Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Perempuan menyebalkan


__ADS_3

Sani dan Sani sudah sampai di hotel yang mereka sewa, Sena menarik koper nya dengan tangan satunya lagi memegang tangan sang istri.


"Sena "


Sena dan juga Sani membalikan badannya dan melihat perempuan yang tadi, perempuan yang memanggil suaminya, perempuan itu langsung memeluk Sena tanpa Sean dapat menghindari.


Sampai sampai pegangan tangan Sani dan juga Sena terlepas, "Maaf jangan seperti ini "


Sena mendorong tubuh perempuan itu dan memberi jarak dan kembali memegang tangan sang istri.


"Kau tak kangen dengan ku "

__ADS_1


"Tidak " ucap Sena dengan dingin


Perempuan itu malah memukul dada Sena dengan manja " ist kau ini masa sih tak kangen denganku, aku ini kan rekan kerjamu sudah lama kita tak bertemu dan ini siapa yang dibelakang mu, apakah anak mu "


Sani langsung maju dan menjabat tangan perempuan itu "Perkenalkan saya Sani istrinya Sena senang bertemu dengan anda"


Perempuan itu mengerutkan keningnya " kau yakin Sena menikahi perempuan yang sepertinya sangat cocok untuk jadi anakmu, kau tidak salah kan kau tidak terpaksa kan menikah dengan perempuan ini, dengan Sani yah tadi kau mengenalkan namamu Sani kan , apakah kau tidak salah Sena menikah dengan anak yang sepertinya lebih cocok untuk menjadi anakmu atau mungkin jadi pacar anakmu bukannya kau juga sudah mempunyai anak"


Perempuan itu malah membuang muka " tanya saja pada suamimu siapa aku, dia akan menjelaskan siapa aku dalam hidup Sena sebenarnya, aku tidak usah sulit sulit memperkenalkan namaku padamu"


"Oh iya tidak perlu karena kau juga tidak penting dalam hidupku, terima kasih jawaban yang sangat pas dan aku suka jawabanmu kau begitu pintar dan sangat dewasa tapi mungkin dewasanya lebih ke akan menjadi nenek ya, apakah kau sudah menikah atau kau sudah punya cucu" Sani makin berani, perempuan ini begitu angkuh seolah olah kalau dirinya adalah orang terpenting dalam hidup suaminya.

__ADS_1


"Sena seharusnya kau sebelum memilih seorang istri lihat dulu lah sifat sikapnya bagaimana,sepertinya istrimu kurang sopan"


Sani tertawa "aku kan begini karena kau yang duluan, sebenarnya di sini siapa sih yang pertama sombong kau kan bahkan saat aku bertanya namamu saja kau tidak mau. Sungguh sangat sombong sekali melebihi presiden sombongmu itu "


Sani menarik tangan suaminya untuk masuk kedalam lift meskipun tak tau lantai berapa kamarnya yang terpenting dirinya tidak mau berhadapan lagi dengan perempuan itu.


"Sayang kau baik baik saja "


"Iya aku baik-baik saja Bee, temanmu itu terlalu songong dan menyebalkan aku ini sedang kesal ditambah dia yang memperlakukan aku seperti anak yang bodoh, dia terlalu angkuh, aku sungguh tidak suka "


Sena mengelus pundak istrinya dan memeluknya dari belakang " tenang sayang, tenang cintaku "

__ADS_1


Sani mencoba untuk menahan amarahnya, tenang tenang tenang, jangan marah lagi.


__ADS_2