Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci

Mencintai Perempuan Yang Anak Ku Benci
Tante rempong


__ADS_3

"Sena ini istrimu " tanya seorang ibu ibu Yang ada disana


"Iya ini istriku Sani, "


"Hemm lulusan apa nih, udah beres kuliah kan "


"Belum Tante baru aja mau kuliah " ucap Sani dengan sopan.


"Ya ampun kamu panggil saya Tante, jangan Tante dong, saya gak suka ah dipanggil Tante, panggil saya Miss "


"Iya miss maaf saya masih mau mulai kuliah "


"Hemm Iya, terus kamu kuliah pake uangnya Sena ya, Sen uang kamu dia pakai "


"Ya karena dia istri saya Tante, jadi tak masalahkan kalau seorang istri memakai uang suaminya tak ada yang melarang kan "


"Iya juga kamu juga sama ikut ikut panggil Tante, panggil aja Miss ah biar enak gitu, jangan panggil Tante ah "


"Gak bisa Tante saya lebih suka panggil Tante aja sesuai umurnya sama, ayo sayang kita makan disana "


Sena langsung bangkit dan membawa Sani untuk duduk ditempat lain, setelah Sena dan Sani pergi mereka saling membisikan pada suaminya.


***


"Kok pada kayak gitu ya bee, kayaknya mereka emang gak suka sama aku deh bee, aku jadi gak enak deh ikut ikut sama kamu bee padahal aku gak usah ikut kamu aja deh kalau tau kayak gini "

__ADS_1


"Hey kenapa bilang gitu, biarin aja mereka mau bilang apapun itu nggak penting buat aku, yang terpenting kan kamu sayang udah nggak usah dengerin kata-kata mereka,gimana itu beneran Bella " Sena mencoba untuk mengalihkannya.


"Iya tadi beneran Bella aku udah bicara sama dia dan tadi juga Bella udah teleponan sama Alvaro, buat Alvaro lupain Bella dan ya jangan cari-cari lagi Bella. Bella mau Alvaro fokus sama sekolahnya kamu tahu nggak sih bee kalau Bella itu nikahnya sama laki-laki yang suaminya Ziva Ziva " bisik Sani


"Apa beneran kamu gak salahkah, kamu gak salah denger kan "


"Enggak bee emang dia yang bilang sendiri, aku juga nggak nyangka Bella bisa nikah sama laki-laki itu, tapi kayaknya ada keterpaksaan deh diantara mereka berdua"


"Hemm gitu ya sayang, tapi ingat kamu jangan pernah ikut campur dengan urusan mereka semua, kamu hanya mendengarkannya saja dan menyampaikan apa yang Bella ingin sampaikan pada Alvaro jangan sampai kamu ikut campur dan nanti malah bermasalah dengan dia ya, aku tidak mau nanti malah kita yang sedang tenang-tenangnya diganggu oleh mereka"


"Iya bee aku tahu, makannya aku matikan ponsel ku agar Alvaro tak terus menelfon "


Sena menganggukan kepalanya dan menatap kearah Sani dia melihat Bella juga yang sedang makan bersama keluarganya. Apa yang sebenarnya terjadi dengan anak itu.


"Kau mau makan apa sayang biar aku ambilkan "


"Baiklah sayang "


Sena segera bangkit dan mengambil apa saja katanya kan, Sani menatap kearah Bella yang sedang diperhatikan oleh laki laki itu.


Sedangkan yang bernama Ziva itu hanya diam saja fokus pada makanannya. Tak sengaja pandangan Bella dan juga Sani bertabrakan, Bella menggelengkan kepalanya.


Sani langsung menundukan kepalanya mungkin Bella tak ingin sampai ketahuan kalau dirinya kenal dengan dirinya.


"Sayang ini makanya "

__ADS_1


"Makasih bee"


Sani mengambil makanan yang dibawakan oleh sang suami, dengan lahap Sani memakannya dan sesekali mengobrol pula dengan sang suami tentang banyak hal, bahkan Bella pun tak luput dirinya bahas bersama sang suami.


***


"Alvaro lo kenapa sih mondar mandir terus "


"Ki Bella masih hidup, tadi dia telepon gue pakai hp-nya Sani malahan gue tadi sempat video callan tapi dia nyuruh gue untuk nggak cari dia lagi untuk gue jauhin dia lagi, katanya kalau jodoh gue sama dia bakal ketemu apa kan kata gue kalau Bella itu masih hidup dia masih ada apa kata-kata gue selama ini bener kan Bella masih ada dia masih hidup Ki "


"Beneran kan ini gak bohong "


"Buat apa gue bohong gue bener bener teleponan sama dia bahkan kita juga udah tatap tatapan dan gue tahu itu Bella bukan perempuan yang tiba tiba ngaku ngaku jadi Bella. Gue tahu mana yang Bella dan mana yang bukan"


"Terus sekarang gimana lo telepon lagi Sani coba gue juga pengen ketemu sama Bella, gue pengen lihat keadaannya apa dia baik-baik aja "


"Ya itu dia masalahnya Sani gak aktif nomornya, nomornya tiba-tiba aja nggak aktif gue juga khawatir kalau mereka berdua lagi ada masalah, gue harus pulang sekarang "


"Jangan gegabah lu gila mau pulang sedangkan kita aja baru aja masuk kuliah, tiba-tiba ambil libur gitu kan nggak enak ini kuliah kita tuh bukan main-main sekarang udahlah kita tunggu dulu kabar dari Sani semoga aja Sani bisa bantu Bella kan kita nggak ada di sana tenang aja"


"Tetep aja meskipun Sani ada di sana kalau mereka dalam bahaya gimana"


Kembali Alvaro menelfon Sani, namun tetap saja tak aktif " sialan kenapa coba apa yang terjadi sama mereka, apa yang terjadi kenapa susah sekali menghubungi Sani "


"Tenang Al "

__ADS_1


"Gimana gue mau tenang ini genting banget "


Alvaro kembali mondar mandir dan menatap ponselnya lagi.


__ADS_2