Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Akhirnya lega juga


__ADS_3

Pagi pagi sekali Sani sudah siap dengan pakainnya tiba tiba pintu kamarnya diketuk, dengan cepat Sani membuka pintu dan...


"Sani apa kabar selamat pagi. Sudah pagi ayo kita makan aku sudah lapar ayo makan makan" teriak Rizki


Sani yang kaget melihat kearah Alvaro dan seperti bertanya kenapa ada Rizki, namun Alvaro hanya diam saja dan langsung menarik Sani dan menutup pintunya "ayo kita sarapan dulu, setelah itu kita cerita cerita sama Rizki "


Akhirnya Sani ikut saja tak banyak bicara saat ada didalam lift juga hening, namun tiba tiba "jawab dong Sani tadi aku nyapa kamu "


"Eh iya maaf selamat pagi Rizki aku baik kabar kamu sendiri gimana, kamu baik-baik aja kan nggak kenapa-napa"


"Nah gitu dong aku baik-baik aja kok sehat walafiat nggak ada yang cacat sedikitpun dan gak ada yang luka sedikitpun"


Alvaro yang mendengar jawaban dari sahabatnya itu langsung menggeplak tangannya kebiasaan deh suka kayak gitu kalau bicara "apaan sih Alvaro tiba-tiba geplak gue, gue kan jawab pertanyaan dari Sani emang salah ya selalu kritik aja nih kalau gue ngomong apa-apa, salah ya gue ngomong kayak gitu bener kan gue emang sehat walafiat dan enggak ada yang cacat sedikitpun gue tuh sempurna di mata orang lain tapi di mata Kak Fatimah gue nggak sempurna, gimana tuh buat biar Kak Fatimah suka sama gue" sambil melihat kearah Sani dan Alvaro secara bergantian


"Caranya adalah lo move on dan cari perempuan lain yang memang cocok buat lo dan seumuran sama lo. Bukannya terus aja suka sama kak Fatimah. Kak Fatimah itu udah lebih dewasa dari lo jadi jangan berharap deh bisa dapetin Kak Fatimah lebih baik cari deh temen kita yang cantik banyak kan di sekolah temen kita yang cantik emang gak ada yang bikin lo tertarik gitu selain Kak Fatimah. Apa sih yang bikin lo tertarik sama Kak Fatimah sampai tergila-gila bertahun-tahun "


"Selalu aja jawabannya kayak gitu, kenapa sih lo nyuruh gue move on terus gue udah bilang beberapa kali kan sama lo kalau di sekolah nggak ada yang bikin gue tertarik satupun, gue nggak tertarik sama mereka gue cuman tertarik sama Kak Fatimah aja dia tuh beda banget dari perempuan-perempuan lain, dia adalah perempuan tangguh pantang menyerah, udah gitu cantik banget lagi meskipun dia lebih tua dari gue tapi gue yakin gue bisa kok bahagiain dia suatu saat nanti, kalau dia terima gue pasti gue bakal senang banget tau gak sih tapi susah banget "


Sani tak ikut menimbrung dia hanya diam saja dan mendengarkan ocehan dua sahabat ini, tiba tiba Rizki langsung mengalihkan pandangannya dan menatap kearah Sani " menurut kamu San gimana "


"Aku " kaget Sani sambil menunjuk dirinya sendiri

__ADS_1


Rizki celinggak celingguk dan seperti sedang mencari seseorang, lalu kembali menatap Sani "iya kamu siapa lagi, disini gak ada lagi orangkan San selain kita bertiga, jadi menurut kamu gimana aku berhakan bersama kak Fatimah"


Sani mengaruk kepalanya dan menatap kearah Rizki "memang cinta tak pandang usia, pada siapa, dan bagaimana rupannya tapi ingat cintailah seseorang dengan sewajarnya saja, jangan sampai kamu lemah oleh cinta, jangan sampai kamu lupa waktu sama cinta "


"Jadi gimana San jawabannya "


"Kalau kamu masih mau mengejar kak Fatimah kejar aja, tapi kalau kak Fatimah gak mau kamu mundur aja, jangan kejar kak Fatimah dengan lebay, tapi natural aja biar dia gak ilfil juga kan, pelan pelan aja tapi pasti "


"Nah gitu dong bagus jawabannya San, tuh dengan Alvaro kayak Sani dong nggak ngejatuhin nggak nyuruh gue Move On, kalau lo terus aja suruh gue move on itu nggak gampang kita tuh nggak akan bisa langsung tiba-tiba move on gitu aja dari perempuan yang bener-bener kita cintai eh liftnya udah kebuka aja turun-turun"


Mereka bertiga segera keluar dari dalam lift dan berjalan bersisian untuk segera sampai di tempat makan yang ada di restoran ini, semua staf tersenyum pada mereka dan mereka bertiga pun balik tersenyum.


Saat melihat keluar tak ada Bella yang diam di sana Rizki hanya mengedikan bahunya saja, acuh tak acuh biarkan saja yang terpenting dirinya tidak berurusan lagi dengan perempuan ular itu.


"Sani sebenarnya aku tuh mau minta maaf sama kamu, aku minta maaf ya dulu pernah bully kamu , udah pernah nggak suka sama kamu tanpa alasan yang jelas, aku minta maaf banget ya. Kamu jangan marah ya kamu bakal maafin aku kan kayak kamu maafin Alvaro, aku benar-benar nyesel dan maafin juga soal Bella yang kemarin udah tampar kamu dengan tiba-tiba kayak gitu. Seharusnya aku enggak entar Bella ke sini buat nyusulin kalian berdua. Pokoknya aku minta maaf sama kalian berdua aku janji enggak akan bully siapa-siapa lagi ,apa lagi kamu mau kan kamu maafin aku "


Sani tersenyum samar dan menatap kembali Rizki dengan mata yang berkaca-kaca "makasih banget kamu akhirnya bisa berubah. Aku senang banget akhirnya kamu nggak bully aku lagi aku pasti maafin kamu kok, sebelum kamu minta maaf pun aku udah maafin kamu Rizky, aku senang akhirnya kamu bisa berubah dan enggak kayak dulu lagi dan untuk masalah Bella kemarin aku maklum kok, aku udah pergi sama pacarnya, pacar mana sih yang nggak marah saat lihat pacarnya itu pergi sama perempuan lain. Aku ngerti kok ngerti banget , kita jadi temennya jangan ada musuh musuhan lagi "


"Ya Allah terima kasih udah baik buat maafin aku ya Sani, aku nggak tahu deh kalau nggak dimaafin sama kamu, pokonya makasih ya Sani sekali lagi aku seneng deh. " jawab Rizki dengan senang


"Iya sama sama Rizki "

__ADS_1


Rizki menganggukan kepalanya dengan senang lalu berkata lagi "Kalau Bella sebenarnya masih ada sih di sini deh kayaknya tapi semoga aja dia nggak ganggy kita ya, tadi juga aku di luar enggak lihat dia dan juga Alvaro aku mau kasih tahu sama kamu kalau HP kamu itu disadap sama Bella, jadi dia bakal tahu kamu pergi ke mana aja di tempat mana dan segalanya. Pokoknya dia tahu mendingan sekarang kamu hapus deh daripada nanti kamu terus diikutin sama Bella.. Ayo cepat hapus hapus sekarang"


"Kenapa nggak bilang dari tadi malam lo kan tidur sama gue, kenapa lo nggak bilang , malah baru sekarang lo bilang kayak gitu, lo tuh ya suka aneh deh Rizki bukannya langsung bilang kan gue bisa langsung hapus ini malah udah telat kayak gini lo bilangnya. Gimana kalau dia tiba-tiba datang ke sini lagi lo mikir ke situ nggak, nyebelin banget tau beeneran deh nyebelin banget tahu nggak sih pengen rasanya gue buang lo ke dunia lain gitu "


"Ya maaf atuh Alvaro aku juga baru inget. Ya udah sekarang copot aja apa susahnya sih. Gak akan kemari dia pasti nggak akan kemari jam segini dia masih tidur , lo tahu sendiri kan mantan pacar lo itu kebo, jadi dia enggak akan mungkin bangun pagi ini udah cepetan hapus "


Alvaro langsung mengambil ponselnya dan benar saja memang ponselnya disadap oleh Bella setelah itu Alvaro langsung melepaskan sadapannya, dan menatap mereka berdua lagi tak lama kemudian makanan pun datang.


"Lihat aja lo Rizki kalau lu sampai kerja sama lagi sama Bella awas aja gue nggak akan pernah maafin lo, dan gue nggak akan pernah anggap lo sebagai sahabat gue lagi awas aja ya lo kalau macam-macam"


"Apaan sih gue enggak macam-macam ya gue emang real ini bukan karena disuruh sama Bella, gue emang mau minta maaf sama Sani dan gue enggak mau gabung lagi sama dia, gue kan udah ngomong kemarin malam sama lo, lo enggak percaya sama gue , masih belum percaya gitu sama sahabat lo yang ganteng Ini bahkan gantengnya itu lebih-lebih dari siapapun "


"Iya sih ganteng tapi enggak bisa tuh dapetin hati cewek malah ditolak terus aja, gak pernah tuh diterima atau direspon dengan baik yang ada malah ditolak-tolak-tolak dan ditolak terus"


"Kenapa sih ujung-ujungnya ke situ terus ke situ terus, udah deh ah males gue eh tunggu-tunggu sebelum makan kita foto dulu bertiga buat kenang-kenangan kalian berdua kemarin kan cuman foto berdua aja, gue juga mau ikutan sebentar-sebentar gue minta tolong dulu sama orang "Rizky segera bangkit dan tiba-tiba dia berbicara pada seseorang dan orang itu mau dan mereka akhirnya difoto bertiga.


Rizky langsung menguploadnya ke Instagramnya dengan berbagai hastag yang begitu heboh sedangkan Suni dan juga Alvaro dia hanya fokus ke arah makanannya saja, membiarkan Rizki yang sibuk tersenyum-senyum sendiri dengan ponselnya memang anak ini kalau sudah anteng bersama ponselnya ya begini lupa makan.


"Udah cepet makan dulu bukannya terus saja main ponsel. Nanti juga ada waktunya Rizky makanan lo nanti dingin enggak enak loh "


"Iya iya bawel banget sih Alvaro kayak emak gue aja sekarang makan kok, ini juga mau makan dan gue juga udah selesai upload foto kita bertiga"

__ADS_1


Setelah banyak berbicara Rizky langsung menyantap makanannya lebih lahap dari Sani dan juga Alvaro dia begitu lapar karena malam sama sekali belum makan. Bella tak mengizinkannya pergi sama sekali Bella menahannya untuk terus diam dan berdiri di depan tak boleh bergerak sedikit pun dan mau kekamar mandi saja susah.


__ADS_2