
Saat Sani sudah siap akan pulang dan masih ada dikamar mandi tiba tiba tangannya ada yang memegang saat Sani mendongakan kepalanya ternyata om Sena.
Dengan perlahan Sani melepaskan cekalan tangan itu dan menatap om Sena dengan wajah kesalnya.
"Ada apa om "
"Ada apa denganmu saya rasa kau sekarang sedikit berbeda. Saya melihat kau pada Sheila sedikit agak jutek. Ada apa apakah kau sebenarnya ada masalah dengan dia atau sebelumnya kalian pernah mengenal"
"Tidak aku biasa-biasa saja, tidak ada yang aneh kok om memangnya aku harus seperti apa pada tante Sheila. Apakah aku harus sok asik atau seperti apa gitu "
"Bukan begitu kau sedikit agak jutek biasanya kau sangat ramah pada setiap orang, apa ada sesuatu yang membuatmu sakit hati"
"Aku sudah bilang Om tidak ada sama sekali yang membuat aku sakit hati, semuanya baik-baik saja seharusnya Om dulu jangan pernah mengatakan kalau masakanku itu enak dan spesial hanya makananku saja yang membuat Om selera dan ya sebagainya pujian-pujian itu, kalau masih bisa memakan makanan dari perempuan lain"
__ADS_1
"Kenapa memang apa salahnya saya memakan makanan dari perempuan lain, memang makananmu yang paling spesial dan membuat saya senang saat memakannya dan ya kau yang terbaik. Memangnya salah bila saya mau makan masakan Sheila apa salahnya sama saja kan"
"Iya Om sama saja, sekarang lebih baik kembali lagi pada om Sena yang dulu itu akan lebih baik , mungkin Om lebih tahu sebenarnya om harus diam di mana"
"Iya sepertinya saya harus kembali pada Sena yang dulu dan saya tahu di mana saya akan tinggal dan diam saya tahu dan saya mengerti "
"Baguslah Om kembali pada dunia Om yang bebas pada makanan-makanan yang lebih enak dan yang lainnya kembalilah Om, dan kembalilah sama tante Sheila om kembalilah "
**
Sani pagi pagi sekali sudah kedatangan tamu Mira, entalah tak bisannya " Suni siapa sih yang pindahan di pinggir rumah kamu, kayaknya orang kaya deh barang-barangnya aja malah gitu "
"Aku nggak tahu Mir pokoknya sekarang aku lagi galau banget. Selamat ya untuk hubungan kamu dan juga Arzan yang udah pacaran selamat pokoknya "
__ADS_1
Dengan senyum kecutnya Mira mendekati Sani dan menepuk kakinya, "makasih loh, tapi kamu jangan bilang bilang sama siapa siapa dulu ya kalau aku pacaran sama Arzan "
"Kenapa emangnya, apa kalian ada masalah gitu "
"Gak ada San, gimana kamu sama om Sena "
"Aku jangan ditanya ah, pokoknya aku gak mau lagi bahas dia, kayaknya emang aku aja yang suka sama dia, sedangkan dia malah sama suka yang lain, aku terlalu naif dan berharap kalau om Sena akan sama suka sama aku, tapi nyatanya itu gak akan pernah mungkin terjadi "
"Terus gimana kamu gak apa apa kan, kamu baik baik aja kan"
"Aku baik baik aja kok Mir, aku gak mau berlarut larut mikirin dia "
"Yaudah semangat ya San, aku yakin kamu pasti akan dapat jodoh yang pas buat kamu dan emang bener bener bisa menjaga kamu " asalkan jangan Arzan gumam dalam hati
__ADS_1