Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Ketemu teman lama


__ADS_3

Sedangkan di tempat Sena sekarang baru saja meeting dan semua pekerjaannya disini selesai tinggal pulang saja, dirinya harus bertemu dengan Sani dan mendengarkan apa yang akan dirinya katakan padannya.


Tiba-tiba saja ada yang memanggilnya, Sena langsung membalikan badannya dan melihat perempuan itu , siapa itu dirinya sama sekali tak mengenalnya.


"Kamu ada disini Sena"


"Kamu bisa ngomong bahasa Indonesia kamu siapa ya kenal saya emang ?"


"Kamu gak kenal aku, kamu nggak ingat aku ini Sheila temennya kamu yanh tomboy itu loh yang kenalin kamu sama Sonia dulu, gimana kalian masih suami istri kan, pasti masih langgengkan sampai sekarang, secara kamu itu setia banget sana Sonia dan sayang banget kan sama dia pasti kamu hidup bahagiakan sama dia "


"Nggak kok kita udah nggak ada hubungan apa-apa malahan kita udah cerai dari 18 tahun yang lalu, pernikahan kita emang nggak lama cuman beberapa taun aja"


"Kenapa kenapa bisa nggak lama, padahal kalian tuh ya bener-bener cocok banget deh jadi pasangan, apa sih masalahnya sampai-sampai kalian mutusin buat bercerai ada masalah besar ya sampai-sampai harus ambil jalan tengah yang kayak gitu"


"Coba kamu tanya aja langsung sama orangnya, dia pasti akan lebih ngerti dan dia akan bicara kali sama sahabatnya sama kamu, aku gak mau tiba tiba bicara karena di yang lebih tau apa masalahnya "

__ADS_1


"Ya udah deh aku nggak akan tanya-tanya lagi. Kamu kapan mau pulang ke Indonesia ya siapa tahu aja kita bisa pulang bareng gitu, soalnya aku males banget kalau pulang ke Indonesia tuh sendirian nggak enak aja gitu"


"Sekarang sih ini juga meeting udah selesai, pekerjaan aku juga udah selesai semuanya, emangnya mau ngapain ke Indonesia. Bukannya udah betah di sini sama suami di sini, kenapa tiba tiba pulang, waktu nikah kamu kan langsung diboyong sama suami mu sampai sampai sulit di hubungin"


"Iya sama suami tapi udah nggak sama dia lagi ya udah cerai kayak kamu sama Sonia, ya karena suami aku itu terlalu gimana ya suka KDRT sama aku, dan juga kalau ada temen yang hubungin tuh suka gak boleh makannya aku gak bisa dihubungin, lebih baik aku cerai aja sama dia. Bisa kan kita pulang bareng aku juga biar ada temen ngobrol gitu nanti di pesawat sama siapa sih ke sini"


"Sama asistenku yang ini Fatimah "


"Oh hai aku Sheila, hai Fatimah salam kenal ya. Maaf nih aku jadi mau ikut-ikutan pulang barang kalian nggak apa-apa kan, gak masalah kan Fatimah "


"Iya Fatimah seru banget, oh ya Sen kita ketemu di bandara aja ya, kalian berdua udah beli tiket belum nih "


"Belum sih Fatimah belum pesenin .Emangnya mau sama kamu dipesenin gitu,"


"Bolehlah aku pesenin aja ya biar nanti ya satu tempat duduk, biar bareng-bareng aku juga belum pesen kok tiketnya nanti setelah semuanya beres, aku beres-beres semua pakaian aku, aku pesan semuanya dan aku kasih tahu sama kamu boleh minta nomornya nggak nih, kita kan temen lama nih lumayan dekat kan dulu masa nggak mau sih kasih nomornya sama aku"

__ADS_1


"Iya Iya ini aku kasih nomornya, belum juga aku ngomong kamu udah jawab sendiri aneh deh "


Nereka segera bertukar nomor ponsel dan Sena langsung berpamitan untuk pergi ke hotelnya, dia juga akan checkout dan beres-beres barangnya juga, persoalan disini sudah beres tinggal persoalannya dengan Sani.


"Tuan itu temen tuan yang udah lama itu kan yang ada di foto Tuan waktu itu, yang dipajang diruangan tuan rambutnya pendek kayak laki kaki "


"Iya itu teman dekat saya dulu, ya kita sering berangkat bareng sekolah saya juga kenal Sonia dari dia dan akhirnya ya kayak gini dapat Alvaro, dia baik kok cuman ya cerewet banget orangnya dia tuh emang tomboy dulu, tapi sekarang beda banget penampilan itu berubah banget malah kayak perempuan banget, dulu tuh rambut pendek gaya laki-laki banget tapi sekarang rambut panjang dan dan beda banget deh pokoknya, makannya saya tadi gak kenal sama dia"


"Pantesan dia sama Tuan berani gitu, baik sih perempuannya tuan ramah juga lagi"


" Ya gimana lagi kita teman yang enggak akrab gimana tiga tahun kita satu kelas, enggak pernah pisah dan dia juga orangnya enggak neko-neko meskipun dia perempuan tapi dia itu enggak manja apa-apa dia akan lakuin sendiri, dia itu emang bener bener perempuan yang mandiri "


"Kayak Sani ya tuan mandiri dia juga mandiri kan "


"Y a bisa dibilang sama sih, tapi dia nggak hebat juga sih karena dia juga kalau sama cinta lemah"

__ADS_1


Fatimah hanya menganggukkan kepalanya saja dan segera mengikuti tuannya berjalan ke arah hotel, entahlah dirinya dan juga tuannya sekarang lebih akrab tak sekaku dulu, mereka selalu mengobrol diluar pekerjaan.


__ADS_2