
"Ehh Sani awas aja lo nanti malah morotin temen gue Arzan, gue gak habis pikir sama Arzan, kenapa bisa pacaran sama lo. Lo kasih kasih apaan sama Arzan, minuman apa gitu pelet apa yang lo kasih sama dia sampai-sampai dia mau sama lo , Oh ya apa Lu udah hamil gitu sama Arzan lu udah kasihin keperawanan lo ya sama dia, makanya dia mau sama lo benar gitu ya lo jual diri ya sama Arzan makanya dia mau sama lo"
Sani langsung membelalakan matanya dan menatap Bella dengan tidak percaya, kata katanya itu loh " Apakah kamu bisa sedikit merubah kata-kata kamu, aku tidak pernah menjual diri pada Arzan dan aku juga tidak pernah meminta pada Arzan untuk aku menjadi pacarnya. Jadi kamu jangan menuduhku seperti itu. Meskipun aku bukanlah orang kaya seperti kalian semua aku bukan perempuan murahan yang menjual diriku sendiri hanya untuk kepuasanku dan hanya untuk uang saja"
"Wah wah bijak sekali, kau sangat bijak sekali, kalau begitu aua buktikan, buktikan kalau kau memang tak hamil dan tak menjual dirimu pada Arzan, ayo buktikan buktikan "
Bella langsung mengusur Sani "heyy lihat ada yang mau melakukan pembuktian katanya dia gak hamil, tapi mana mungkin kan Arzan mau sama dia, pasti dia jual diri sama Arzan ayo kita buktikan "
Byurrr Bella mendorong Sani masuk kedalam kolam renang, namun Sani pun tak pelepaskan pegangannya pada pakaian Bella , jadi Bella pun masuk kecebur.
Semua orang bersorak gembira dan membuat tim basket yang sedang merayakan kaget, Arzan langsung melihat kearah tempat duduk Sani, namun tidak ada.
Dengan cepat Arzan langsung berlari kearah kerumunan itu, Bella sudah naik keatas lagi sedangkan Sani yang tidak bisa berenang mengacungkan tangannya, karena tubuhnya sudah masuk kedalam sana.
Tak ada satu pun orang yang menolongnya, malah mereka diam saja dan menyorakinya, namun tiba tiba ada seseorang yang masuk kesana kedalam kolam renang.
Sani yang sudah pasrah mendiamkan dirinya jatuh keadasar kolam, namun tiba tiba saja ada yang merangkul pinggangnya, samar samar dia melihat laki laki itu memeluknya.
Sani hafal tubuh siapa ini, ternyata ini tubuh om Sena, Sani menajampakan penglihatannya dan memang benar itu om Sena.
Mereka saling pandang Sena memandang wajah itu, wajah kecil manis yang sekarang sudah pucat, Sena mendekatkan wajahnya dan bibir mereka langsung menyatu.
Saat Sena melihat Sani sudah tak sadarkan diri segera membawanya keatas dan memangkunya kedarasa kolam, setelah itu Sena menatap semua orang yang ada disana.
Arzan pun sudah ada disana, pokoknya semua orang sudah ada disana. "kenapa kalian diam saat ada seseorang yang tenggelam seperti ini, kenapa tidak ada satu orang pun yang menyelamatkannya. Apakah kalian ingin menjadi seorang pembunuh dan membiarkan seorang perempuan teman kalian sendiri tenggelam begitu saja, dimana rasa empati kalian semua ini dia juga manusia dan dia juga butuh hidup "
Tak ada yang menjawab, mereka semua diam, tak ada satu orang pun yang mampu menjawab apa yang Sena katakan, Sena dengan cepat membawa Sani masuk kedalam rumah, masa bodo dengan anaknya yang nanti marah.
__ADS_1
Yang terpenting sekarang adalah nyawa Sani, jangan sampai dirinya kehilangan Sani, tidak tidak jangan sampai itu terjadi. Untung saja dirinya tapi keburu menyelamatkannya, kalau tidak bagaimana coba.
Sena langsung mengigat tentang dirinya yang tadi akan mengobrol dengan Sani.
Flasback onn
Dirinya sudah sangat senang sekali akan bertemu dengan Sani, akan mengobrol banyak hal, namun saat dirinya melihat ketempat duduk Sani tak ada.
"Kemana Sani gak akan mungkin kan kalau dia tiba-tiba menghilang begitu saja, "
Sena langsung berjalan kekerumunan orang orang disana, dan disitu lah dia yakin kalau yang ada didalam kolam renang itu adalah Sani, wanitanya yang ada didalam sana yang tenggelam.
Sena langsung masuk dan benar saja Sani yang ada didalam sana yang tenggelam.
Flasback off
Sena langsung membawa Sani kedalam kamarnya, membaringkan badannya dan langsung memberikan pertolongan pertama, namun belum sadar juga.
Sena langsung membantu Sani duduk dan menepuk nepuk punggungnya agar keluar air itu semuanya, Sena langsung membaringkan kembali Sani.
"Apakah kau baik baik saja Sani "
Sani menggelengkan kepalanya saja dia masih syok dengan apa yang dia alami tadi.
"Kau ganti pakain dulu ya "
Sena langsung membawa kemejanya dan memberikan pakaian itu," maafkan aku, aku tak mempunyai pakaian perempuan, aku akan membersihkan diriku dulu, kau ganti pakaian aku tak akan mengintip mu "
__ADS_1
Sena langsung pergi dan meninggalkan Sani sendirian, dia membiarkan Sani leluas menganti pakaiannya, sekalian dirinya juga ingin mandi, dingin sekali soalnya.
Sani tanpa banyak bicara membuka seluruh pakaiannya dan mengantinya dengan kemeja Sena, namun dia langsung menarik selimbut dan menutupi dirinya.
Karena memang tak memakai dalaman sama sekali, bagaimana ini memalukan sekali, tak lama kemudian datang Sena sudah lengkap dengan pakaiannya"om punya keresek "
"Hah keresek untuk apa "
"Pakaian basahku "
"Akan aku cari , kenapa kau membungkus dirimu mengunakan selimbut, apa dingin sekali "
"Ya begitulah om, maafkan aku membuat tempat tidur mu menjadi kotor dan juga basah maafkan aku omm "
"Tidak apa, apa kau tak memakai apa apa didalam pakaian itu "
Sani yang malu menundukan kepalanya dan langsung mengelengkan kepalanya "maafkan aku sampai lupa tunggu disini "
Sena langsung keluar kamar dan menguncinya takut takut sang anak Alvaro akan mendatangi Sani dan malah memakinya.
Sedangkan keadaan diluar Sani masih hening, Arzan langsung menghampiri Bella.
"Gimana lo Bell udah puas lihat Sani dipermalukan kayak gitu dan dia hampir mati tenggelam , apa lo udah puas lihat yang kayak gitu, gimana udah puas dengan apa yang lo lakuin " marah Arzan.
Alvaro langsung maju dan mendorong Arzan yang memejokan pacarnya "biasa aja kali bicaranya gak usah lo bentak bentak pacar gue, kenapa lo gak terima pacar lo kita bully, "
"Gue tanya sama lo Alvaro emang lu mau kalau pacar lo di-bully kayak gitu dan dibiarin gitu aja tenggelam, lo mikir ke situ gak gue aja baru bentak Bella kayak gitu lo udah kayak gini, harusnya lo mikir punya pacar tuh dididik jangan sukanya ngebully orang aja, lo emang sama aja sama pasangan lo gak tahu diri dan gak bermoral"
__ADS_1
Alvaro langsung mendorong Arzan "lo ya makin kesini makin menjadi jadi aja Zan lo terlalu membela orang miskin itu "
"Alvarooo "