
"Makan dulu yang sayang, kamu harus makan "
Sani tak merespon dia hanya diam saja dengan air matanya yang terus mengalir.
"Kamu harus makan sayang, lihat kasian Dede bayi yang ada di kandungan kamu, aku akan bicara sama Alvaro, aku akan bicara sama dia ya "
"Tapi bee Alvaro udah marah bahkan dia gak angkat telfon dari aku, aku salah seharusnya dari awal itu aku jujur sama Alvaro mungkin semua ini gak akan terjadi mas, semua ini akan baik baik aja mas "
"Tenang sayang, biar aku yang jelasin, udah jangan salahin diri kamu sendiri kamu makan ya "
Sani menggelengkan kepalanya " gak aku gak mau "
"Sayang "
"Biar sama mamih Aya Sen"
Sena menganggukan kepalanya dan segera pergi meninggalkan sang istri bersama ibunya.
__ADS_1
"Kamu makan ya mamih suapi "
"Gimana sama Alvaro mih "
"Udah kamu gak usah mikirin Alvaro ya, dia pasti akan baik baik aja lambat laun juga dia akan terima dan mamih yang akan jelasin semuanya, mamih pasti akan buat kalian baik baik aja. Emangnya dengan kamu gak makan Alvaro bakal kesini gitu, engga sayang gak akan, lebih baik kamu makan ya "
Sani dengan pasrah akhirnya menganggukan kepalanya, Sani mau makan akhirnya dia mencoba untuk memakannya meskipun tak selera tapi dirinya tak mau membuat ibu mertuanya marah.
***
"Kenapa ada apa "
"Kamu dimana Al, dimana pulang, kita selesaikan semuanya, kamu pulang sekarang ya jangan pergi pergian kayak gini, kalau kamu kayak gitu gak akan nyelesain masalah kamu kesini ya balik sekarang juga "
"Nanti aja pih, aku pengen tenangin diri dan mencoba untuk bisa nerima, aku kecewa sama papi yang kayak nggak anggap aku sebagai anak papi dan aku juga kecewa sama Sani karena anggap aku tuh kayak orang asing buat dia"
"Bukan gitu makanya kamu pulang kita jelasin semuanya masalah awalnya tuh seperti apa, agar kamu tahu dan alasan kita nggak kasih tahu kamu tuh apa, makanya kamu pulang sekarang ya sani dari tadi nangis terus pulang sekarang ya, kamu nggak kasihan sama calon adik kamu yang lagi dikandung sama sani sekarang, kamu mau Sani keguguran dengan nangis terus dan nggak makan, dia bisa drop Al "
__ADS_1
"Sekarang balikin deh apakah papi dulu saat nikah dengan Sani tidak memikirkan bagaimana perasaan Alvaro, bagaimana hati Alvaro bagaimana kecewanya Alvaro sama kalian berdua, papih pikirin itu deh jangan sekarang malah karena Sani lagi hamil papi jadi bela dia terus dan takut kalau calon anak kalian berdua meninggal seharusnya sebelum berbicara itu papi tuh pikirin dulu perasaan Alvaro tuh kayak gimana, jangan mau enaknya sendiri"
Sambungan langsung dimatikan sepihak oleh Alvaro, Sena mengusap wajahnya dan saat dia berbalik ada Anggia sampai kaget dirinya ini.
"Anggia "
"Ehh iya om Sena, aku kesini pengen ketemu Sani "
"Masuk Anggia Sani ada didalam kamu masuk aja ya "
"Iya om makasih "
"Sama sama "
Anggia dengan cepat segera masuk kedalam rumah, dirinya tadi ditelfon oleh Sani dan dia nangis nangis dirinya ingin lihat keadaan Sani, apakah dia baik baik aja kan, dia gak apa apa kan.
Semoga saja tidak apa apa dan baik baik saja kan.
__ADS_1