Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Mau juga


__ADS_3

Saat mereka masuk kedalam rumah sudah ada Mira, Sani langsung menghampiri Mira.


"Mira kau ada disini "


"Sani akhirnya kau pulang aku baru pulang dar Jepang dan ingin menemuimu aku ingin minta maaf padamu apakah bisa kita mengobrol, om Sena tidak apa-apa kan kita mau ngobrol aku berjanji tidak akan pernah melakukan apa-apa lagi pada Sani, sungguh aku minta maaf atas apa yang pernah aku lakukan pada Sani waktu itu"


Sena menatap Sani lalu menganggukan kepalanya, Sena masuk kedalam ruang kerjanya dan dia dari sini bisa leluasa mengawasi istrinya, yang meskipun dirinya bilang boleh tapi tetap saja dirinya masih takut Mira melakukan sesuatu pada Sani.


"Jadi ada apa Mira, kenapa kau tiba tiba kemari ada apa "


"Apakah kau bisa membantuku, "


"Membantu apa Mira, apa yang bisa aku bantu untuk mu "


"Aku ingin disini lagi, apakah kau bisa membujuk ibuku, tolong aku Sani, hanya dirimu yang bisa melakukan itu, kalau bukan kau aku harus minta bantuan siapa lagi "


"Kenapa kau ingin tinggal di sini lagi bukannya kau sudah betah tinggal di sana. Bukannya kau sudah sekolah di sana lalu kenapa tiba-tiba kau ingin pulang ada apa, apakah ada masalah di sana sampai-sampai kau memutuskan untuk pulang ke sini"


"Aku hanya tidak bisa bergabung saja dengan mereka rasanya beda sekali aku ingin kembali saja di sini kan ada dirimu ada teman-teman yang lain banyak teman, aku tidak bisa di sana aku ingin di sini saja"


Sani masih diam mencerna semuanya maksudnya ini bagaimana, kenapa tiba tiba Mira pulang dan berbicara seperti ini.


"Apakah kau pulang karena ingin mengejar Arzan lagi"


Mira diam, menatap Sani dengan lekat "tidak untuk apa aku mengejar laki-laki yang tidak mencintaiku, aku hanya ingin kembali lagi aku ingin di sini di kota kelahiranku aku di sana tidak cocok aku tidak mau di sana lagi, aku lebih suka di sini apakah kau masih tidak percaya dengan diriku Sani, apakah kau masih meragukan ku apa kau masih marah dengan aku yang dulu, maaf jika itu telah membuatmu tidak percaya lagi padaku tapi tolong untuk yang satu ini bantu aku, aku ingin di sini dan mamiku hanya akan mengizinkan aku tinggal di sini lagi kalau kau datang ke rumah dan berbicara kalau aku memang ingin di sini lagi"


"Akan aku pikirkan dulu Mira, aku tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Sekarang aku sudah punya suami dan semua keputusan ada di tangan suamiku aku harus bertanya dulu padanya apakah aku boleh ikut pergi denganmu atau tidak"


"Tapi apakah harus "


"Tentu harus kenapa tidak aku tidak sendiri lagi, aku sudah punya suami kau tunggu saja aku disini, aku akan pergi ke suamiku terlebih dahulu dan berbicara dengannya"

__ADS_1


"Baiklah "


Sani segera bangkit meninggalkan Mira, sedang Mira membuka ponselnya dengan kesal, cuman minta tolong kayak gini aja ribet kan, dasar Sani lebay.


***


"Kenapa sayang "


"Bee Mira meminta bantuan padaku, katanya dia mau sekolah di sini lagi tapi harus aku yang bilang sama ibunya gimana apakah kamu izinin aku buat pergi sama Mira pergi ke rumahnya"


Sena menghembuskan nafasnya dirinya tak mau sampai ada yang terjadi pada istrinya waktu itu saja istrinya di fitnah apalagi sekarang kalau berangkat berdua.


"Apakah kau yakin mau berangkat sama dia, dia aja udah berani celakain kamu, gimana kalau dia lakuin itu lagi, aku gak gamu sampai itu terjadi " .


"Makannya aku bilang dulu sama kamu Bee, Apakah aku boleh pergi sama dia "


"Ya udah aku antar aja kamu pergi ke sana ya, aku pengen buktiin apakah ini benar kata ibunya atau emang dia cuman yang ngada-ngada aja buat kelabuin kamu lagi. Mira itu bukan perempuan sembarangan dia itu licik jangan pernah kamu ketipu untuk kedua kalinya atau ketiga kalinya"


Sena menganggukan kepalanya dan keluar dari ruangan kerjanya bersama sang istri, Sena ke kamar sedangkan Sani keruang tamu lagi untuk menemui Mira.


"Gimana San "


"Suami ku ikut gak masalah kan "


"Gak kok nggak masalah "


Mira memalingkan wajahnya, ribet banget cuman kayak gini aja harus libatkan suaminya, memangnya dirinya akan melakukan apa sampai harus seperti ini, dirinya bukan penjahat.


"Ngapain Mira disini "


Sani dan Mira melihat kearah Alvaro yang baru saja pulang "Al gimana kabarnya " ucap Mira dengan ramah

__ADS_1


"Baik "


Alvaro langsung duduk disamping Sani dan menatap Mira" ada apa ya Al kok lihat aku kayak gitu, tenang aku gak apa apain Sani kok, aku beneran cuman pengen main aja dan minta maaf sama Sani, kamu tenang aja aku gak akan lakuin apa apa sama Sani, kamu bisa tenang dan santai gak usah liat aku kayak gitu, kok aku jadi malah takut sendiri ya, jangan lihat aku begitu "


Alvaro melihat Sani dan kembali menatap Mira "emang nggak boleh lihat kan punya mata, dari dulu tuh lo licik makannya gue pengen tahu lo mau apa ke rumah gue,"


"Gak ngapa ngapain kok, tanya aja sama Sani aku nyakitin dia gak "


"Udah Al Mira cuman pengen minta bantuan dia pengen kuliah disini dan pengen minta bantuan sama aku buat bicara sama ibunya gitu aja "


"Yaudah Bun aku antar aja "


"Tapi papih kamu mau anter "


"Udah sama aku aja Bu "


Alvaro bangkit dan melihat papihnya yang sudah rapih " papih dirumah aja biar Alvaro aja yang anter bunda kerumah Mira, sekalian Alvaro mau ketoko buku lupa tadi gak mampir "


"Baiklah kamu antar bunda kamu ya, hati hati dijalannya"


"Iya pih "


Mereka berdua menyalimi Sena dan pergi keluar dari dalam rumah, Sani berjalan terlebih dahulu sedangkan Mira dari belakang dan wajahnya sudah sangat masam sekali.


Dirinya muak dengan keluarga ini, Alvaro menerima Sani dengan secepat itu hebat juga ya pelet Sani, langsung dapat restu udah dapet ayahnya sekarang anaknya juga nurut sama dia panggil bunda segala lagi.


"Cepetan Mira naik kenapa diam aja " tegur Alvaro


Mira yang kaget langsung naik dan duduk dibelakang sendirian sedangkan Sani didepan bersama Alvaro.


Selama perjalan tak ada yang berbicara semuanya hening, Mira pun enggan berbicara dengan Sani lagi karena tujuan utamanya hanya memperlihatkan saja pada ibunya kalau dirinya sudah baik kan bersama Sani, jadi tak ada alasan lagi untuk ibunya melarang dirinya pindah tempat kuliah.

__ADS_1


__ADS_2