
"Bee tadi aku ketemu sama Anggia " ucap Sani sambil membenarkan selimutnya yang melorot.
"Terus kamu diapain sama dia, apa dia jahat sama kamu Apa dia marah-marah sama kamu atau minta uang lagi sama kamu gitu ayo bicara sama aku sayang, apa yang dia lakukan sama kamu "
"Enggak si Anggia nggak minta uang atau apapun itu, dia tadi kelaparan banget makannya aku kasih makan dan aku juga pengen bantu dia buat kuliah, kamu bisa kan bantu bee dan buat dia kerja di restoran kamu juga dia udah berubah kok Be aku yakin 100% kalau dia udah berubah tolong bantu ya kasian dia, kalau bukan kita yang nolong siapa coba "
"Kamu yakin mau bantu dia " ucap Sena sambil menatap istrinya dari samping
"Iya bee aku yakin, aku yakin mau bantu Anggia memang dia hanya saudara tiriku saja tapi aku dari kecil dibesarkan bersamanya. Aku ingin bantu dia, aku ingin dia menjadi perempuan sukses mungkin kesalahannya dulu sudah membuatku sangat sakit hati tapi aku tidak mau terlarut larut dalam sakit hati itu, aku ingin membantu Anggia dan membuat dia bisa kuliah bisa bekerja dan bisa menata masa depannya saja bee, aku yakin dia bisa berubah, aku sangat yakin sekali "
Sena diam tidak menjawabnya dia masih memikirkan apa yang harus dirinya ambil, keputusan apa yang harus dirinya ambil kenapa istrinya ini baik sekali sampai-sampai mau melakukan hal itu padahal kan kalau orang lain pasti akan balas dendam dan melakukan hal yang sama pada orang itu. Tapi istrinya malah sebaliknya ingin membantunya.
"Aku tanya sekali lagi kamu emang mau bener-bener bantu dia, kalau dia cuman mau manfaatin kamu gimana, ya bukannya aku nuduh tapi kita gak akan pernah tahu orang itu seperti apa "
"Aku emang bener-bener mau bantu dan aku yakin Anggia nggak akan pernah manfaatin aku lagi, kalau misalnya Sampai kejadian lagi kayak gitu aku serahin deh sama kamu, mau kamu apain Anggia aku nggak akan protes mau kamu keluarin Anggia dari kerjaannya ataupun dari tempat kuliahnya aku nggak akan ikut campur. Tapi tolong bantu dulu dia untuk kali ini aku minta tolong sama kamu bee, aku udah janji sama dia buat besok ketemu dan bicarain semua ini kamu mau ya bantu dia please bee, kalau nggak sama kamu aku minta bantuan sama siapa lagi emang aku bodoh memutuskan hal ini langsung dan langsung berbicara hal itu juga pada Anggia seharusnya aku tuh bicara dulu sama kamu baru putusin semua hal itu, seharusnya kita rundungin dulu "
__ADS_1
Sena memeluk erat istrinya dan menganggukkan kepalanya "ya udah kalau itu keputusan kamu aku akan terima kita bantu Anggia untuk bisa sekolah dan bekerja juga, tapi suatu saat jika dia membuat masalah maka aku akan cabut biaya kuliahnya dan juga tempat kerjanya juga"
"Beneran bee kamu nggak bohong kan kamu nggak lagi main-main kan sama aku, kamu gak lagi buat hati aku senang aja kan "
"Ngapain aku main-main sama kamu, aku benar-benar pengen bantu dia karena kamu, kalau bukan kamu yang minta aku nggak akan kabulin semua ini. Ya mungkin aku masih kesel sama Anggia dan juga ibunya tapi di satu sisi kamu aja bisa memaafkan masa sih aku nggak, padahal kamu kan yang disakiti selama ini tapi kamu bisa memaafkan dengan cepat, hati kamu ini terbuat dari apa sih sayang "
"Aku sama seperti orang lain tapi aku tidak mau terlarut larut dalam kemarahan dan juga kebencian Tuhan saja bisa memaafkan masa kita umatnya saja tidak bisa memaafkan, yang sudah berlalu biarkanlah berlalu dan aku juga ingin melihat Anggia bisa mandiri memang dia begitu manja dulu tapi aku yakin dia pasti bisa melakukan semuanya, dia tidak akan menjadi Anggia yang manja lagi dia akan menjadi Anggia yang baik dan penuh semangat aku yakin itu Anggia pasti akan membuktikan semuanya pada kita semua"
"Baiklah jika itu memang sudah keputusanmu aku akan menerima semuanya sayang, aku menerima apapun keputusanmu"
"Aku yang beruntung di sini mendapatkanmu mu, dilanjut nggak sayang yang tadi baru juga satu ronde aku belum puas sayang lagi ya"
Sani melepaskan pelukannya dan memukul dada suaminya tidak kencang hanya pelan "Kamu ini terus aja kapan istirahatnya aku besok kuliah bee dan aku juga kuliah pagi kamu nggak kasihan lihat aku pergi pagi-pagi dengan mata yang masih ngantuk"
"Sekali aja sayang sekali lagi udah itu gak minta lagi sayang kita tidur, tapi besok jatah lagi ya sayang, kita lakuin besok ya sayangku "
__ADS_1
Sani mendelikan matanya dan lalu senyum, menganggukkan kepalanya,Sani segera melakukan aktivitas bersama sang istri. Rasanya tak ada puasnya,rasanya selalu saja ketagihan.
**
"Udahlah bee kamu nggak usah anterin aku kuliah aku sama pak sopir aja, kalau misalnya Arzan lihat gimana bisa kacau bee aku baik baik aja kok kalau berangkat sendiri "
"Ya udah sih nggak apa-apa kenapa jadi takut sama Arzan ini kan pernikahan kita, mau dia tahu mau nggak ya udah nggak apa-apa sayang kenapa kamu jadi malah takut sama dia, udah ayo aku anterin kamu kuliah dan jangan banyak bicara ya jangan bawa-bawa Arzan juga udah biarin aja nggak usah takut sama dia, udah ayo masuk ke dalam mobil aku anterin kamu kuliah aku nggak mau ya ada yang lirik lirik kamu di tempat kuliah ayo cepat sayang aku akan mengantarkan mu, suami mu akan menjagamu "
Sena sedikit mendorong tubuh istrinya dan akhirnya Sani masuk juga ke dalam mobil, suaminya ini ya keras kepala banget bagaimana kalau ada yang tahu ini malah memaksanya untuk segera masuk ke dalam mobil.
"Udah duduk yang manis dan diam kita pergi ke sekolah sekarang jangan banyak bicara ya sayang "
"Tapi kalau nanti ada yang tahu gimana bee terus nanti ada yang bilang sama Alvaro "
"Aku akan secepatnya berbicara pada Alvaro aku akan secepatnya bertemu dengannya dan membicarakan tentang semua ini, kamu tenang saja ya sudah diam dan kita berangkat sekarang"
__ADS_1
Sena segera menjalankan mobilnya takutnya istrinya malah terlambat karena perdebatan ini yang tidak ada akhirnya dan tidak akan pernah selesai-selesai sampai nanti pun, istrinya ini selalu ada ada saja.