Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Gak tahu


__ADS_3

Sani dan Sena sudah ada dirumah sakit Alvaro langsung mendekati Sani dan papinya "kenapa papih bisa sama Sani"


Mereka berdua saling pandang dan "tadi waktu Sani pulang papi denger kalau teman kamu Arzan ketusuk makannya papi anterin Sani aja ke sini takutnya kejadian apa-apa kan itu kenapa bisa ketusuk Arzan, kok tiba-tiba banget sih apa dia punya musuh atau punya masalah di sekolah"


"Begitu ya pih, Alvaro juga nggak tahu kenapa tiba-tiba kayak gini kejadiannya cepat banget bahkan Alvaro nggak tahu siapa yang tusuk Arzan tiba-tiba aja dia udah tergeletak gitu aja dengan pisau di perutnya semua orang juga nggak ada yang tahu siapa yang lakuin itu Pi dan juga orang tuanya Arzan masih ada di luar negeri lagi pulang ke sini dan kita disuruh jagain dulu Arzan sampai mereka datang kemari. Di sekolah benar-benar keos banget Pi dan lampu juga masih mati tadi waktu kejadian. Mungkin aja orang yang tusuk Arzan sama dengan orang yang udah rusak listrik juga "


"Hemm bisa saja untung aja kamu nggak apa-apa Alvaro papih khawatir sama keadaan kamu pokoknya kamu harus hati-hati meskipun kamu nggak punya musuh tapi kita nggak pernah tahu orang yang benci sama kita siapa aja, kita nggak tahu orang yang mau kecelakaan kita siapa aja jadi kamu harus selalu hati-hati ya anak"


"Iya pih pasti "


Tak ada pembicaraan lagi semua orang diam, masih menunggu kabar Arzan semuanya disini tegang, dan Sani juga menjadi serba salah, bagaimana ini kenapa Arzan bisa kecolongan seperti ini.


Tiba tiba dokter datang dan membolehkan mereka masuk, dengan cepat mereka masuk keruangan Arzan dan melihat Arzan yang wajahnya begitu pucat sangat pucat sekali, sampai sampai mereka tak tega melihatnya.

__ADS_1


Alvaro segera menghampiri temannya ini dan duduk sambil mengusap bahunya " kenapa bisa Zan, apa ada musuh "


Arzan menggelengkan kepalanya "gue juga nggak tahu kejadian itu cepat banget dan gue nggak tahu siapa yang nusuk gue, intinya yang tusuk gue itu adalah perempuan tapi gue nggak tahu siapa dia bahkan gue nggak bisa lihat wajahnya karena dia pakai topeng ya meskipun cuma matanya aja yang ditutup gue nggak bisa ngenalinnya, cukup gelap juga tadi gue cuman senterin ponsel sedikit aja, wajahnya gue nggak sempet lihat lebih jelas lagi karena gue kaget tiba-tiba ada yang tusuk gue gitu aja"


Rizki mengaruk kepalanya "siapa ya, kenapa bisa ada penjahat di sekolah kita siapa orang itu kenapa tega tiba-tiba tusuk lo kayak gitu Zan emangnya lo punya musuh gitu di sekolah atau di luar sekolah, kenapa bisa kayak gini sih , padahal kan kita mau rayain kelulusan tapi malah kayak gini jadinya, ada yang pengen pesta kita semua bubar deh "


"Gue sama sekali gak mungkin punya musuh gue sama sekali nggak punya musuh di manapun gue nggak punya musuh, kalian tahu sendiri kan pergaulan gue tuh ya kalian aja dan yang di sekolah-sekolah aja dan gue juga nggak pernah buat masalah sama mereka, jadi mereka buat apa dendam sama gue dan tiba-tiba lukain gue aneh kan dan ini lagi yang tusuk gue itu perempuan masalahnya, tapi gue nggak tahu siapa dia dan gue juga nggak sempet lagi lihat mukanya kalau gue sempet udah gue laporin dia ke kantor polisi. Padahal gue gak pernah sakitin hati perempuan gue sama sekali gak pernah "


"Ya udahlah yang penting lu udah selamat sekarang udah siuman. Lo istirahat aja Zan kita nggak akan ganggu lo kok kita cuman mau tungguin aja orang tua lo lagi menuju ke sini mereka cepet-cepet pulang karena khawatir sama keadaan lo, kita nggak mungkin nggak kasih tahu keluarga loh jadi maaf ya kalau kita malah jadi buat keluarga loh harus pulang dari sana tapi kan emang harus pulang anaknya kan lagi dalam keadaan kayak gini " ucap Alvaro.


"Pasti jangan kasih ampun lah gue juga pasti akan bertindak sama tuh orang apa masalahnya apa maksudnya tiba-tiba tusuk orang kayak gitu, emangnya apa coba main tusuk-tusuk aja pakai pisau emangnya nggak sakit, sungguh terlalu itu orang " sunggut Rizki


Setelah cukup lama mereka mengobrol Arzan kembali tertidur dan Alvaro melihat Sani yang sudah mengantuk sepertinya. Kasian dia sepertinya Sani harus segera istirahat dari tadi diam sambil sesekali menguap.

__ADS_1


"San mending kamu pulang aja biar kita yang jaga disini, kamu pulang aja yah, pih Alvaro bisa minta tolong sama papih "


"Apa nak "


"Bisa papi tolong anterin Sani pulang nggak soalnya Alvaro nggak mungkin tinggalin Arzan di sini dan juga Rizki berduaan aja, takutnya orang jahat itu datang lagi ke sini bisa kan Pi Alvaro minta tolong sama papi buat anterin Sani ke rumah Oma takut kejadian juga kan sama Sani nantinya, jangan sampai kita kecolongan untuk yang kedua kalinya "


"Ya udah kamu tenang aja papa akan anterin Sani sampai rumah Oma dan papi juga kayaknya nggak akan pulang deh papi mau istirahat aja di sana sekalian aja gitu biar nggak bolak-balik ke rumah. Kamu juga disini hati hati, kalau ada yang mencurigakan kamu harus langsung telfon polisi yah, jangan bertindak dengan gegabah ingat itu jangan gegabah "


"Iya pasti pih "


Sani segera berpamitan pada teman temannya dan Sani juga Sena segera pergi meninggalkan ruangan itu ,namun saat masih dekat dengan ruangan Arzan mereka hanya saling diam dan setelah jauh dari ruangan itu mereka segera berpegangan tangan sampai masuk kedalam mobil.


"Kamu pasti cape banget sayang sini kamu tiduran disini sayang " sambil menepuk bahunya, dengan cepat Sani segera menyandarkan kepalanya ke bahu suaminya tanpa banyak bicara lagi.

__ADS_1


Memang benar dirinya begitu lelah dan ingin segera beristirahat sampai sampai sudah menguap, matanya begitu lengket dan sulit untuk dibuka lagi dan tanpa dirinya sadari sudah tertidur nyenyak saja di bahu sang suami yang empuk begitu empuk sampai sampai dirinya menganggap kalau itu adalah sebuah bantal bahu itu adalah bantalnya hari ini.


__ADS_2