Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Akan bertemu saja


__ADS_3

Alvaro yang sedang latihan basket dikagetkan dengan kedatangan perempuan yang sangat tak ingin dirinya temui, Alvaro dengan kesal segera menghampirinya, perempuan itu masih saja tersenyum padanya namun dirinya sama sekali tak mau tersenyum pada perempuan itu.


"Untuk apa anda datang kemari "


"Kenapa kau begitu dingin pada ibumu sendiri, aku ini ibumu Alvaro aku kemari ingin menemuimu aku turut berduka cita atas meninggalnya Bella pacarmu, aku ke sini untuk menenangkanmu aku ingin ada di sampingmu saat kau sedang terpuruk seperti ini, aku ingin ada di sampingmu aku ingin ada disaat kau seperti ini "


Alvaro malah tersenyum mengejek "menenangkanku di waktu yang sudah terlewat jauh. Apakah kau sedang membutuhkan sesuatu sampai-sampai ingin bertemu denganku, aku tidak bodoh aku tahu apa yang kau inginkan,lebih baik kau pergi dari hadapanku karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah menganggap mu"


"Benarkah apakah kau sebenci itu padaku. Apakah aku sehina itu di hadapanmu Alvaro, aku juga pergi meninggal kamu dan juga ayahmu karena ada alasannya, karena nenekmu dia memberikan aku uang dan mengusirku untuk pergi dari kehidupan kalian berdua, aku sungguh minta maaf padamu "


"Aku tidak peduli apapun alasannya itu, aku tidak peduli mau kau pergi karena uang atau apapun aku tidak peduli yang pasti kau meninggalkan aku dan ayahku, kau terlalu tergiur oleh harta jika kau memang menyayangi ayahku kau akan bertahan meskipun nenekku akan memberikanmu uang berapapun itu, jadi jangan menyalahkan nenekku yang ada salah kan dirimu sendiri kenapa kau tergiur dengan uang yang nenekku beri, kau perempuan mata duitan dan tak pantas dimaafkan "


"Maafkan aku maafkan aku bisakah kau menganggapku ibu atau sekedar memanggilku ibu saja. Apakah kau tahu sekarang ayahmu sedang dekat dengan temanmu itu dengan Sani mereka dekat bahkan sangat dekat mungkin saja mereka berpacaran, mereka mempunyai hubungan "


"Kau ya jangan membawa-bawa Sani, aku tidak percaya dengan semua ucapanmu. Sani tidak akan mungkin menghianatiku dia tidak akan mungkin menikah dengan papi atau pun berpacaran dengan papi, jadi kau jangan mengada ngada, aku tidak sudi memanggilmu ibu sampai kapanpun itu, dengar itu baik baik ya "


Sonia yang mendengar perkataan anaknya yang begitu menyakitkan mengusap air matanya, entah kenapa air matanya tiba-tiba saja mengalir begitu saja saat mendengar kata-kata anaknya yang tidak Sudi memanggil dirinya ibu.

__ADS_1


Padahal dirinya yang melahirkan Alvaro "jangan menangis jangan membuat seolah-olah aku yang salah padahal kau yang salah telah meninggalkan aku lebih baik sekarang kau pergi dan jangan pernah temui aku lagi, aku tidak akan sudi bertemu denganmu aku sudah bahagia dengan papiku aku tidak butuh ibu aku tidak butuh siapapun selain papiku dan nenek serta kakekku, jadi lebih baik kau pergi saja jangan harap aku akan menerimamu, pergi aku muak"


"Baiklah jika kau tidak percaya dengan kata-kataku, baiklah kau nanti akan lihat sendiri kalau ayahmu akan menikahi perempuan itu temanmu itu Sani, perempuan yang selama ini kau temani kemana-mana, perempuan yang selama ini kau ajak ke mana-mana lihat saja dia akan menusukmu dari belakang dengan menikahi ayahmu lihat saja kata-kataku akan benar dan semuanya akan terwujud kau tidak tahu tentang hubungan mereka, jadi lihat saja nanti saat mereka akan menikah "


"Sudah aku katakan kau pergi dari sini jangan membuatku makin marah, pergi jangan temui aku lagi"


Alvaro yang tidak mau terpancing emosi lagi langsung kembali ke lapangan dan berkumpul dengan teman-temannya. memang dianya sedikit terhasut dengan kata-katanya yang mengatakan kalau Ayahnya dengan Sani mempunyai hubungan spesial, nanti akan dirinya tanyakan langsung pada Sani dan ayahnya langsung. Apakah benar kata-kata wanita itu kalau Sani dan ayahnya memiliki hubungan spesial.


***


"Ih apaan sih padahal pelan banget kenapa belum pulang ini udah malam seharusnya kamu udah pulang Sani, aku juga mau pulang ini, ada apa sih kayaknya kamu punya masalah berat banget "


"Pacar aku mau bawa aku ke hadapan orang tuanya gimana ini orang tuanya itu agak nggak suka sama aku"


"Oh laki-laki yang ganteng itu ya , yang suka ke sini menurut aku sih kamu temuin dulu aja, tapi ini ada tapinya kamu harus bersikap dewasa dan dandan, kamu jangan kayak anak kecil kayak gini, ya dandan gitu sedikit ubah aja gitu penampilan kamu dan nanti jika kamu ditolak oleh orang tua laki-laki itu kamu bilang saja permisi saya tidak enak badan saya pulang dulu gitu aja, bilang aja gitu kalau dia marah-marah sama kamu, kamu jangan balas marah ya pokoknya kamu harus tenang dan bisa mengontrol emosi kamu "


"Tapi kan nggak bisa pasrah juga kali bintang masa aku harus pasrah"

__ADS_1


"Bintang langsung menjatuhkan sebuah gelas dan membuat Sani kaget sampai-sampai dia akan marah"


"Nah ini adalah latihan pertama, kau tidak boleh marah saat ada barang yang jatuh atau tersenggol sedikit kau harus tenang tenang dan biasa saja tujuanmu lurus ke depan dan jangan pernah kau marah ingat itu aku hanya ingin kau terlihat bagus saja di depan orang tuanya kau jangan terlihat barbar. Ya aku tahu umurmu baru 17 tahun tapi setidaknya kau harus terlihat dewasa di depannya"


"Akan aku coba tapi aku tidak janji akan melakukan seperti itu kadang aku selalu terbawa emosi "


"Jangan seperti itu pokoknya kau harus tenang dan terlihat elegan serta anggun kau tidak boleh melihatkan sisi buas mu"


"Memangnya aku apa buas kau ini ya ada-ada saja, baiklah aku akan coba untuk bisa tenang dan aku akan menemui orang tuanya seperti apa kata-katamu tapi kau doakan ya supaya aku berhasil"


"Tentu aku akan mendoakanmu semoga kau berhasil dan bisa melewati rintangan yang sangat menyusahkan itu, memang sangat sulit kalau sudah berurusan dengan orang tua laki-laki karena bisa saja mereka tidak menerima kita sepenuhnya kan dan sebaliknya pulas sih. Ya sudah ayo pulang kau ingin menginap di sini gitu"


"Enggak dong bintang masa sih aku nginep di sini udah yuk bareng yuk ke depannya"


"Ayo kawan kita pulang ke rumah"


Sani langsung bangkit dan menggandeng tangan bintang keluar dari restoran, tak lupa dia juga mengunci pintu restoran, kalau lupa bisa disalahkan dan harus bertanggung jawab kalau misalnya ada apa-apa dengan restoran jangan sampai itu terjadi.

__ADS_1


__ADS_2