bahkan langsung motong-motong sayuran daging dan bumbu-bumbunya, Livi hanya diam sambil sesekali melihat masakannya untuk pelanggannya di luar, sedangkan Sani masak di kompor yang satu lagi.


**


"Emangnya aku nggak bisa kabur kayak Serena, aku juga bisa kabur, lihat aja mereka bakal nyari aku atau enggak kalau enggak nyari bener-bener banget tuh keterlaluan ya punya orang tua nggak sayang banget sama aku, kalau emang mereka nggak nyari aku berarti aku emang anak pungut kesel banget apa-apa Serena apa-apa Serena, nggak pernah aku " dumal Bella sambil masih menggusur kopernya dia masih berjalan tidak naik taksi atau naik apapun karena Bella tidak punya uang sepeserpun maksudnya belum menarik dari kartu ATM.


Bella dengan susah payah menggusur kopernya, namun tiba-tiba ada mobil yang berjalan begitu kencang dan berhenti di samping Bella, namun Bella sendiri tidak menghiraukannya dia terus saja berjalan dan hanya melihat sekilas mobil hitam.


Tiba-tiba ada orang yang keluar dari dalam sana orang berbadan tinggi besar dan Bella tidak menyangka kalau dirinya langsung dibekap dari belakang dan dibawa pergi entah ke mana.


Saat ada di dalam mobil Bella sama sekali tidak pingsan namun matanya langsung ditutupi oleh sapu tangan dan ditali di belakang kepalanya. Bella sempat memberontak tapi tangannya ditahan begitu kuat.


"Ini siapa tolong lepaskan aku, jangan main-main ya lepaskan jangan seperti ini aku tidak mau, aku tidak mau ikut dengan kalian, lepaskan aku " namun tak ada jawaban sama sekali Bella sudah meronta-rontain ingin keluar namun percuma saja badannya dipepet dari kanan dan kiri


"Tolong lepaskan aku lepaskan apa salahku sampai-sampai kau membawaku seperti ini dan menutup mataku jangan main-main ya denganku. Aku bisa saja melaporkan kalian pada ayahku kalian ini keterlaluan, lepaskan aku tolong lepaskan aku. Jangan main main seperti ini aku tidak suka ya main main seperti ini "


Namun tidak ada jawaban sama sekali mereka hanya diam dan Bella dari tadi terus bercelotnya ingin dilepaskan. Namun yang pasti itu tidak akan mungkin, ya pasti tidak akan mungkin bisa dilepaskan.


Bella merasakan mobil itu makin kencang makin kencang sebenarnya dirinya akan dibawa ke mana, kenapa dirinya yang akan kabur malah dibawa oleh orang yang tidak dikenal seperti ini.

__ADS_1


Apakah dirinya salah karena telah kabur dari rumahnya dan malah diculik seperti ini. Lalu apakah orang tuanya akan menebusnya. Apakah mereka akan menolongnya bagaimana ini sungguh dirinya takut sekali takut kalau dirinya akan dibunuh nanti.


__ADS_2