Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Pergi untuk menemuinya


__ADS_3

Alvaro yang sudah mengetahui itu semua hanya bisa diam dirumah Rizki, bahkan disana pun ada Arzan, memang Alvaro segera pulang karena sudah mengetahui dimana Bella dan akan menyusulnya.


Tadinya ingin memberi kejutan pada Sani soal masalah ini, padahal dirinya tak percaya pada ibu kandungnya, dirinya menepis semua tentang masalah itu tapi kenyataannya apa, Sani kalah sedang mengandung anak ayahnya.


Bahkan perutnya sudah besar entah sudah berapa bulan " jadi gimana Al sekarang " tanya Rizki


"Langsung aja kerumah Bella "


"Terus Saninya mana, bukannya kamu mau bawa Sani juga kan ,kok dia gak ada " ucap Arzan


"Udah gak usah biar kita aja pergi bertiga Sani sibuk kita pergi aja seginian "


"Lo gak lagi ada masalah kan sama Sani " selidik Rizki


"Gak ada kok Ki, lo tenang aja gue sama Sani gak apa apa kok"


"Eh tunggu Al gue kan satu kuliahan sama Sani, dia emang udah cuti gitu katanya tapi gak tau kemana, dan Anggia juga gak kasih tau "

__ADS_1


"Anggia, ada Anggia "


"Ya Anggia juga kuliah ditempat yang sama, sama gue dan Sani, mau tahu gak sih perubahannya tuh hebat banget, dia bukan Anggia yang dulu, dia baik banget "


"Lo suka ya sama Anggia " tanya Rizki dengan mata memicing


"Ya gimana ya " Arzan menggaruk kepalanya yang memang tak gatal


"Kenapa, ada apa, apa lo suka sama dia apa udah jadian"


"Awalnya sih, eh tapi kenapa kita malah bahas Anggia "


"Oke deh, gue juga pada awalnya kesel dan gak suka sama Anggia, tapi setelah liat dia yang sekarang kok mirip Sani, bahkan dia kuliah sambil kerja, dia itu berubah banget murah senyum pokoknya kayak Sani banget, nah awalnya gue deketin dia karena mirip Sani, tapi kok lama lama suka gitu, kayak beda aja dia manis terus kok seneng gitu kalau liat dia dan gue sama dia udah jadian "


"Hah jadian " ucap Rizki dengan kaget


"Iya gue jadian sama dia, gue pacaran sama Anggia, emang masa lalunya gak baik tapi kan dia udah berubah dan gak kayak gitu lagi "

__ADS_1


"Bagus deh Zan semoga lo sama Anggia bahagia ya, jangan sampai lakuin kesalahan yang pernah gue lakuin dulu sama Bella ninggalin dia dengan amarah, akhirnya gini kan, gue nyesel dan sangat merasa bersalah atas apa yang gue lakuin "


Rizki dan Arzan diam dan tersenyum canggung " kita kan akan bertemu Bella sekarang " ucap Arzan sambil mengusap tengkuknya


"Iya kita akan ketemu sama Bella, tapi DM dari gue dia gak bls sama sekali "


"Mungkin dia sibuk "


"Sama suaminya " ucap Alvaro dengan getir.


Alvaro langsung melangkah pergi diikuti oleh Rizki dan juga Arzan yang saling senggol, "Isth gimana ini " tanya Rizki


"Udah ayo ikutin aja, gue juga kangen pengen ketemu sama Bella, gue juga kangen sama dia kali, gue kangen sama celotehannya dan juga amarahnya yang suka meletup meletup "


"Yey ah, tapi lo suka keselkan kalau Bella kayak gitu "


"Lo juga sama kali Ki gak ada bedanya"

__ADS_1


Rizki langsung mendengus dan berlari menyusul Alvaro dan merangkul bahunya. Sedangkan Arzan sendiri dia hanya berjalan santai saja sambil sesekali bersenandung karena senang sudah mempunyai pacar dan dirinya yakin Anggia adalah wanita satu satunya dan tak akan ada lagi.


Anggia yang akan menemaninya sampai tua, dirinya janji setelah lulus dan mulai bekerja dirinya akan menikahi Anggia.


__ADS_2